bernasnews – Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Jogja-Wates pada Minggu (12/7/2026), tepatnya sebelah timur Jembatan Bantar, Dusun Klangon, Kalurahan Argosari, Kapanewon Sedayu, Bantul.
Seorang perempuan muda berusia 23 tahun kehilangan nyawanya setelah terjatuh ke badan jalan dan tertabrak kendaraan yang melaju dari arah berlawanan.
Korban berinisial AN (23), warga Kabupaten Kulon Progo, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dideritanya. Sementara perempuan yang diboncengnya, W (49), berhasil selamat meski mengalami sejumlah luka lecet.
Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 15.50 WIB itu menjadi perhatian pengguna jalan. Sejumlah warga dan pengendara yang melintas langsung menghentikan laju kendaraan mereka untuk memberikan pertolongan sambil menunggu petugas kepolisian dan tim medis tiba di lokasi.
Kronologi Kecelakaan di Jalan Jogja-Wates
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menjelaskan kecelakaan bermula ketika AN mengendarai sepeda motor Honda Beat dari arah barat atau wilayah Kulon Progo menuju timur ke arah Kota Yogyakarta. Saat itu, korban membonceng W dalam perjalanan mereka melewati ruas Jalan Jogja-Wates yang dikenal padat oleh lalu lintas kendaraan.
“Kejadian bermula ketika sepeda motor Honda Beat yang dikendarai AN (23), warga Kabupaten Kulon Progo melaju dari arah barat menuju timur di Jalan Jogja-Wates,” kata Rita, Senin (13/7/2026).
Perjalanan yang semula berlangsung normal berubah menjadi petaka ketika sepeda motor yang dikendarai korban diduga bersenggolan dengan sebuah mobil Mitsubishi Pajero yang dikemudikan PJW (56). Benturan tersebut membuat keseimbangan sepeda motor hilang dalam sekejap.
Sepeda motor oleng ke sisi kiri jalan. Pada saat bersamaan, kedua perempuan yang berada di atas kendaraan itu terpental. W jatuh ke sisi utara jalan, sedangkan AN justru terlempar ke bagian tengah badan jalan yang masih dilintasi kendaraan dari arah berlawanan.
Dari arah timur melaju sebuah mikrobus Mitsubishi yang dikemudikan S (34). Jarak kendaraan dengan tubuh korban yang sudah tergeletak di tengah jalan ternyata sangat dekat. Pengemudi mikrobus tidak memiliki cukup ruang maupun waktu untuk menghindar.
“Karena jarak sudah sangat dekat, pengemudi mikrobus tidak sempat melakukan upaya menghindar, sehingga kendaraan tersebut menabrak tubuh pengendara sepeda motor yang terjatuh di jalan,” jelas Rita.
Tabrakan tersebut mengakibatkan AN mengalami luka yang sangat parah. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis. Sementara W hanya mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh dan berhasil selamat dari kecelakaan tersebut.
Suasana di lokasi sempat dipenuhi kepanikan. Warga sekitar bersama pengguna jalan berusaha membantu mengamankan lokasi agar tidak memicu kecelakaan susulan.
Arus lalu lintas di Jalan Jogja-Wates sempat melambat karena banyak pengendara mengurangi kecepatan saat melintasi titik kecelakaan. Petugas Satlantas Polres Bantul kemudian datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengatur arus lalu lintas, sekaligus mengevakuasi korban.
Jenazah AN selanjutnya dibawa ke RSUD Panembahan Senopati Bantul guna menjalani penanganan lebih lanjut, sedangkan petugas mendata seluruh kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan beruntun tersebut.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan sepeda motor Honda Beat mengalami kerusakan pada bagian spion kanan yang pecah serta setang yang berubah posisi akibat benturan. Sebaliknya, mikrobus Mitsubishi yang menabrak korban tidak mengalami kerusakan berarti.
“Kemudian, sepeda motor Honda Beat turut mengalami kerusakan pada spion kanan yang pecah serta setang yang mengalami perubahan posisi, sedangkan mikrobus Mitsubishi tidak mengalami kerusakan,” terang Rita.
Penyebab Kecelakaan Masih Dalam Penyelidikan
Hingga kini, penyidik Unit Gakkum Satlantas Polres Bantul masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut. Polisi mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi, memeriksa seluruh pengemudi yang terlibat, serta meneliti seluruh rangkaian peristiwa untuk memastikan bagaimana kecelakaan maut itu terjadi.
“Penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk mengumpulkan keterangan para saksi dan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak yang terlibat,” ujar Rita.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa satu insiden kecil di jalan raya dapat berkembang menjadi tragedi besar dalam hitungan detik.
Kepadatan arus kendaraan di Jalan Jogja-Wates menuntut setiap pengguna jalan untuk menjaga jarak aman, tetap fokus saat berkendara, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi lalu lintas di sekitarnya agar kecelakaan serupa tidak kembali merenggut nyawa. (ef linangkung)












