bernasnews– Kebahagiaan menjadi duka mendalam bagi keluarga URP (28), warga Wediutah, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul.
Perempuan muda itu seharusnya mengucap janji pernikahan pada Sabtu (30/5/2026). Namun dua hari sebelum akad nikah, ia justru terbaring koma di ruang perawatan rumah sakit. Berbagai alat medis kini membantu URP bertahan hidup.
Peristiwa yang melibatkan sebuah truk tronton itu terjadi pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di Jalan Umum Wonosari-Semanu, tepatnya di wilayah Padukuhan Nitikan Timur, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul.
Ironisnya, kecelakaan itu terjadi saat URP sedang dalam perjalanan untuk mengurus berbagai kebutuhan menjelang pernikahannya.
Saat kejadian URP mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi AB 6346 MO. Ia membonceng AUT (21), yang juga merupakan warga Wediutah, Semanu. Keduanya melaju dari arah Semanu menuju Wonosari.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwan, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika sepeda motor URP hendak berbelok ke kanan di lokasi kejadian.
Sebelum bermanuver, korban telah menghidupkan lampu sein sebagai tanda akan berbelok. Pada saat yang bersamaan, dari arah belakang melaju sebuah truk tronton Hino bernomor polisi R 8816 OC. DR (48), warga Karangasem, Sampang, Cilacap, Jawa Tengah, mengemudikan truk itu.
Jarak yang terlalu dekat membuat benturan tidak terhindar. Truk tronton yang tengah melaju di Jalan Wonosari-Semanu tersebut kemudian menghantam sepeda motor korban dari belakang.
“Truk melindas pemotor dari arah belakang,” ujar Nur Ikhwan, Jumat (29/5/2026) malam.
Benturan keras membuat kedua perempuan itu terpental. Warga sekitar yang mengetahui kejadian langsung berhamburan menuju lokasi untuk memberikan pertolongan.
URP mengalami cedera kepala berat yang menyebabkan kesadarannya menurun drastis. Tim medis kemudian menyatakan korban berada dalam kondisi koma dan membutuhkan penanganan intensif.
Sementara itu, AUT mengalami luka sobek pada lutut kaki kanan serta punggung kaki kanan. Meski mengalami luka fisik, kondisi kesadarannya tetap baik.
“AUT dalam kondisi sadar. Saat ini keduanya dirawat di rumah sakit,” tambah Nur Ikhwan.
Kabar kecelakaan tersebut dengan cepat menyebar ke lingkungan tempat tinggal korban. Suasana duka langsung menyelimuti keluarga besar URP yang sebelumnya tengah sibuk mempersiapkan rangkaian prosesi pernikahan.
Sejumlah persiapan bahkan telah hampir rampung. Undangan telah disebarkan, perlengkapan akad telah dipersiapkan, dan keluarga besar dari kedua belah pihak tinggal menunggu hari pelaksanaan pernikahan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan tingginya risiko kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Wonosari-Semanu yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat.
Pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hendak berbelok atau berpindah jalur, sementara pengemudi kendaraan besar juga harus menjaga jarak aman. (ef linangkung)












