Amalan Bulan Safar yang Dianjurkan dalam Islam, Simak Penjelasan dan Keutamaannya

Ilustrasi Amalan Bulan Safar yang Dianjurkan dalam Islam, Simak Penjelasan dan Keutamaannya/Unsplash

bernasnews – Amalan Bulan Safar yang dianjurkan dalam Islam meliputi puasa sunah, sedekah, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak doa. Simak penjelasan lengkap beserta keutamaannya.

Bulan Safar menjadi bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam. Meski telah lama dikenal umat Islam, bulan ini masih kerap dikaitkan dengan berbagai mitos, termasuk anggapan sebagai bulan yang membawa kesialan atau musibah.

Pandangan tersebut membuat sebagian masyarakat memilih menunda berbagai rencana penting, seperti menikah, memulai usaha, hingga pindah rumah saat memasuki Bulan Safar. Padahal, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam.

Dalam Islam, tidak ada bulan yang secara khusus dianggap membawa kesialan. Justru setiap waktu yang Allah SWT ciptakan menjadi kesempatan bagi setiap muslim untuk memperbanyak amal saleh dan meningkatkan kualitas ibadah.

Lalu, amalan apa saja yang dianjurkan ketika memasuki Bulan Safar? Berikut penjelasannya.

Mengenal Bulan Safar dalam Islam

Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah. Menurut penjelasan yang dikutip dari situs resmi Nahdlatul Ulama (NU), nama Safar berasal dari kondisi masyarakat Arab pada masa lampau.

Dalam kitab Tafsîr Ibnu Katsîr, Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kata Safar berarti sepi atau sunyi karena pada masa itu rumah-rumah penduduk menjadi kosong ketika mereka pergi berperang atau melakukan perjalanan jauh.

صَفَرْ: سُمِيَ بِذَلِكَ لِخُلُوِّ بُيُوْتِهِمْ مِنْهُمْ، حِيْنَ يَخْرُجُوْنَ لِلْقِتَالِ وَالْأَسْفَارِ

Artinya:

“Safar dinamakan dengan nama tersebut, karena sepinya rumah-rumah mereka dari mereka, ketika mereka keluar untuk perang dan bepergian.”

Di sisi lain, Rasulullah SAW juga telah meluruskan anggapan bahwa Bulan Safar identik dengan kesialan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan:

“Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: Tidak ada penyakit yang menular dengan sendirinya, tidak ada kesialan karena burung, tidak ada hantu, dan tidak ada kesialan pada Bulan Safar.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi landasan bahwa Islam menolak keyakinan tahayul yang mengaitkan kesialan dengan bulan tertentu.

Amalan Bulan Safar yang Dianjurkan

Meski tidak terdapat ibadah khusus yang hanya dilakukan pada Bulan Safar, terdapat sejumlah amalan yang dapat dikerjakan untuk memperbanyak pahala dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

1. Membaca Doa Awal Bulan Safar

Salah satu amalan yang biasa dilakukan sebagian ulama dan masyarakat muslim adalah membaca doa ketika memasuki Bulan Safar.

Doa tersebut berisi permohonan perlindungan kepada Allah SWT agar diberikan keselamatan, dijauhkan dari keburukan, serta memperoleh keberkahan sepanjang bulan.

2. Memperbanyak Puasa Sunah

Puasa sunah tetap menjadi ibadah yang dianjurkan selama Bulan Safar sebagaimana pada bulan-bulan lainnya.

Beberapa puasa yang dapat diamalkan antara lain:

  • Puasa Senin dan Kamis.
  • Puasa Ayyamul Bidh pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriah.
  • Puasa Daud bagi yang mampu mengerjakannya.

Selain menjadi sarana meningkatkan ketakwaan, puasa juga melatih kesabaran dan keikhlasan seorang muslim dalam beribadah.

3. Memperbanyak Sedekah

Sedekah juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan kapan pun, termasuk saat memasuki Bulan Safar.

Bentuk sedekah tidak harus berupa uang. Memberikan makanan, membantu orang lain, menyumbangkan tenaga, hingga menunjukkan senyum kepada sesama juga termasuk sedekah yang bernilai ibadah.

Dengan bersedekah, seorang muslim tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membersihkan harta dan menumbuhkan rasa syukur kepada Allah SWT.

4. Membaca Al-Qur’an dan Memperbanyak Dzikir

Mengisi Bulan Safar dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta memperbanyak doa menjadi salah satu amalan yang dianjurkan.

Dzikir yang dapat diamalkan setiap hari antara lain:

  • Istigfar.
  • Tasbih.
  • Tahmid.
  • Takbir.
  • Tahlil.
  • Selawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Semakin sering seorang muslim mengingat Allah SWT melalui dzikir dan membaca Al-Qur’an, semakin besar pula kesempatan untuk meningkatkan kualitas keimanan.

5. Menjalankan Ibadah Sunah Harian

Selain amalan di atas, Bulan Safar juga dapat diisi dengan berbagai ibadah sunah yang biasa dilakukan setiap hari.

Misalnya melaksanakan salat Dhuha, Tahajud, Witir, salat Rawatib, memperbanyak istigfar, hingga menjaga kebersihan hati dari sifat iri, dengki, riya, dan kesombongan.

6. Mandi Tolak Bala

Sebagian masyarakat muslim juga mengenal amalan mandi tolak bala pada Bulan Safar.

Mandi ini dimaknai sebagai bentuk penyucian diri lahir dan batin dengan memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai keburukan.

Niat mandi tolak bala yang biasa dibaca adalah:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya:

“Saya berniat mandi untuk menolak bala semata-mata karena Allah Ta’ala.”

7. Memperbanyak Amalan Harian

Sebagian ulama juga menganjurkan memperbanyak amalan sepanjang Bulan Safar sebagai bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Amalan tersebut di antaranya membaca syahadat, memperbanyak istigfar, membaca Surat Al-Fil, serta Ayat Kursi sesuai tuntunan yang diamalkan sebagian kalangan muslim.

Hikmah Memperbanyak Amal di Bulan Safar

Memanfaatkan Bulan Safar untuk meningkatkan ibadah memberikan banyak manfaat bagi kehidupan seorang muslim.

Selain menambah pahala, berbagai amalan tersebut juga menjadi sarana memperkuat keimanan, meluruskan akidah dari keyakinan yang tidak sesuai syariat, serta menghadirkan ketenangan hati dalam menjalani kehidupan.

Yang terpenting, Bulan Safar tidak sepatutnya dipandang sebagai bulan yang harus ditakuti. Sebaliknya, bulan ini dapat menjadi momentum untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai amal saleh yang dianjurkan dalam Islam.***