Teks Doa Rosario Hari Senin, 15 Juni 2026 Peristiwa Gembira

Ilustrasi doa rosario hari Senin, 15 Juni 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Teks Doa Rosario Hari Senin, 15 Juni 2026 menjadi panduan bagi umat Katolik dalam merenungkan misteri keselamatan melalui Peristiwa Gembira.

Doa ini dilakukan dengan menggunakan Rosario sambil mendaraskan doa-doa tertentu dan merenungkan perjalanan hidup Yesus Kristus serta Bunda Maria.

Pada hari Senin, umat Katolik secara tradisional merenungkan lima Peristiwa Gembira yang berkaitan dengan kelahiran dan masa kanak-kanak Yesus.

Doa Rosario diawali dengan tanda salib, doa Aku Percaya, Kemuliaan, Terpujilah, serta tiga Salam Maria sebagai bentuk penghormatan kepada Allah Tritunggal Mahakudus.

Setelah itu, umat melanjutkan permenungan lima Peristiwa Gembira yang masing-masing disertai doa Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.

Doa Rosario dimulai dengan tanda salib:

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Kemudian dilanjutkan dengan doa Aku Percaya yang menjadi pengakuan iman umat Katolik kepada Allah Bapa, Yesus Kristus, dan Roh Kudus. Setelah itu didaraskan doa Kemuliaan, Terpujilah, Bapa Kami, serta tiga Salam Maria yang masing-masing dipersembahkan kepada Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus.

Rangkaian pembukaan ini menjadi persiapan batin sebelum memasuki permenungan lima misteri Rosario pada hari Senin.

Peristiwa Gembira Pertama Mengenang Kabar Sukacita kepada Maria

Peristiwa pertama mengingatkan umat akan saat Bunda Maria menerima kabar dari Malaikat Gabriel mengenai kelahiran Yesus.

Bacaan Injil yang direnungkan berbunyi:

“Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau; jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Luk 1:28-31)

Peristiwa ini mengajak umat untuk memiliki ketaatan dan kesediaan seperti Maria dalam menerima kehendak Tuhan.

Peristiwa Gembira Kedua Mengenang Kunjungan Maria kepada Elisabet

Peristiwa kedua berkisah tentang kunjungan Maria kepada Elisabet yang sedang mengandung Yohanes Pembaptis.

Renungan diambil dari Injil Lukas:

“Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk 1:42-43)

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya sikap melayani dan berbagi kasih kepada sesama.

Peristiwa Gembira Ketiga Mengenang Kelahiran Yesus di Betlehem

Pada misteri ketiga, umat merenungkan kelahiran Yesus Kristus di Betlehem.

Ayat Kitab Suci yang dibacakan adalah:

“Maria melahirkan seorang anak laki-laki, lalu dibungkusnya dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Luk 2:7)

Melalui peristiwa ini, umat diajak untuk mensyukuri kasih Allah yang mengutus Putra-Nya ke dunia demi keselamatan manusia.

Peristiwa Gembira Keempat Mengenang Yesus Dipersembahkan di Bait Allah

Peristiwa keempat mengisahkan saat Yesus dipersembahkan di Bait Allah dan Simeon menyampaikan nubuat kepada Maria.

Firman Tuhan yang direnungkan berbunyi:

Simeon berkata kepada Maria, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan. Kelak suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.” (Luk 2:34-35)

Peristiwa ini mengajak umat untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan serta menjadikan hidup sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya.

Peristiwa Gembira Kelima Mengenang Yesus Ditemukan di Bait Allah

Peristiwa terakhir pada hari Senin adalah peristiwa ditemukannya Yesus di Bait Allah.

Bacaan Injil yang menjadi bahan permenungan adalah:

“Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam Rumah Bapa-Ku? Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.” (Luk 2:49-50)

Melalui misteri ini, umat diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menjadikan kehendak-Nya sebagai tujuan utama kehidupan.

Setelah menyelesaikan lima Peristiwa Gembira, umat melanjutkan dengan Doa Fatima:

“Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka, Dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, Terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.”

Rosario kemudian ditutup dengan doa kepada Santo Yusuf:

“Salam, Penjaga Sang Penebus, Mempelai Santa Perawan Maria. Kepadamu, Allah mempercayakan Putra-Nya yang Tunggal. Di dalam dirimu, Maria menaruh kepercayaannya, Bersamamu, Kristus menjadi manusia. Santo Yusuf, Kepada kami, perlihatkan dirimu sebagai seorang bapa, Dan bimbinglah kami, di jalan kehidupan. Perolehkan bagi kami rahmat, belas kasih, dan keberanian, Serta lindungi kami, dari setiap kejahatan.”

Doa Rosario diakhiri dengan tanda salib:

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.

Dengan merenungkan Peristiwa Gembira pada Senin, 15 Juni 2026, umat Katolik diajak untuk semakin menghayati kasih Allah dan meneladani iman serta ketaatan Bunda Maria dalam kehidupan sehari-hari.(anp)