bernasnews — Fungsi utama trotoar yang ada di pinggir jalan tentu saja untuk pejalan kaki atau sebagai pedestrian. Masing- masing jarak tinggi peletakan bangunan trotoar dengan dasar jalan aspal di kota yang satu dengan kota yang lain tentu tidak sama (bisa berbeda).
Trotoar ada yang dibangun sekitar 20 sampai 25 senti meter, ada yang lebih tinggi, ada juga yang lebih rendah hanya tingginya sekitar 15 senti meter dari dasar jalan. Tinggi rendahnya trotoar tentu tidak menjadi soal asalkan pembuangan air saat hujan tiba, yang masuk di selokan atau tempat peresapan air tidak menjadikan dampak banjir di jalan.
Seperti pengamatan bernasnews saat melintas di Jalan Raya Padonan, Banjar Dama, di kawasan Tibeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, pada Senin (13/7/2026). Lebar jalan memang cukup untuk berpapasan dua kendaraan dari dua arah dan jalanan relatif sangat ramai.
Trotoar yang dibangun dengan dasar jalan cukup pendek sekitar 15 senti meter dan ujung pembatas dengan jalan dibuat agak miring datar bersudut kemirinagn 45 derajat bukan mendatar rata. Sehingga bila jalan dalam kondisi sangat ramai atau macet, kendaraan roda dua dapat tetap jalan naik ke jalan trotoar dengan pelan – pelan.
Kondisi ini sedikit dapat mengurai kemacetan, namun bagi pejalan kaki dan pengendara yang naik trotoar perlu saling harus hati- hati dan waspada. Hal ini juga dimunkinkan lantaran ruas jalan di pulau dewata sering ada kegiatan arak-arakan terkait budaya setempat.
Sementara untuk mengatasi kelancaran lalu lintas memang bisa saja dilakukan perlebaran jalan, akan tetapi hal ini butuh anggaran yang retatif tidak sedikit, apalagi bila pelebaran jalan menyangkut tentang pembebasan tanah yang terkait dengan anggaran guna ganti untung terhadap bangunan dan tanah yang berdampak serta waktu pengerjaan secara cermat.
Yang jelas kondisi jalan ramai dengan model trotoar yang ujung tepi dibuat sedikit miring dengan bahu jalan utama, mampu sedikit mengurai kepadatan jalan saat ramai dan macet. Meskipun demikian tetap berhati- hati dan saling waspada. (zbd)












