Kalender Liturgi Minggu 28 Juni 2026: Bacaan, Mazmur Tanggapan, dan Pesan Iman Hari Biasa Pekan XIII Tahun A

llustrasi kalender liturgi Minggu, 28 Juni 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Umat Katolik memasuki perayaan liturgi Hari Minggu, 28 Juni 2026, dengan rangkaian bacaan yang dimulai sejak Sabtu sore, 27 Juni 2026, sesuai tradisi perayaan vigili.

Liturgi pada hari ini termasuk dalam Hari Biasa Pekan XIII Tahun A dengan warna liturgi hijau yang melambangkan harapan, pertumbuhan iman, dan perjalanan hidup kristiani sehari-hari.

Bacaan-bacaan yang diwartakan mengangkat tema tentang kesetiaan kepada Tuhan, penerimaan terhadap utusan Allah, serta komitmen total dalam mengikuti Kristus.

Pesan tersebut hadir melalui kisah keramahan perempuan Sunem terhadap nabi Elisa, ajaran Santo Paulus mengenai kehidupan baru dalam Kristus, hingga panggilan Yesus agar para murid mengutamakan Dia di atas segala sesuatu.

Bacaan Pertama Mengisahkan Keramahan Perempuan Sunem kepada Nabi Elisa

Bacaan pertama diambil dari 2 Raja-raja 4:8-11,14-16a yang mengisahkan tentang seorang perempuan terpandang di Sunem yang menunjukkan perhatian dan keramahan kepada nabi Elisa.

Perempuan tersebut menyediakan makanan bagi Elisa setiap kali sang nabi melewati daerah itu. Tidak berhenti sampai di situ, ia bersama keluarganya juga menyiapkan sebuah kamar khusus agar Elisa dapat beristirahat setiap kali datang berkunjung.

Tindakan sederhana yang dilakukan dengan tulus tersebut kemudian berbuah berkat. Melalui perantaraan Elisa, perempuan yang sebelumnya tidak memiliki anak itu menerima kabar sukacita bahwa ia akan mengandung seorang putra.

Kisah ini menjadi gambaran nyata bahwa keterbukaan hati dan kesediaan menerima utusan Tuhan tidak pernah sia-sia. Setiap bentuk pelayanan dan perhatian yang diberikan dengan kasih dapat menjadi jalan hadirnya berkat dalam kehidupan.

Mazmur Tanggapan Menegaskan Kasih Setia Tuhan

Mazmur tanggapan diambil dari Mazmur 89:2-3,16-17,18-19 dengan refren:

“Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya.”

Melalui mazmur ini, umat diajak untuk mengingat bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berubah dan terus menyertai perjalanan hidup manusia dari generasi ke generasi.

Pemazmur juga mengajak umat untuk bersukacita karena Tuhan menjadi sumber kekuatan, perlindungan, dan kemuliaan bagi mereka yang hidup menurut kehendak-Nya.

Pesan tersebut selaras dengan seluruh rangkaian bacaan yang menekankan pentingnya kepercayaan kepada penyelenggaraan Tuhan dalam setiap situasi kehidupan.

Bacaan Kedua Mengajak Umat Hidup Sebagai Manusia Baru

Bacaan kedua berasal dari Roma 6:3-4,8-11. Santo Paulus mengingatkan umat bahwa melalui baptisan, orang beriman dipersatukan dengan kematian dan kebangkitan Kristus.

Karena itu, umat dipanggil untuk meninggalkan cara hidup lama yang dikuasai dosa dan mulai menjalani kehidupan baru yang berpusat pada Allah.

Paulus menegaskan bahwa sebagaimana Kristus telah bangkit dari kematian dan hidup bagi Allah, demikian pula orang beriman dipanggil untuk hidup dalam kekudusan dan menjauh dari dosa.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa iman bukan sekadar pengakuan secara lisan, melainkan harus tampak dalam tindakan nyata dan perubahan hidup sehari-hari.

Injil Menegaskan Komitmen Total dalam Mengikuti Kristus

Bacaan Injil diambil dari Matius 10:37-42. Dalam bagian ini, Yesus menegaskan bahwa siapa pun yang lebih mengasihi ayah, ibu, anak laki-laki, atau anak perempuan daripada Dia, tidak layak bagi-Nya.

Yesus juga mengingatkan bahwa setiap murid harus memikul salibnya dan mengikuti Dia. Panggilan menjadi pengikut Kristus menuntut keberanian, pengorbanan, dan kesetiaan, bahkan ketika harus menghadapi tantangan maupun penolakan.

Selain itu, Yesus memberikan penghargaan tinggi kepada siapa saja yang menerima para murid dan utusan-Nya. Bahkan tindakan sederhana seperti memberikan secangkir air kepada orang kecil sekalipun tidak akan kehilangan ganjarannya di hadapan Tuhan.

Pesan Injil ini menekankan bahwa setiap tindakan kasih, pelayanan, dan perhatian kepada sesama memiliki nilai besar dalam pandangan Allah.

Rangkaian bacaan pada Hari Minggu, 28 Juni 2026, mengajak umat untuk membangun iman yang diwujudkan melalui tindakan nyata.

Keramahan perempuan Sunem mengajarkan pentingnya keterbukaan hati terhadap sesama. Santo Paulus mengingatkan umat untuk hidup sebagai manusia baru yang meninggalkan dosa. Sementara itu, Injil mengajak setiap orang beriman untuk menempatkan Kristus sebagai prioritas utama dalam hidup.

Dengan warna liturgi hijau yang menjadi simbol pertumbuhan rohani, umat diajak untuk terus bertumbuh dalam kasih, kesetiaan, dan pelayanan sehari-hari. (anp)