bernasnews — Kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa terjadi di Jalan Umum Semin-Watukelir, tepatnya di Padukuhan Karanganyar, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, Senin, 22 Juni 2026 malam.
Seorang pemuda berinisial EP (20), warga Padukuhan Keringan Kidul, Kalurahan Bulurejo, Semin, meninggal dunia di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak pembatas jalan.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 WIB dan sempat menggegerkan warga sekitar.
Suara benturan keras yang terdengar di tengah suasana malam membuat sejumlah warga keluar rumah untuk mencari sumber suara. Saat tiba di lokasi, mereka mendapati seorang pengendara tergeletak di tepi jalan bersama sepeda motor yang mengalami kerusakan parah.
Beberapa warga sempat berupaya memberikan pertolongan awal. Namun kondisi korban sudah sangat kritis akibat luka berat yang dialami.
Diduga Kehilangan Kendali karena Kecepatan Tinggi
Kapolsek Semin AKP Wasdiyanto mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan kecelakaan bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AB 6586 YX dari arah utara menuju selatan.
Saat melintas di ruas jalan tersebut, korban diduga melaju dengan kecepatan cukup tinggi.
“Korban saat itu memacu motornya dengan kecepatan tinggi,” ujar AKP Wasdiyanto.
Jalan yang relatif lengang pada malam hari diduga membuat kendaraan melaju lebih cepat dari kondisi yang aman.
Ketika tiba di lokasi kejadian, korban tidak mampu mengendalikan sepeda motornya. Dalam hitungan detik, kendaraan keluar jalur dan menghantam pembatas jalan dengan keras.
Benturan tersebut menyebabkan pengendara terpental ke badan jalan.
Korban Meninggal di Lokasi Kejadian
Akibat benturan yang sangat keras, korban mengalami luka serius terutama pada bagian kepala. Petugas menyebut korban meninggal dunia di lokasi sebelum sempat mendapatkan penanganan medis.
“Setelah kejadian, pemotor meninggal dunia di lokasi karena mengalami luka yang cukup parah pada bagian kepala,” kata AKP Wasdiyanto.
Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Petugas Polsek Semin bersama tim terkait segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan area, dan mengevakuasi korban.
Warga Berkerumun Saat Evakuasi
Proses evakuasi sempat menjadi perhatian warga sekitar.
Beberapa warga terlihat berkumpul di sekitar lokasi untuk menyaksikan penanganan kecelakaan yang terjadi di jalan penghubung Semin-Watukelir tersebut.
Suasana duka terasa menyelimuti lokasi kejadian. Banyak warga mengaku prihatin karena korban masih berusia muda dan berada pada masa produktif.
Di sejumlah kecelakaan tunggal yang terjadi di jalan kabupaten, faktor kecepatan sering menjadi penyebab utama pengendara kehilangan kendali, terutama saat kondisi lalu lintas sedang sepi.
Polisi Imbau Pengendara Tidak Kebut-Kebutan
Kepolisian mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara.
Selain mematuhi aturan lalu lintas, pengendara juga diminta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan kemampuan berkendara.
“Atas kejadian tersebut, kami menghimbau kepada semua pengguna jalan untuk hati-hati dalam berkendara. Utamakan taat berlalu lintas dan tidak kebut-kebutan,” tegas AKP Wasdiyanto.
Menurut petugas, kecelakaan sering kali terjadi dalam waktu sangat singkat ketika pengendara kehilangan fokus atau tidak mampu mengendalikan kendaraan pada kecepatan tinggi.
Pengingat Penting bagi Pengguna Jalan
Kecelakaan maut di Semin ini kembali menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama setiap pengguna jalan.
Jalan yang terlihat sepi bukan berarti bebas risiko. Dalam banyak kasus, kecepatan berlebih justru meningkatkan potensi kecelakaan fatal karena pengendara memiliki waktu yang lebih sedikit untuk bereaksi saat menghadapi situasi darurat.
Kasus kecelakaan tunggal tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian. Sementara keluarga korban harus menerima kenyataan pahit kehilangan anggota keluarga di usia yang masih sangat muda akibat insiden tragis di jalan raya. (Eln)












