bernasnews – Jagad seni Jogja berduka, perupa dan budayawan Nasirun meninggal dunia, di Rumah Sakit AMC Wirobrajan, Yogyakarta, 1 Agustus 2026, Jam 05:50 WIB. Hal ini diungkapkan oleh Kuss Indarto Kusnan, dalam akun Facebook (FB).
Berikut tulisan dari Kuss Indarto, yang juga seorang kurator seni dalam akun FBnya;
“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Sahabat kita, perupa Nasirun, meninggal dunia pagi ini, 1 Agustus 2026 puku 05.50 wib. Meninggal di RS AMC, Wirobrajan, Yogyakarta. Kemungkinan karena sesak nafas akibat asam lambung yang meningkat dratis.
Mohon doa terbaik untuk almarhum Nasirun. Juga untuk keluarga yang ditinggalkan: mbak Ilah, Ima Bunga, Yudhistira, dan Nana”.
Seperti diketahui Nasirun berkolaborasi dengan Dunadi, lagi menghelat pameran bertajuk “Arundhati”, bertempat di Pendhapa Art Space, Panggungharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, DIY, pada 20 Juni hingga 20 Agustus 2026.
Dua perupa ini masing-masing memiliki kekuatan karakter. Nasirun adalah perupa dengan basis kreatif seni lukis. Namun pada perkembangannya dia banyak mengeksplorasi dan melakukan penjelajahan kreatif yang sangat kaya, antara lain bereksperimen dengan material tiga dimensi.
Kedua seniman ini berasal dari ruang berproses yang sama secara akademik, yakni lulusan SSRI (Sekolah Seni Rupa Indonesia, yang sempat beralih nama menjadi SMSR atau Sekolah menengah Seni Rupa, dan kini menjadi SMKN 3 Kasihan, Bantul, Yogyakarta).
“Lalu sama-sama melanjutkan studi di FSR ISI (Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia) Yogyakarta. Nasirun kelahiran 1 Oktober 1965, berasal dari Adipala, Cilacap, Jawa Tengah, sedangkan Dunadi berasal dari Pandak, Bantul, DIY, lahir pada 5 Agustus 1960,” jelas Kuss Indarto. (ted)











