News  

Gaji Magang Hub Kemnaker Batch 4 2026 Setara UMK, Kuota Peserta Diusulkan Naik Jadi 150 Ribu Orang

Ilustrasi Gaji Magang Hub Kemnaker Batch 4 tahun 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Peluang bagi lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus penghasilan kembali terbuka melalui program Magang Hub yang digagas pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Menjelang tahun 2026, pemerintah berencana memperluas cakupan program tersebut dengan menambah jumlah peserta secara signifikan hingga mencapai 150 ribu orang.

Selain pengalaman kerja langsung di perusahaan, peserta juga akan menerima uang saku dengan nominal setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah penempatan.

Program yang juga dikenal sebagai Magang Nasional ini menjadi salah satu jalur percepatan bagi fresh graduate untuk mengenal dunia kerja secara nyata sebelum memasuki industri secara penuh.

Tidak hanya berfokus pada pembelajaran dan peningkatan keterampilan, Magang Hub juga memberikan dukungan finansial serta perlindungan kerja bagi seluruh peserta.

Kuota Magang Hub 2026 Diusulkan Meningkat Drastis

Pemerintah menilai kebutuhan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri semakin meningkat. Karena itu, Kementerian Ketenagakerjaan mengusulkan penambahan jumlah peserta Magang Hub secara besar-besaran pada tahun 2026.

Pada pelaksanaan sebelumnya, program ini hanya menyediakan sekitar 20 ribu kuota peserta. Namun untuk batch berikutnya, Menteri Ketenagakerjaan telah mengajukan penambahan kuota kepada Presiden agar jumlah penerima manfaat dapat mencapai 150 ribu orang.

Kenaikan kuota tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan lebih luas kepada para lulusan baru untuk memperoleh pengalaman profesional sebelum benar-benar memasuki pasar kerja yang semakin kompetitif.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyesuaikan kebutuhan sumber daya manusia dengan perubahan yang terjadi di dunia industri dan ketenagakerjaan.

Gaji Magang Hub Batch 4 2026 Setara Upah Minimum Daerah

Salah satu hal yang paling banyak ditanyakan calon peserta adalah besaran uang saku atau gaji yang diterima selama mengikuti program.

Berbeda dengan program magang sukarela yang tidak selalu memberikan kompensasi finansial, Magang Hub dikelola dengan sistem yang lebih terstruktur dan profesional. Berdasarkan informasi resmi dari Kemnaker, peserta akan menerima uang saku dengan nominal yang disesuaikan dengan besaran UMK di daerah tempat mereka menjalani program magang.

Dengan skema tersebut, peserta memperoleh dukungan finansial yang layak selama menjalani proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi di perusahaan atau instansi tempat mereka ditempatkan.

Dana uang saku tersebut nantinya akan disalurkan langsung ke rekening peserta melalui jaringan bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Kebijakan ini sekaligus mengubah pandangan bahwa peserta magang hanya bekerja tanpa mendapatkan penghargaan finansial. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan ekonomi yang memadai kepada peserta selama mengikuti program.

Peserta Mendapat Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Selain uang saku bulanan, peserta Magang Hub juga mendapatkan perlindungan kerja selama masa kontrak berlangsung.

Umumnya, program magang berjalan selama enam bulan. Selama periode tersebut, pemerintah menanggung biaya perlindungan sosial bagi seluruh peserta agar mereka dapat menjalani aktivitas kerja dengan rasa aman.

Perlindungan yang diberikan mencakup:

  • Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
  • Jaminan Kematian (JKM)

Dengan adanya perlindungan tersebut, peserta dapat lebih fokus dalam mengembangkan keterampilan dan pengalaman kerja tanpa harus khawatir terhadap risiko yang mungkin terjadi selama menjalankan aktivitas magang.

Rencana peningkatan kuota hingga 150 ribu peserta menjadikan Magang Hub 2026 sebagai salah satu peluang terbesar bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman profesional secara langsung.

Selain mendapatkan pendampingan dari mentor profesional, peserta juga memperoleh kesempatan memahami budaya kerja, meningkatkan keterampilan teknis maupun nonteknis, serta membangun jaringan profesional yang dapat mendukung karier di masa depan.

Di tengah perubahan kebutuhan industri yang bergerak cepat, pengalaman kerja melalui program magang menjadi nilai tambah penting bagi pencari kerja yang baru lulus dari perguruan tinggi maupun pendidikan vokasi.

Calon peserta diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan terkait jadwal pembukaan pendaftaran, persyaratan, serta mekanisme seleksi agar tidak melewatkan kesempatan mengikuti program tersebut. (anp)