bernasnews – Hari Asyura yang jatuh pada 10 Muharram menjadi salah satu momentum istimewa dalam kalender Islam.
Pada hari tersebut, umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah dan amal saleh, termasuk menjalankan puasa Asyura sebagai bentuk syukur atas peristiwa ketika Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Firaun.
Namun, tidak semua Muslim dapat menjalankan seluruh ibadah tersebut, termasuk perempuan yang sedang mengalami haid.
Meski tidak diperbolehkan melaksanakan salat dan puasa selama masa haid, wanita Muslimah tetap memiliki kesempatan luas untuk meraih pahala di hari Asyura melalui berbagai amalan lainnya.
Sejumlah ibadah tetap dapat dilakukan untuk menghidupkan hari yang penuh keutamaan tersebut sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Memperbanyak Doa pada Waktu-Waktu Mustajab
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi wanita haid di hari Asyura adalah memperbanyak doa. Hari Asyura termasuk waktu yang istimewa untuk memohon kepada Allah SWT, sehingga umat Islam dianjurkan memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin.
Meskipun tidak melaksanakan salat, perempuan yang sedang haid tetap dapat berdoa pada berbagai waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, setelah masuk waktu salat wajib, maupun di antara azan dan ikamah.
Doa menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk menyampaikan harapan, memohon ampunan, serta meminta keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Menghidupkan Hari Asyura dengan Zikir
Berzikir menjadi amalan yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk ketika seorang wanita sedang haid. Dengan memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, seorang Muslimah tetap dapat menjaga kedekatannya dengan Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 41:
“Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.”
Selain itu, zikir juga menjadi jalan untuk memperoleh ketenangan batin sebagaimana dijelaskan dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28:
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
Memperbanyak Istighfar untuk Memohon Ampunan
Bulan Muharram sering dijadikan sebagai momentum memperbaiki diri dan membuka lembaran baru. Karena itu, memperbanyak istighfar menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama di hari Asyura.
Istighfar diyakini menjadi salah satu sebab dihapuskannya dosa, mendatangkan ketenangan hati, membuka pintu rezeki, serta memberikan jalan keluar dari berbagai kesulitan yang dihadapi seorang hamba.
Membaca Al-Qur’an dengan Cara yang Diperbolehkan
Mayoritas ulama berpendapat bahwa wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan memegang mushaf Al-Qur’an secara langsung. Meski demikian, membaca Al-Qur’an tetap dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa ketentuan.
Muslimah dapat membaca Al-Qur’an melalui aplikasi digital di telepon genggam atau menggunakan pembatas seperti kain, sarung tangan, sapu tangan, atau benda lain yang bersih dari najis ketika harus menyentuh mushaf.
Keutamaan membaca Al-Qur’an dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW:
“Siapa saja membaca satu huruf dari Kitabullah (Alquran), maka dia akan mendapat satu kebaikan. Sedangkan, satu kebaikan dilipatkan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf. Namun, alif satu huruf, lam satu huruf, mim satu huruf.” (HR Tirmidzi)
Mendengarkan Lantunan Ayat Suci Al-Qur’an
Selain membaca, mendengarkan bacaan Al-Qur’an juga menjadi amalan yang dianjurkan bagi wanita yang sedang haid di hari Asyura.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 204:
وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Wa izaa quri’al Quraanu fastami’oo lahoo wa ansitoo la ‘allakum turhamoon
Artinya:
“Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat.”
Mendengarkan ayat-ayat suci Al-Qur’an juga dapat menjadi sarana untuk menenangkan hati dan meningkatkan keimanan.
Bersedekah untuk Meraih Keberkahan
Sedekah menjadi salah satu bentuk ibadah yang dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa terkecuali, termasuk perempuan yang sedang haid.
Di hari Asyura, memperbanyak sedekah dapat menjadi salah satu cara untuk tetap menghidupkan momentum ibadah dan berbagi kepada sesama.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sedekah tidaklah mengurangi harta.” (HR Muslim)
Melalui sedekah, seorang Muslim berharap mendapatkan tambahan keberkahan, rezeki, dan balasan kebaikan dari Allah SWT.
Memperbanyak Selawat kepada Nabi Muhammad SAW
Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selain menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah, selawat juga merupakan perintah langsung dari Allah SWT.
Dalam Surah Al-Ahzab ayat 56 disebutkan:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Innal laaha wa malaaa’i katahoo yusalloona ‘alan Nabiyy; yaaa aiyuhal lazeena aamanoo salloo ‘alaihi wa sallimoo tasleemaa
Artinya:
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Memperbanyak Amal Saleh dan Kebaikan
Hari Asyura juga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan berbagai bentuk amal saleh. Kebaikan yang dilakukan, sekecil apa pun, tetap memiliki nilai di sisi Allah SWT.
Dalam Surah Az-Zalzalah ayat 7 disebutkan:
“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah (biji sawi), niscaya dia akan melihat balasannya.”
Sementara itu, Allah SWT juga berfirman dalam Surah Al-An’am ayat 160:
“Barangsiapa berbuat kebaikan, mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya.”
Karena itu, perempuan yang sedang haid tidak perlu merasa kehilangan kesempatan beribadah di hari Asyura. Melalui doa, zikir, sedekah, selawat, hingga berbagai bentuk amal kebajikan lainnya, kesempatan meraih pahala dan rahmat Allah SWT tetap terbuka lebar. (anp)












