bernasnews – Memasuki hari pertama sekolah sering menjadi momen yang penuh tantangan, baik bagi anak maupun orang tua. Tidak sedikit anak yang menangis, menolak berangkat ke sekolah, sulit bangun pagi, hingga merasa takut bertemu guru dan teman baru.
Kondisi ini merupakan respons yang wajar karena anak sedang beradaptasi dengan lingkungan, rutinitas, dan pengalaman yang benar-benar baru.
Namun, kepanikan tersebut dapat diminimalkan apabila orang tua menerapkan pola pendampingan yang tepat sejak sebelum tahun ajaran dimulai. Berikut sejumlah tips yang dapat dilakukan untuk membantu anak menjalani hari pertama sekolah dengan lebih tenang.
1. Bunda Perlu Bersikap Tenang
Anak sangat mudah menangkap emosi orang tuanya. Ketika Bunda terlihat cemas, panik, atau terlalu khawatir, Si Kecil cenderung ikut merasakan kecemasan tersebut. Karena itu, tunjukkan sikap tenang, optimistis, dan yakin bahwa anak mampu menjalani pengalaman barunya.
Salah satu drama yang paling sering terjadi pada hari pertama sekolah adalah anak sulit bangun pagi. Untuk mengatasinya, biasakan jadwal tidur dan bangun lebih awal beberapa hari hingga satu minggu sebelum sekolah dimulai. Orang tua juga bisa memberikan contoh dengan ikut menjalankan rutinitas pagi yang disiplin.
2. Kenalkan Lingkungan Sekolah Sebelum Hari Pertama
Jika memungkinkan, ajak anak mengunjungi sekolah beberapa hari sebelum kegiatan belajar dimulai. Perlihatkan ruang kelas, halaman bermain, toilet, kantin, maupun gerbang sekolah.
Dengan mengenal lingkungan lebih dulu, anak akan merasa tempat tersebut tidak lagi asing sehingga rasa takut dan cemas dapat berkurang ketika hari pertama tiba.
3. Ceritakan Hal-Hal Menyenangkan Tentang Sekolah
Bangun ekspektasi positif mengenai sekolah melalui cerita sederhana. Ceritakan bahwa di sekolah anak akan memiliki banyak teman baru, bermain bersama, belajar hal-hal menarik, dan bertemu guru yang akan membantu mereka.
Hindari menakut-nakuti anak dengan kalimat seperti “Kalau nakal nanti dimarahi guru.” Sebaliknya, gunakan bahasa yang membangun semangat dan rasa ingin tahu.
4. Latih Kemandirian Sejak di Rumah
Sebelum masuk sekolah, biasakan anak melakukan aktivitas sederhana secara mandiri, seperti memakai sepatu, membawa tas, membuka bekal, mencuci tangan, hingga merapikan perlengkapannya sendiri.
Kemandirian membuat anak lebih percaya diri ketika berada di lingkungan sekolah tanpa harus selalu bergantung kepada orang tua.
5. Libatkan Anak Menyiapkan Perlengkapan Sekolah
Ajak anak memilih tas, botol minum, kotak bekal, atau alat tulis yang mereka sukai. Libatkan pula saat menyiapkan seragam dan perlengkapan sekolah pada malam sebelumnya.
Keterlibatan tersebut dapat menumbuhkan rasa memiliki sekaligus meningkatkan antusiasme menyambut hari pertama sekolah.
6. Jangan Berpisah Secara Diam-Diam
Sebagian orang tua memilih meninggalkan anak tanpa berpamitan agar tidak menangis. Padahal, cara ini justru dapat membuat anak merasa kehilangan kepercayaan karena orang tua tiba-tiba menghilang.
Sebaiknya berpamitan dengan singkat, berikan pelukan, senyuman, serta yakinkan bahwa Bunda atau Ayah akan menjemput setelah sekolah selesai.
7. Berikan Apresiasi atas Keberanian Anak
Setelah pulang sekolah, berikan pujian atas usaha dan keberanian anak menjalani pengalaman barunya, meskipun mereka masih menangis atau belum sepenuhnya nyaman.
Apresiasi sederhana dapat meningkatkan rasa percaya diri dan membuat anak lebih siap menghadapi hari-hari sekolah berikutnya.
8. Dengarkan Perasaan Anak Tanpa Menghakimi
Luangkan waktu untuk mengobrol setelah anak pulang sekolah. Tanyakan bagaimana pengalaman mereka, siapa teman barunya, kegiatan yang paling disukai, atau hal yang membuat mereka kurang nyaman.
Biarkan anak mengekspresikan perasaannya tanpa disela atau dihakimi. Sikap ini membantu anak merasa didengar sekaligus memudahkan orang tua memahami proses adaptasinya.
9. Hindari Memberikan Tekanan Berlebihan
Pada masa awal sekolah, fokus utama anak adalah beradaptasi, bukan mengejar prestasi akademik. Hindari memberikan tuntutan agar langsung memperoleh nilai bagus atau menjadi yang terbaik.
Berikan kesempatan kepada anak untuk mengenal lingkungan dan membangun rasa aman terlebih dahulu sebelum menghadapi target belajar.
10. Konsisten Menjalankan Rutinitas Harian
Rutinitas yang konsisten membuat anak merasa lebih aman dan mudah menyesuaikan diri. Tetapkan jadwal tidur, bangun pagi, waktu makan, belajar, bermain, dan istirahat secara teratur.
Konsistensi membantu tubuh dan emosi anak beradaptasi dengan aktivitas sekolah sehingga drama di pagi hari dapat berkurang seiring waktu.
Memasuki jenjang sekolah baru merupakan fase penting dalam tumbuh kembang anak. Orang tua tidak perlu panik apabila Si Kecil menunjukkan penolakan atau kecemasan pada hari-hari pertama karena kondisi tersebut umumnya bersifat sementara.
Dengan pendampingan yang penuh kesabaran, komunikasi yang hangat, serta rutinitas yang konsisten, anak akan lebih mudah beradaptasi, merasa aman, dan menikmati pengalaman belajarnya di sekolah. (anp)












