bernasnews – Ibadah Kurban dilakukan Umat Islam di seluruh dunia. Tidak terkecuali di Indonesia yang penduduknya mayoritas memeluk agama Islam. Penyembelihan hewan Kurban dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijah setelah rangkaian sholat Idhul Adha. Penyembelihan hewan kurban bisa dilakukan juga pada hari Tasyrik tiga hari tanggal 11, 12 5 Dzulhijjah. Hari Tasyrik berakhir pada tanggal 13 saat matahari terbenam.
Untuk tahun ini Takmir Masjid Nurul Iman melakukan penyembelihan kurban setelah Sholat Adha hari Rabu 27 Mei 2026 berlangsung di komplek Masjid Nurul Iman Kaliajir Lor, Kalitirto, Berbah, Sleman, Yogyakarta.
Pada tahun ini Jamaah Masjid Nurul Iman menyembelih 9 ekor Sapi dan 13 ekor Kambing. Yang nantinya dagingnya akan dibagikan kepada yang berhak menerima semua warga padukuhan Kaliajir Lor yang terdiri dari tiga RW dan 7 RT, baik warga muslim ataupun warga non muslim tak terkecuali warga yang menempati rumah kontrak.
“Semua warga padukuhan Kaliajir Lor akan mendapatkan pembagian daging kurban, untuk mempererat kekeluargaan, kebersamaan serta memeriahkan hari raya Idul Adha.” Jelas Sukamto ketua panitia Penyembelihan Kurban Masjid Nurul Iman.
Kegiatan penyembelihan, menguliti serta memotong daging sampai pembagian dilakukan panitia yang berjumlah sekitar 100 orang saat itu memakai seragam kaos kuning.
“Seragam yang di kenakan sebagai simbul kebersamaan panitia dalam menjalankan sesuai tugas yang telah di bebankan masing-masing anggota.” Tambahnya.
Ketua Takmir Masjid Nurul Iman H. Gatot Sugiri menyampaikan bahwa Yang menjadikan beda dengan tempat penyembelihan kurban yang lain adalah wadah daging yang dipakai adalah besek dari anyaman bambu. Ditempat lain sebagian besar menggunakan wadah kantong plastik. Namun perlu disadari bahwa penggunaan kantong plastik meski lebih praktis dan lebih murah namun kantong plastik tersebut bila tidak dipakai dan dibuang sembarangan akan mencemari lingkungan. Dikarenakan plastik tidak mudah terurai.
Dengan memakai wadah besek dari anyaman bambu harapannya setelah tidak dipakai dan menjadi sampah akan mudah lapuk terurai sehingga tidak mencemari lingkungan malah akan menjadi kompos karena besek terbuat dari bambu yang merupakan bahan organik.
“Pemakaian besek sebagai wadah daging kurban sebagai upaya ikut serta menjaga lingkungan.”
Dalam kesempatan tersebut ketua Takmir menjelaskan meski sudah ada kepanitiaan namun remaja masjid Nurul Iman Kaliajir Lor (Rismanik) tetap dilibatkan membantu panitia.
“Keterlibatan Rismanik selain membantu juga sebagai ladang belajar, yang nantinya akan menggantikan Takmir Masjid yang sudah lanjut usia.” Pungkas Gatot. (Kusnadi KIM Berbah/nun)












