bernasnews – Umat Katolik kembali diajak meluangkan waktu untuk berdoa Rosario pada Senin, 20 Juli 2026, sebagai salah satu bentuk devosi kepada Bunda Maria sekaligus sarana merenungkan karya keselamatan Allah melalui Yesus Kristus.
Sesuai tradisi Gereja Katolik, doa Rosario yang didaraskan setiap hari Senin berfokus pada Lima Peristiwa Gembira, yang mengisahkan awal kehidupan Yesus mulai dari pewartaan Malaikat Gabriel kepada Maria hingga Yesus ditemukan kembali di Bait Allah.
Doa Rosario menjadi praktik rohani yang telah diwariskan secara turun-temurun dalam Gereja Katolik. Melalui rangkaian doa dan permenungan misteri-misteri iman, umat diajak semakin mengenal Yesus Kristus, meneladani ketaatan Bunda Maria, serta memperkuat iman, harapan, dan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Pada permenungan hari ini, Lima Peristiwa Gembira mengingatkan umat akan sukacita keselamatan yang dimulai sejak Allah memilih Maria untuk menjadi Bunda Sang Juru Selamat. Setiap peristiwa mengandung pesan mengenai kerendahan hati, ketaatan, kesetiaan, serta kepercayaan penuh kepada kehendak Tuhan.
Tata Cara Memulai Doa Rosario Hari Senin
Doa Rosario diawali dengan membuat Tanda Salib, dilanjutkan dengan doa Aku Percaya, Kemuliaan, Terpujilah, Bapa Kami, tiga kali Salam Maria sebagai penghormatan kepada Allah Tritunggal, kemudian kembali mengucapkan Kemuliaan dan Terpujilah sebelum memasuki permenungan lima misteri.
Pada setiap misteri, umat mendaraskan urutan doa sebagai berikut:
- Membacakan ayat Kitab Suci sesuai misteri.
- Merenungkan intensi atau doa singkat.
- Bapa Kami (1 kali).
- Salam Maria (10 kali).
- Kemuliaan.
- Terpujilah.
Rangkaian tersebut diulang hingga seluruh Lima Peristiwa Gembira selesai direnungkan.
Peristiwa Gembira Pertama: Maria Menerima Kabar Gembira dari Malaikat Gabriel
Bacaan Kitab Suci:
“Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau; jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Luk 1:28-31)
Doa Peristiwa:
“Bapa, jika Engkau bersabda maka semuanya terjadi. Bersabdalah, ya Bapa, aku ini hambamu, terjadilah padaku menurut kehendakMu.”
Selanjutnya didaraskan:
- Bapa Kami (1 kali)
- Salam Maria (10 kali)
- Kemuliaan
- Terpujilah
Peristiwa pertama mengajarkan sikap taat dan kesiapsediaan menerima kehendak Allah sebagaimana diteladankan oleh Bunda Maria.
Peristiwa Gembira Kedua: Maria Mengunjungi Elisabet
Bacaan Kitab Suci:
“Ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus.” (Luk 1:41)
Doa Peristiwa:
“Ya Tuhan, ajarlah kami memiliki hati yang penuh kasih, rela melayani sesama dengan sukacita seperti Maria yang segera datang membantu Elisabet.”
Selanjutnya didaraskan:
- Bapa Kami (1 kali)
- Salam Maria (10 kali)
- Kemuliaan
- Terpujilah
Peristiwa ini mengajak umat untuk menghadirkan kasih melalui pelayanan dan kepedulian kepada sesama.
Peristiwa Gembira Ketiga: Yesus Dilahirkan di Betlehem
Bacaan Kitab Suci:
“Lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan.” (Luk 2:7)
Doa Peristiwa:
“Ya Yesus, ajarlah kami hidup sederhana, rendah hati, serta mampu menyambut kehadiran-Mu dalam kehidupan kami setiap hari.”
Selanjutnya didaraskan:
- Bapa Kami (1 kali)
- Salam Maria (10 kali)
- Kemuliaan
- Terpujilah
Peristiwa kelahiran Yesus mengingatkan bahwa Allah hadir melalui kesederhanaan dan kasih-Nya bagi seluruh umat manusia.
Peristiwa Gembira Keempat: Yesus Dipersembahkan di Bait Allah
Bacaan Kitab Suci:
“Mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan.” (Luk 2:22)
Doa Peristiwa:
“Ya Bapa, bantulah kami agar senantiasa mempersembahkan hidup kami kepada-Mu serta setia menjalankan panggilan yang Engkau percayakan.”
Selanjutnya didaraskan:
- Bapa Kami (1 kali)
- Salam Maria (10 kali)
- Kemuliaan
- Terpujilah
Peristiwa ini mengajarkan pentingnya menyerahkan seluruh hidup kepada Allah dengan penuh iman dan kesetiaan.
Peristiwa Gembira Kelima: Yesus Ditemukan Kembali di Bait Allah
Bacaan Kitab Suci:
“Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Luk 2:49)
Doa Peristiwa:
“Ya Tuhan, tuntunlah kami agar selalu mencari kehendak-Mu dan menempatkan Engkau sebagai pusat kehidupan kami.”
Selanjutnya didaraskan:
- Bapa Kami (1 kali)
- Salam Maria (10 kali)
- Kemuliaan
- Terpujilah
Peristiwa terakhir mengajak umat untuk senantiasa mencari Tuhan dalam setiap langkah kehidupan dan mengutamakan kehendak-Nya di atas segala sesuatu.
Setelah Lima Peristiwa Gembira selesai didaraskan, doa Rosario ditutup dengan:
- Salam Ya Ratu
- Doa Penutup Rosario
- Tanda Salib
Melalui permenungan Lima Peristiwa Gembira pada Senin, 20 Juli 2026, umat Katolik diajak meneladani iman dan ketaatan Bunda Maria serta semakin memperdalam relasi dengan Allah. Doa Rosario tidak hanya menjadi rangkaian doa yang didaraskan, tetapi juga sarana untuk menghidupi nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap rendah hati, kasih, pengharapan, dan kesetiaan kepada Tuhan. (anp)












