News  

Hari Bhayangkara ke-80: Polda DIY Tebar Pengabdian untuk Nelayan, Umat Beragama, dan Warga Kesulitan Air

Hari Bhayangkara ke-80 di Laut Selatan/Istimewa

KabarJawa.com– Hari Bhayangkara ke-80 tidak sekadar menjadi momentum seremonial bagi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Polda DIY memilih menghadirkan makna pengabdian secara nyata.

Dari ganasnya ombak Laut Selatan, ruang-ruang ibadah yang dipenuhi doa lintas agama, hingga perbukitan tandus Gunungkidul yang selama bertahun-tahun berjuang mendapatkan air bersih, Polri menunjukkan wajah pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung pada Kamis (25/6/2026) itu menjadi potret bagaimana institusi kepolisian juga membangun hubungan emosional, memperkuat solidaritas sosial, serta menghadirkan solusi bagi kebutuhan warga.

Hari Bhayangkara ke-80 di Laut Selatan

Mentari pagi baru saja menyembul dari ufuk timur ketika puluhan nelayan mulai mempersiapkan perahu-perahu jungkung mereka di pesisir Pantai Baru Bantul, Pantai Trisik Kulon Progo, dan Pantai Ngandong Gunungkidul.

Sebanyak 45 nelayan yang tergabung dalam 15 perahu bersiap mengikuti lomba memancing yang digelar Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda DIY sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80.

Masing-masing kabupaten pesisir mengirimkan lima perahu dengan tiga nelayan di setiap armada. Sebelum mengarungi lautan, seluruh peserta memanjatkan doa bersama agar perjalanan mereka berlangsung selamat.

Dirpolairud Polda DIY Kombes Pol Sades Oloan Maruli Pardede memimpin langsung pelepasan peserta. Ia memasangkan life jacket secara simbolis kepada nelayan sekaligus menyerahkan bendera Merah Putih sebagai pengingat bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di laut.

Simbol sederhana itu menyimpan pesan mendalam. Di tengah luasnya Samudra Hindia yang terkenal memiliki karakter ombak besar dan arus kuat, setiap nelayan harus mengutamakan keselamatan sebelum mencari penghidupan.

Perahu-perahu kecil kemudian melaju meninggalkan garis pantai menuju titik pemancingan yang berada sekitar lima mil dari bibir pantai.

Ombak yang terus bergulung mengiringi perjalanan mereka. Di tengah lautan, para nelayan mulai melempar kail dengan penuh harapan.

Namun laut memiliki cerita yang berbeda, tidak seekor ikan pun berhasil mereka daratkan hingga perlombaan usai.

Bahkan beberapa nelayan harus kehilangan alat pancing setelah senarnya putus. Meski pulang tanpa hasil tangkapan, wajah para nelayan tetap memancarkan semangat kebersamaan.

Apresiasi untuk Nelayan

Polda DIY kemudian memberikan apresiasi kepada para Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) dari tiga kabupaten berupa uang pembinaan.

Tidak hanya itu, seluruh peserta juga menerima paket sembako sebagai bentuk kepedulian sekaligus tali asih kepada masyarakat pesisir.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan memancing.

Menurutnya, Polri ingin membangun komunikasi yang lebih erat dengan masyarakat pesisir yang setiap hari menggantungkan hidup pada lautan.

“Melalui kegiatan ini, Polda DIY ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya para nelayan yang setiap hari beraktivitas di laut. Selain menjaga semangat Hari Bhayangkara, kegiatan ini juga menjadi sarana membangun komunikasi dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemasangan life jacket secara simbolis menjadi pengingat pentingnya budaya keselamatan bagi seluruh nelayan.

Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menegaskan bahwa momentum Hari Bhayangkara menjadi pengingat bahwa tugas Polri tidak berhenti pada menjaga keamanan.

Menurutnya, Polri juga harus mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan masyarakat.

“Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa tugas Polri bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menghadirkan solusi atas kebutuhan masyarakat. Melalui program seperti pembangunan sumur bor dan bantuan air bersih ini, Polri ingin terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap seluruh warga dapat merawat fasilitas tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (ef linangkung)