bernasnews– Polres Bantul menyiapkan ratusan personel, strategi pengamanan berlapis, dan memetakan seluruh titik rawan secara detail. Aparat kepolisian tidak ingin perayaan malam Peringatan 1 Suro 1960 Tahun Jawa atau 1 Muharram 1448 Hijriah berubah menjadi potensi gangguan keamanan.
Kapolres Bantul, AKBP Bayu Puji Hariyanto, berdiri di garis depan kebijakan pengamanan ini. Ia menegaskan bahwa kepolisian telah menyiapkan kekuatan penuh untuk memastikan situasi tetap terkendali di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Polres Bantul mengerahkan 602 personel,” ujar Bayu saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin (15/6/2026).
Pengamanan Malam 1 Suro di Pantai Selatan
Polres Bantul tidak hanya menempatkan personel pada satu malam puncak, tetapi juga memperpanjang pengawasan hingga hari berikutnya, saat arus wisata masih tinggi.
Bayu menjelaskan bahwa pengamanan akan berlangsung secara berlapis. Aparat mulai bergerak sejak malam peringatan, kemudian melanjutkan pengawasan pada jalur-jalur wisata keesokan harinya.
“Pengamanan akan dilaksanakan Hari Senin, tanggal 15 Juni 2026 malam, personel Polres juga melaksanakan pengamanan jalur wisata pada tanggal 16 Juni 2026 dan Personel Polwan yang melaksanakan pengamanan di obyek wisata pada tanggal 16 Juni 2026,” urai Bayu.
Di tengah keramaian yang meningkat, Polres Bantul juga menurunkan polisi wanita (Polwan) untuk memperkuat pengamanan di kawasan wisata. Kehadiran Polwan tidak hanya memperkuat jumlah personel, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang lebih humanis di tengah masyarakat dan wisatawan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengamanan yang tidak hanya mengedepankan kekuatan, tetapi juga komunikasi dan kenyamanan publik. Polwan berada di titik-titik strategis untuk membantu pengaturan lalu lintas, memberikan imbauan, serta meredam potensi gesekan sosial di lapangan.
Fokus pengamanan utama tertuju pada kawasan pesisir selatan yang selama ini menjadi magnet utama perayaan malam 1 Suro. Aparat memetakan sejumlah titik yang setiap tahun padat dengan masyarakat.
“Sasaran pengamanan adalah tempat-tempat yang biasa digunakan untuk merayakan malam satu suro, seperti pantai selatan Bantul, seperti Pantai Parangkusumo dan Pantai Samas,” jelas Bayu.
Di lokasi-lokasi itu, polisi tidak hanya berdiri sebagai pengawas. Mereka hadir sebagai pengendali situasi, memastikan arus manusia, kendaraan, dan aktivitas masyarakat tetap berjalan tanpa menimbulkan kepadatan ekstrem.
Imbauan Aparat
Suasana yang biasanya penuh ritual, wisata, dan kerumunan massa, kini berada di bawah kendali sistem pengamanan yang lebih ketat dari tahun sebelumnya.
Namun, pengamanan tidak berhenti di bibir pantai. Polres Bantul juga memperluas jangkauan hingga jalur-jalur utama yang mengarah ke lokasi wisata. Jalanan yang biasanya padat dengan kendaraan roda dua dan roda empat pada malam peringatan 1 Suro menjadi perhatian khusus aparat.
“Selain itu anggota juga akan ditempatkan di penggal-penggal jalan untuk mengantisipasi kerawanan dan kemacetan,” ungkap Bayu.
Di titik-titik tersebut, polisi akan mengatur arus lalu lintas, mengurai potensi kepadatan, serta memastikan akses darurat tetap terbuka. Pola pengamanan ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya fokus pada lokasi akhir, tetapi juga pada seluruh rantai perjalanan masyarakat menuju kawasan wisata.
Di tengah seluruh persiapan itu, Bayu juga menyampaikan pesan yang mengandung penegasan sekaligus harapan. Ia mengajak masyarakat untuk ikut berperan menjaga ketertiban selama peringatan berlangsung. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan publik.
Ia mengingatkan bahwa malam 1 Suro bukan hanya momentum budaya dan spiritual, tetapi juga momen yang membutuhkan kedewasaan bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Bantul untuk tetap tertib dalam merayakan malam satu suro dan bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif. Apabila masyarakat melihat atau mengalami adanya gangguan kamtibmas, kami meminta agar segera melaporkannya kepada petugas kepolisian terdekat atau bisa langsung menghubungi layanan hotline call center 110 yang beroperasi selama 24 jam,” pungkas Bayu. (ef linangkung)












