News  

Truk Pengangkut Ekskavator Tabrak Pagar Masjid di Nanggulan Kulon Progo, Mesin Mati saat Menanjak

Truk Pengangkut Ekskavator Tabrak Pagar Masjid/Istimewa

bernasnews– Suara benturan keras terdengar di Padukuhan Turus, Kalurahan Tanjungharjo, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, Senin (29/6/2026) pagi.

Sebuah truk pengangkut ekskavator yang tengah berupaya menaklukkan tanjakan di depan Masjid Al-Amin mendadak kehilangan tenaga. Dalam hitungan detik, kendaraan bermuatan alat berat itu melorot tanpa kendali hingga menghantam pagar dan teras masjid.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di Jalan Pengasih–Nanggulan, tepatnya di depan Masjid Al-Amin, Padukuhan Turus. Jalan yang menanjak di lokasi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memicu kecelakaan ketika mesin truk tiba-tiba mati.

Truk Pengangkut Ekskavator Tabrak Pagar Masjid

Kasihumas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika truk pengangkut ekskavator bernomor polisi K 8982 GS melaju dari arah Pengasih menuju Nanggulan.

“Laka terjadi persisnya di jalan yang menanjak depan Masjid Al-Amin, Padukuhan Turus,” ujar Sarjoko kepada wartawan.

Truk tersebut dikemudikan AM (37), warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Saat kejadian, AM mengemudikan kendaraan seorang diri tanpa penumpang.

Ketika mesin mendadak mati, truk yang membawa beban alat berat itu kehilangan tenaga dan langsung bergerak mundur mengikuti kontur jalan yang menanjak. Sopir berusaha mengendalikan kendaraan agar tidak melaju semakin jauh ke belakang.

Dalam situasi yang berlangsung sangat cepat itu, AM mengambil keputusan membanting kemudi ke arah kanan belakang. Langkah tersebut akan menghindarkan risiko yang lebih besar apabila truk terus meluncur di badan jalan.

“AM lalu banting setir ke belakang kanan hingga akhirnya mengenai teras serta pagar Masjid Al-Amin,” jelas Sarjoko.

Benturan itu mengakibatkan pagar sisi selatan dan pagar depan masjid roboh. Tiang penyangga teras juga mengalami kerusakan akibat tertabrak bagian belakang kendaraan. Sementara itu, bemper belakang truk penyok setelah menghantam konstruksi bangunan masjid.

Kondisi Sopir

Meski kerusakan material cukup signifikan, AM berhasil selamat tanpa mengalami luka sedikit pun. Warga sekitar yang mendengar suara benturan segera berdatangan ke lokasi kejadian. Mereka membantu mengamankan area sekaligus memastikan tidak ada jamaah maupun pengguna jalan lain yang menjadi korban.

Tidak lama berselang, petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi bersama personel dari Polres Kulon Progo untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi kendaraan berat yang masih berada di lokasi.

“Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Nanggulan,” kata Sarjoko.

Proses evakuasi berjalan secara hati-hati mengingat truk membawa ekskavator dengan bobot yang cukup besar. Petugas memastikan proses pemindahan kendaraan tidak menimbulkan risiko baru bagi pengguna jalan maupun bangunan di sekitar lokasi.

Kepolisian juga mengingatkan seluruh pengemudi, khususnya sopir kendaraan pengangkut alat berat, agar meningkatkan kewaspadaan ketika melintasi jalur dengan medan ekstrem seperti tanjakan panjang maupun turunan curam.

Menurut Sarjoko, pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum perjalanan menjadi faktor penting untuk mencegah kecelakaan. Sistem pengereman, mesin, hingga kemampuan kendaraan menanjak harus dipastikan berada dalam kondisi prima sebelum digunakan mengangkut muatan berat.

“Pastikan kendaraan dalam kondisi prima dan kuat untuk melintasi jalan menanjak agar terhindar dari laka,” tegasnya. (ef linangkung)