bernasnews – Hari Asyura yang jatuh setiap 10 Muharram menjadi salah satu momen istimewa dalam kalender Islam. Selain dianjurkan menjalankan puasa Asyura yang memiliki keutamaan besar, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, istighfar, dan berbagai amal saleh sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keutamaan Hari Asyura telah dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa setahun yang telah lalu.”
Hadis tersebut menunjukkan besarnya rahmat Allah SWT yang diberikan kepada umat Islam pada hari tersebut. Oleh karena itu, selain berpuasa, memperbanyak doa dan dzikir juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan.
Dalam buku Keutamaan Asyura dan Bulan Muharram karya Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid dijelaskan bahwa Hari Asyura merupakan waktu yang tepat untuk memperbarui taubat, meningkatkan amal saleh, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Berikut tiga doa yang banyak diamalkan umat Islam pada 10 Muharram.
Doa Asyura yang Paling Masyhur untuk Memohon Keselamatan
Salah satu doa yang populer dibaca pada Hari Asyura tercantum dalam kitab Kanzun Najah wa Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus. Doa tersebut berisi pujian kepada Allah SWT sekaligus permohonan keselamatan dunia dan akhirat.
Bacaan Doa Asyura dalam Bahasa Arab
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ, لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّاَ إِلَيْهِ, سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَآمَّاتِ كُلِّهَا, نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلَّهَا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّاَ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, نِعمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ.
Latin
Bismillahirrahmanirrahīm, Washallallāh ala sayyidinā Muhammadin wa ‘ala ālihi wa shahbihi wa sallam. Subhānallahi milal mīzāni wa munthal ilmi wa mablaghar ridhā wa zinatal arsy, lā maljaa wa lā manja minallāhi illā ilaihi, subhānallāhi adadas syafi wal watri wa adada kalimātillāhit tāmmāti kullihā, nasalukas salāmata kullihā birahmatika yā arhamar rāhimīn, wa lā hawla wa lā quwwata illa billāhil aliyyil adzīm. Wa huwa hasbunā wa ni’mal wakīl, ni’mal mawlā wa ni’man nashīr. Wa shallallāh alā nabiyyinā khairi khalqihi sayyidinā muhammadin wa ‘ala ālihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya
“Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya. Maha Suci Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, dan sebesar timbangan ‘Arsy. Tiada tempat berlindung dan tiada tempat menyelamatkan diri dari Allah kecuali kepada-Nya.
Maha Suci Allah sejumlah bilangan genap dan ganjil, dan sejumlah kalimat-kalimat Allah yang sempurna seluruhnya. Kami memohon keselamatan sepenuhnya dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih di antara para pengasih. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Cukuplah Allah bagi kami, dan Dialah sebaik-baik wakil, sebaik-baik pelindung, dan sebaik-baik penolong. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan salam kepada Nabi kami, sebaik-baik makhluk-Nya, junjungan kami Muhammad, beserta keluarga dan sahabatnya.”
Empat Kalimat Dzikir Utama yang Dianjurkan pada Hari Asyura
Selain doa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak dzikir. Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa dzikir termasuk amalan paling utama yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.
Empat kalimat dzikir yang dianjurkan untuk dibaca pada Hari Asyura adalah:
Bacaan Dzikir
سُبْحَانَ اللهِ
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
اَللهُ أَكْبَرُ
Latin
Subhanallah
Alhamdulillah
La ilaha illallah
Allahu Akbar
Artinya
- Maha Suci Allah.
- Segala puji bagi Allah.
- Tiada Tuhan selain Allah.
- Allah Maha Besar.
Doa Asyura Sapu Jagat untuk Memohon Keberkahan Dunia dan Akhirat
Doa lainnya yang banyak diamalkan umat Islam pada 10 Muharram adalah Doa Asyura Sapu Jagat. Isi doa ini mencakup permohonan keselamatan, keberkahan hidup, serta kebaikan di dunia dan akhirat.
Bacaan Doa Asyura Sapu Jagat dalam Bahasa Arab
اَللَّهُمَّ يَا مُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ، وَيَا مُخْرِجَ ذِي النُّوْنِ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا جَامِعَ شَمْلِ يَعْقُوْبَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا غَافِرَ ذَنْبِ دَاوُدَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا كَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوْبَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، وَيَا مُسْمِعَ دُعَاءِ مُوْسَى وَهَارُوْنَ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، يَا مَنْ خَلَقَ رُوْحَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ ﷺ يَوْمَ عَاشُوْرَاءَ، يَا إِلَهَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، اقْضِ حَوَائِجَنَا فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَأَطِلْ أَعْمَارَنَا فِي طَاعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضَاكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَأَحْيِنَا حَيَاةً طَيِّبَةً، وَأَمِتْنَا عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَاْلإِيْمَانِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
Artinya
“Ya Allah, Yang melepaskan setiap kesulitan, wahai Yang mengeluarkan Dzun Nun (Nabi Yunus) pada hari Asyura, wahai Yang mengumpulkan keluarga Nabi Ya’qub pada hari Asyura, wahai Yang mengampuni Nabi Dawud pada hari Asyura, wahai Yang melepaskan kesulitan Nabi Ayyub pada hari Asyura, wahai Yang mendengar doa Nabi Musa dan Nabi Harun pada hari Asyura, wahai Yang menciptakan ruh Nabi Muhammad pada hari Asyura, wahai Tuhan dunia dan akhirat, Tiada Tuhan selain Engkau. Tunaikanlah hajat-hajat kami di dunia dan akhirat, panjangkanlah umur kami dalam ketaatan kepada-Mu, mahabbah (cinta)-Mu, dan keridhaan-Mu, wahai Yang Pengasih di antara yang mengasihi. Dan hidupkanlah kami dengan kehidupan yang baik, dan matikanlah kami dalam agama Islam dan iman, wahai Yang Pengasih di antara yang mengasihi. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad, dan ke atas keluarga dan sahabat beliau, dan segala pujian bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam.”
Hari Asyura juga dikaitkan dengan sejumlah peristiwa penting dalam sejarah para nabi. Dalam berbagai kitab sejarah Islam disebutkan bahwa Allah SWT memberikan pertolongan kepada para nabi-Nya dalam berbagai keadaan sulit. Karena itu, momentum 10 Muharram sering dimanfaatkan umat Islam untuk memperbanyak ibadah, memperbarui taubat, dan memohon keberkahan sepanjang tahun. (anp)












