bernasnews – Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan, kecintaan, dan doa kepada Rasulullah. Salah satu selawat yang banyak dikenal dan diamalkan adalah Selawat Jibril.
Bacaan versi pendeknya sangat singkat sehingga mudah dihafalkan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain mengetahui lirik atau bacaannya, umat Islam juga dapat memahami arti serta sejumlah keutamaan membaca selawat sebagaimana dijelaskan dalam hadis.
Anjuran untuk berselawat kepada Nabi Muhammad SAW tercantum dalam Al-Qur’an, salah satunya Surah Al-Ahzab ayat 56. Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Innal laaha wa malaaa’i katahoo yusalloona ‘alan Nabiyy; yaaa aiyuhal lazeena aamanoo salloo ‘alaihi wa sallimoo tasleemaa
Artinya: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Ayat tersebut menjadi salah satu landasan anjuran bagi umat Islam untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam praktiknya, terdapat berbagai macam bacaan selawat yang dikenal dan diamalkan oleh umat Islam. Salah satunya adalah Selawat Jibril yang memiliki versi pendek dan versi panjang.
Lirik Selawat Jibril Versi Pendek dan Artinya
Bagi umat Islam yang ingin mengamalkan selawat dengan bacaan singkat, Selawat Jibril versi pendek dapat menjadi salah satu bacaan yang mudah dihafalkan. Berikut lirik atau bacaan Selawat Jibril versi pendek:
صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّد
Shalallaahu ‘ala Muhammad
Artinya: “Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad.”
Bacaan tersebut terdiri atas kalimat yang singkat dan mudah diingat. Karena itu, Selawat Jibril versi pendek dapat diamalkan sebagai bagian dari kebiasaan memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Lirik Selawat Jibril Versi Panjang
Selain versi pendek, terdapat pula bacaan Selawat Jibril versi panjang yang dapat diamalkan oleh umat Islam. Berikut bacaannya:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa muhammad wa’alaa aali sayyidinaa muhammad wasallim tasliima.
Artinya: ‘Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan atas Nabi Muhammad dan keluarganya dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Bacaan versi panjang tersebut memuat permohonan kepada Allah SWT agar memberikan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya. Umat Islam dapat mengenal kedua versi tersebut sebagai bacaan selawat yang diamalkan dalam keseharian.
Keutamaan Membaca Selawat Jibril Menurut Hadis
Membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW memiliki sejumlah keutamaan. Dalam bahan yang disampaikan, beberapa keutamaan tersebut dijelaskan melalui hadis yang berkaitan dengan balasan bagi orang yang berselawat, penghapusan dosa, peningkatan derajat, syafaat Nabi, hingga permohonan hajat.
1. Mendapat Balasan Selawat dari Allah SWT
Salah satu keutamaan berselawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah memperoleh balasan dari Allah SWT. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
“Barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali.” (HR Muslim)
Hadis tersebut menjelaskan keutamaan memperbanyak selawat. Setiap kali seorang muslim berselawat kepada Nabi Muhammad SAW, terdapat balasan dari Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut.
2. Menjadi Sebab Dosa Dihapus dan Derajat Diangkat
Selawat kepada Nabi Muhammad SAW juga disebut menjadi sebab dosa-dosa dihapuskan dan derajat seseorang diangkat oleh Allah SWT.
“Siapa saja yang membaca selawat kepadaku sekali, niscaya Allah berselawat kepadanya 10 kali, menghapus 10 dosanya, dan mengangkat derajatnya 10 tingkatan.” (HR An-Nasa’i)
Hadis tersebut menunjukkan adanya keutamaan besar dalam mengamalkan selawat. Membaca selawat bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memiliki keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut.
3. Mendapat Syafaat Nabi Muhammad SAW
Keutamaan lain yang disebutkan dalam hadis adalah mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Orang yang paling berhak mendapatkan syafaatku di hari kiamat adalah orang yang paling banyak berselawat kepadaku.” (HR Tirmidzi)
Hadis tersebut menerangkan kedudukan orang yang memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW dalam kaitannya dengan syafaat pada hari kiamat.
4. Menjadi Sebab Dikabulkannya Hajat
Membaca selawat juga disebut memiliki keutamaan dalam kaitannya dengan hajat atau kebutuhan seorang muslim. Dalam bahan yang disampaikan, hal tersebut merujuk pada hadis berikut:
“Barang siapa berselawat kepadaku di hari Jumat 100 kali, maka Allah akan mengabulkan baginya 100 hajat (kebutuhan), yang 70 dari kebutuhan akhirat dan 30 dari kebutuhan-kebutuhan duniawi. Dan Allah membebankan selawat tersebut kepada malaikat hingga menghaturkannya ke kuburanku, layaknya (cahaya) hidayah yang masuk kepada kamu sekalian, dan malaikat memberi tahu akan namanya, kemudian aku menetapkannya di sampingku di dalam lembaran yang putih bersih, dan dengan selawatnya, aku mencukupinya (memberi syafaat) kelak di hari kiamat.” (HR Imam Baihaqi)
Keterangan tersebut menjadi salah satu bagian dari penjelasan mengenai keutamaan membaca selawat, khususnya bagi umat Islam yang mengamalkannya pada hari Jumat.
Selawat Jibril sebagai Amalan yang Mudah Dihafalkan
Selawat Jibril versi pendek memiliki bacaan yang ringkas sehingga mudah dihafalkan. Bacaan “Shalallaahu ‘ala Muhammad” dapat menjadi salah satu bentuk selawat yang dikenal dan diamalkan oleh umat Islam.
Sementara itu, versi panjangnya memuat doa kepada Allah SWT agar memberikan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya. Keduanya dapat menjadi bagian dari pengamalan selawat yang dilakukan oleh umat Islam.
Anjuran untuk memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad SAW juga memiliki dasar dalam Surah Al-Ahzab ayat 56. Ayat tersebut mengingatkan orang-orang beriman untuk berselawat kepada Nabi dan mengucapkan salam dengan penuh penghormatan.
Dengan mengetahui bacaan, arti, dan keutamaannya, umat Islam dapat lebih memahami makna dari amalan selawat yang dibaca. Selawat Jibril versi pendek yang ringkas juga membuat bacaan ini mudah diingat dan diamalkan dalam keseharian sebagai bagian dari kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. (anp)











