bernasnews – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang kereta api jarak jauh sepanjang Juli 2026.
Sebanyak 1.333.854 pelanggan tercatat melakukan perjalanan, baik keberangkatan maupun kedatangan, melalui seluruh stasiun di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Tingginya jumlah penumpang tersebut menunjukkan kereta api masih menjadi moda transportasi andalan masyarakat untuk perjalanan antardaerah.
Selama periode tersebut, stasiun-stasiun di wilayah Daop 6 Yogyakarta dipadati penumpang yang bepergian untuk berbagai keperluan, mulai dari urusan pekerjaan, pendidikan, wisata, hingga bersilaturahmi dengan keluarga.
Libur Sekolah Dongkrak Perjalanan Kereta Api di Yogyakarta
Feni menjelaskan, peningkatan jumlah pelanggan selama Juli 2026 tidak terlepas dari momentum libur sekolah yang turut mendorong pergerakan wisatawan menuju Yogyakarta dan wilayah sekitarnya.
Masa liburan membuat sejumlah destinasi wisata di Yogyakarta mengalami peningkatan kunjungan. Kondisi tersebut secara langsung ikut mendongkrak penggunaan transportasi kereta api sebagai pilihan perjalanan masyarakat dari berbagai daerah.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat sejumlah stasiun mengalami kepadatan aktivitas penumpang, terutama stasiun yang menjadi pusat konektivitas perjalanan jarak jauh. Pada sisi keberangkatan, berikut enam stasiun dengan volume penumpang tertinggi selama Juli 2026:
Stasiun Yogyakarta: 339.968 penumpang
Stasiun Lempuyangan: 147.990 penumpang
Stasiun Solo Balapan: 103.480 penumpang
Stasiun Klaten: 27.402 penumpang
Stasiun Purwosari: 21.438 penumpang
Stasiun Wates: 13.259 penumpang
Sementara itu, dari sisi kedatangan, enam stasiun dengan jumlah pelanggan tertinggi yaitu:
Stasiun Yogyakarta: 332.160 penumpang
Stasiun Lempuyangan: 142.170 penumpang
Stasiun Solo Balapan: 110.693 penumpang
Stasiun Klaten: 26.521 penumpang
Stasiun Purwosari: 21.807 penumpang
Stasiun Wates: 13.585 penumpang
Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan Jadi Pusat Pergerakan Penumpang
Data tersebut mempertegas dominasi Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan sebagai pusat aktivitas perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Kedua stasiun itu menjadi simpul penting konektivitas transportasi karena melayani ribuan pelanggan setiap hari, baik yang datang menuju Yogyakarta maupun masyarakat yang melakukan perjalanan keluar daerah.
Selain dua stasiun utama tersebut, Stasiun Solo Balapan, Klaten, Purwosari, dan Wates juga memberikan kontribusi besar dalam mendukung distribusi perjalanan penumpang serta memperkuat jaringan transportasi berbasis rel di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Untuk menjaga kepercayaan pelanggan, KAI Daop 6 Yogyakarta terus melakukan berbagai langkah peningkatan layanan. KAI memperkuat keselamatan operasional, meningkatkan fasilitas stasiun dan kereta, serta mengoptimalkan pelayanan di setiap titik layanan.
Tidak hanya layanan langsung, KAI juga terus mengembangkan sistem digital untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat. Pelanggan kini dapat melakukan pemesanan tiket, memperoleh informasi perjalanan, hingga memantau layanan secara lebih praktis melalui aplikasi Access by KAI dan berbagai kanal resmi KAI.
KAI Daop 6 Pastikan Layanan Kereta Api Terus Berkembang
Feni menegaskan capaian positif selama Juli 2026 lahir dari kerja sama seluruh unit di lingkungan KAI Daop 6 Yogyakarta dalam menjaga kualitas pelayanan.
Menurutnya, KAI terus melakukan evaluasi terhadap berbagai aspek, mulai dari keselamatan perjalanan, kesiapan sarana dan prasarana, pengendalian operasional, hingga peningkatan fasilitas pendukung pelanggan.
“KAI Daop 6 Yogyakarta mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi. Ke depan, KAI akan terus menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, tepat waktu, dan berkelanjutan guna mendukung mobilitas masyarakat serta pertumbuhan sektor ekonomi dan pariwisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah,” kata Feni.
Ia menambahkan, KAI Daop 6 akan terus menghadirkan inovasi pelayanan agar mampu mengikuti kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Dengan capaian lebih dari 1,3 juta pelanggan dalam satu bulan, perjalanan kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta kembali menunjukkan perannya sebagai urat nadi mobilitas masyarakat. (ef linangkung)












