bernasnews– Riuh sorak, tepuk tangan, dan teriakan penuh semangat menggema dari Aula Wira Pratama Mapolres Bantul, Jumat (26/6/2026). Puluhan tim terbaik saling beradu strategi dalam Turnamen E-Sports Mobile Legends Kapolres Bantul Cup 2026.
Ajang dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 itu menjadi panggung lahirnya talenta-talenta muda yang siap bersaing ke level lebih tinggi.
Turnamen bergengsi tersebut secara resmi dibuka oleh Wakapolres Bantul, Kompol Citra Fatwa Rahmadani, yang hadir mewakili Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto.
Dalam sambutan Kapolres Bantul yang dibacakan Kompol Citra Fatwa, Polri menegaskan komitmennya untuk hadir lebih dekat dengan generasi muda melalui kegiatan positif yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, perkembangan dunia digital telah mengubah cara anak muda menyalurkan minat dan kreativitas. Karena itu, Polri memilih memberikan ruang yang sehat agar bakat mereka berkembang melalui jalur kompetitif dan terarah.
“Permasalahan utama sebenarnya bukan pada gaming-nya, tetapi minimnya pembinaan yang belum maksimal secara positif dan terarah, serta minimnya pertandingan e-sports,” ujar Kompol Citra Fatwa saat membacakan sambutan Kapolres Bantul.
Stigma Dunia Gim
Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai stigma yang selama ini masih melekat terhadap dunia gim daring. Selama bertahun-tahun, sebagian masyarakat menilai aktivitas bermain gim hanya membuang waktu dan berpotensi merusak masa depan generasi muda.
Namun, Polres Bantul justru mengambil langkah berbeda. Institusi kepolisian itu melihat e-sports sebagai potensi besar apabila mendapat pembinaan yang tepat. Melalui Kapolres Bantul Cup 2026, Polri ingin membangun ekosistem kompetisi yang sehat sekaligus menciptakan ruang kreativitas bagi generasi muda.
Ajang tersebut menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan, melatih kerja sama tim, meningkatkan disiplin, hingga membangun karakter sportif. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya preventif agar generasi muda tidak terjerumus dalam berbagai aktivitas negatif di ruang digital.
Kompol Citra Fatwa menjelaskan bahwa pembinaan melalui e-sports dapat mengarahkan anak muda menjauhi berbagai ancaman seperti penyalahgunaan narkoba, pornografi, hingga praktik judi online yang kini semakin marak.
Menurutnya, ketika anak muda memiliki wadah yang jelas untuk menyalurkan bakat, mereka akan lebih produktif dan memiliki tujuan yang positif.
Pesan itu mendapat sambutan hangat dari seluruh peserta yang memenuhi aula pertandingan. Sebelum pertandingan dimulai, Wakapolres Bantul juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama bertanding.
Ia menegaskan bahwa kemenangan memang menjadi tujuan setiap tim. Namun, integritas, rasa saling menghormati, dan sikap fair play jauh lebih penting dibandingkan sekadar hasil akhir pertandingan.
“Menang atau kalah adalah hal yang biasa dalam sebuah pertandingan, namun sportivitas dan integritas adalah kemenangan yang sesungguhnya,” ucap Kompol Citra Fatwa.
Pesan tersebut menjadi semangat yang terus mengiringi jalannya pertandingan hingga babak final. Sebanyak 24 tim terbaik saling menunjukkan kemampuan mekanik, kecerdasan membaca permainan, dan kerja sama yang solid.
Hasil Kapolres Bantul Cup 2026
Pertandingan demi pertandingan berlangsung sengit. Setiap tim menampilkan strategi berbeda untuk menguasai Land of Dawn. Persaingan ketat akhirnya melahirkan tiga tim terbaik.
Tim Shorttrim berhasil tampil paling konsisten sepanjang turnamen dan keluar sebagai juara pertama setelah melewati pertandingan final yang penuh tekanan.
Posisi runner-up diraih oleh tim VL Smanse, sedangkan peringkat ketiga berhasil diamankan oleh Sukses Jaya Selalu. Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian membanggakan bagi seluruh anggota tim. Khusus bagi Shorttrim, kemenangan itu membuka jalan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Sebagai juara Kapolres Bantul Cup 2026, Shorttrim resmi memperoleh tiket untuk mewakili Polres Bantul pada Turnamen E-Sports Kapolda DIY Cup 2026. Kesempatan tersebut menjadi langkah awal menuju panggung yang lebih besar dalam rangkaian Road to Kapolri Cup.
Di balik gemerlap pertandingan, kebahagiaan juga terpancar dari wajah para peserta. Salah satunya datang dari Farel (17), seorang pelajar yang mengikuti kompetisi bersama rekan-rekan setimnya.
Ia mengaku bangga karena kepolisian memberikan perhatian terhadap dunia e-sports yang kini menjadi bagian dari kehidupan generasi muda. Menurutnya, turnamen seperti ini mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap aktivitas bermain gim.
“Saya sangat senang dengan turnamen ini karena merasa dapat menyalurkan bakat dan hobi ke jenjang yang lebih serius,” ujarnya.
Farel juga mengaku atmosfer pertandingan yang profesional membuat seluruh peserta semakin termotivasi untuk tampil maksimal. Baginya, bermain di lingkungan Mapolres Bantul menghadirkan pengalaman berbeda yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Kapolres Bantul Cup 2026 pun meninggalkan pesan kuat bahwa dunia e-sports bukan sekadar permainan. Di balik setiap pertandingan tersimpan nilai kerja sama, disiplin, strategi, mental juara, serta sportivitas. (ef linangkung)












