News  

Kandang Ternak di Semanu Gunungkidul Terbakar, Api Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah

Peristiwa kebakaran kandang ternak terjadi di Semanu, Gunungkidul pada Jumat, 31 Juli 2026 siang (Linangkung)

bernasnews.com – Kebakaran kandang ternak terjadi di Padukuhan Kepuh, Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Jumat, 31 Juli 2026 siang.

Kobaran api diduga berasal dari pembakaran sampah di sekitar kandang dan menghanguskan sebagian besar bangunan milik warga bernama Giyanto.

Peristiwa tersebut menimbulkan kerugian material karena kandang mengalami kerusakan cukup parah. Tidak ada korban jiwa, namun seekor ayam mati terpanggang, sedangkan lima ekor kambing berhasil dievakuasi sebelum api membesar.

Hingga siang itu, kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi dari lokasi kebakaran. Warga sekitar sempat dibuat panik ketika api dengan cepat membesar dan menguasai bangunan yang dipenuhi material mudah terbakar.

Api Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran bermula ketika Giyanto membakar sampah di sekitar kandang ternaknya.

Menurut keterangan anak korban, Giyarmi, ayahnya menyalakan api menggunakan arang yang diambil dari dapur kayu.

Setelah api menyala, Giyanto masuk ke dalam rumah dan meninggalkan lokasi pembakaran.

Bara api yang belum sepenuhnya padam kemudian menyambar material kering di sekitar kandang. Dalam waktu singkat, api merembet hingga membakar sebagian besar bangunan.

Kondisi cuaca yang kering serta banyaknya bahan mudah terbakar di sekitar kandang diduga mempercepat penyebaran api.

Kepulan Asap Tebal Picu Kepanikan

Suasana di sekitar lokasi berubah mencekam ketika asap hitam pekat mulai terlihat dari kejauhan. Jilatan api terus membesar hingga menghanguskan bagian kandang yang digunakan untuk menyimpan ternak.

Mengetahui kandangnya terbakar, Giyanto segera meminta bantuan warga sekaligus menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Proses penanganan segera dilakukan untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain di sekitar lokasi. Respons cepat tersebut membuat kebakaran berhasil dikendalikan sebelum meluas ke permukiman di sekitarnya.

Lima Kambing Berhasil Dievakuasi

Di tengah situasi darurat, warga berupaya menyelamatkan hewan ternak yang masih berada di dalam kandang.

Hasilnya, lima ekor kambing berhasil dikeluarkan dari kandang dalam keadaan selamat.

Namun, seekor ayam tidak sempat dievakuasi. Hewan tersebut ditemukan mati setelah bagian kandang yang ditempatinya dilalap api.

Pembakaran Sampah Perlu Diawasi

Peristiwa tersebut kembali menjadi pengingat agar proses pembakaran sampah tidak ditinggalkan tanpa pengawasan.

Bara api yang tampak kecil masih dapat menyimpan panas dalam waktu cukup lama.

Ketika mengenai rumput kering, kayu, jerami, atau material lain yang mudah terbakar, api dapat berkembang menjadi kebakaran dalam hitungan menit. Risiko serupa meningkat pada musim kering karena vegetasi dan bahan organik lebih mudah terbakar.

Sementara, hingga Jumat siang, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian tersebut. Fokus penanganan diarahkan pada pengamanan lokasi serta pencegahan agar api tidak kembali menyala dari bara yang masih tersisa. (ef linangkung)