Panduan Doa Rosario Hari Selasa 23 Juni 2026: Umat Katolik Merenungkan Peristiwa Sedih

Ilustrasi doa Rosario hari Selasa, 7 Juli 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Panduan Doa Rosario Hari Selasa 23 Juni 2026 menjadi salah satu sarana devosi yang dapat dilakukan umat Katolik untuk menghormati Bunda Maria sekaligus memanjatkan berbagai intensi doa, mulai dari permohonan pribadi, keluarga, lingkungan, Gereja, hingga bangsa dan negara.

Pada hari Selasa, umat diajak untuk merenungkan lima Peristiwa Sedih yang menggambarkan sengsara Yesus Kristus menjelang wafat-Nya di kayu salib.

Tradisi mendaraskan Rosario telah menjadi bagian penting dalam kehidupan rohani umat Katolik. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria, Rosario juga menjadi sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah melalui permenungan atas misteri kehidupan Yesus.

Sebagaimana dijelaskan dalam laman Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, intensi yang didoakan dalam Rosario tidak terbatas pada kepentingan pribadi.

Umat dapat mempersembahkan doa bagi keluarga, masyarakat sekitar, Gereja, bahkan untuk keselamatan dan kesejahteraan negara.

Tata Cara Membuka Doa Rosario Hari Selasa 23 Juni 2026

Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib yang dilanjutkan dengan doa-doa pembuka. Susunan awal yang didaraskan meliputi:

  • Tanda Salib
  • Aku Percaya
  • Kemuliaan
  • Terpujilah
  • Bapa Kami
  • Salam Putri Allah Bapa
  • Salam Bunda Allah Putra
  • Salam Mempelai Allah Roh Kudus
  • Kemuliaan
  • Terpujilah

Setelah doa pembuka selesai, umat memasuki bagian utama Rosario dengan merenungkan lima Peristiwa Sedih.

Lima Peristiwa Sedih yang Direnungkan pada Hari Selasa

1. Yesus Berdoa kepada Bapa-Nya di Surga dalam Sakaratul Maut

Peristiwa pertama mengajak umat merenungkan doa Yesus di Taman Getsemani.

“Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambilah cawan ini dari hadapan-Ku, tetapi janganlah menurut kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mu yang terjadi.” (Mat 26: 39)

Dalam peristiwa ini, umat diajak untuk belajar menyerahkan diri kepada kehendak Allah dan percaya bahwa Tuhan selalu menyertai setiap pencobaan yang dihadapi manusia.

2. Yesus Didera

Peristiwa kedua mengenangkan penderitaan Yesus ketika mengalami siksaan sebelum penyaliban.

“Mereka memukul kepala-Nya dengan buluh, dan meludahi-Nya dan berlutut menyembah-Nya. Sesudah mengolok-olokkan Dia, mereka menanggalkan jubah ungu yang dipakai-Nya dan mengenakan lagi pakaian-Nya kepada-Nya” (Mrk 15: 19-20a)

Melalui permenungan ini, umat diajak untuk tetap teguh dalam iman serta mampu memikul salib kehidupan dengan kasih.

3. Yesus Dimahkotai Duri

Peristiwa ketiga mengingatkan umat akan penghinaan yang diterima Yesus.

“Mereka menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya diatas kepala-Nya. Kemudian mereka mulai memberi hormat kepada-Nya, katanya,”Salam, hai raja orang Yahudi!”” (Mrk 15: 17-18)

Peristiwa ini menjadi pengingat untuk senantiasa mengampuni sesama dan menjauhkan diri dari kebencian.

4. Yesus Memanggul Salib-Nya ke Gunung Kalvari

Peristiwa keempat merenungkan perjalanan Yesus menuju Golgota.

“Sambil memikul salib-Nya, Ia pergi keluar ke tempat yang bernama Tempat Tengkorak, yang dalam bahasa Ibrani disebut Golgota.” (Yoh 19: 16b)

Melalui peristiwa ini, umat diajak untuk menerima berbagai tantangan hidup dengan kesabaran dan iman yang teguh.

5. Yesus Wafat di Salib

Peristiwa terakhir mengenangkan wafat Yesus demi keselamatan manusia.

“Yesus berseru dengan suara nyaring: “Ya Bapa ke dalam tangan-Mu, Ku serahkan nyawa-Ku.” Sesudah berkata demikian Ia menyerahkan nyawa-Nya” (Luk 23: 46)

Peristiwa ini mengajak umat untuk mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Allah dan mempersiapkan diri menuju kehidupan kekal.

Doa yang Didaraskan pada Setiap Peristiwa

Pada setiap peristiwa, umat mendaraskan:

  • Bapa Kami satu kali.
  • Salam Maria sebanyak sepuluh kali.
  • Kemuliaan.
  • Terpujilah.
  • Doa Fatima.

Setelah lima peristiwa selesai, doa dilanjutkan dengan Doa kepada Santo Yusuf sebelum ditutup dengan Tanda Salib.

Doa Permohonan kepada Bunda Maria Setelah Rosario

Sesudah menyelesaikan Rosario, umat Katolik dianjurkan untuk melanjutkan dengan doa permohonan kepada Bunda Maria sebagai ungkapan penyerahan diri dan harapan agar segala intensi disampaikan kepada Allah melalui perantaraan Maria.

Salah satu doa yang dapat digunakan berasal dari Gereja Katolik Roma Basilica of the National Shrine of the Immaculate Conception di Amerika Serikat. Dalam doa tersebut, umat memohon rahmat pertobatan, keberanian memikul salib kehidupan, serta harapan agar tetap setia berjalan bersama Tuhan hingga memperoleh kebahagiaan abadi di Surga.

Makna dan Manfaat Doa Rosario dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam tradisi Gereja, Rosario tidak hanya dipahami sebagai rangkaian doa, tetapi juga sebagai pengalaman iman yang membentuk kehidupan rohani umat.

Mengutip Paroki Santo Yosep Purwokerto, berbagai janji dan manfaat yang berkaitan dengan Rosario menggambarkan bagaimana doa ini bekerja secara perlahan namun mendalam dalam kehidupan orang beriman.

Melalui Rosario, umat diajak untuk semakin mengenal Yesus Kristus, memperdalam devosi kepada Bunda Maria, serta membangun sikap penyerahan diri kepada kehendak Allah dalam setiap aspek kehidupan.

Dengan demikian, Doa Rosario hari Selasa 23 Juni 2026 menjadi kesempatan bagi umat Katolik untuk merenungkan Peristiwa Sedih sekaligus mempersembahkan berbagai intensi doa demi keselamatan diri sendiri, keluarga, Gereja, dan masyarakat luas. (anp)