bernasnews — Kecelakaan tunggal menewaskan seorang pelajar terjadi di Jalan Ahmad Yani, Banguntapan, Bantul, Senin pagi, 25 Mei 2026.
Sepeda motor Honda Tiger bernomor polisi AB-6236-JK yang dikendarai korban hilang kendali di jalur menikung sebelum menghantam pohon dan masuk ke area persawahan.
Korban diketahui berinisial PRA (17), warga Pringgolayan, Banguntapan, Bantul. Pelajar tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian akibat cedera kepala berat.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB di jalur lambat utara Asrama Surya Global, Dusun Mutihan RT 01, Wirokerten, Banguntapan.
Suasana jalan yang semula lengang mendadak ramai setelah terdengar suara benturan keras dari arah tikungan. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung berlari menuju sawah di sisi jalan.
Mereka menemukan sepeda motor dalam kondisi ringsek di bagian depan, sementara korban tergeletak tidak jauh dari kendaraan.
Motor Oleng saat Melintasi Tikungan
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan kecelakaan bermula ketika korban melaju dari arah utara menuju selatan melalui jalur lambat Jalan Ahmad Yani.
“Sesampainya di lokasi kejadian yang merupakan jalan menikung, pengendara tiba-tiba hilang kendali. Kendaraan kemudian oleng ke kiri, menabrak pohon di pinggir jalan, lalu pengendara bersama sepeda motornya terjatuh ke area persawahan,” ujar Rita.
Benturan keras membuat bodi depan Honda Tiger mengalami kerusakan cukup parah. Pecahan lampu dan serpihan bodi motor sempat berserakan di pinggir jalan hingga area sawah.
Warga sekitar bersama petugas kepolisian kemudian melakukan evakuasi korban.
Korban sempat dibawa menuju RSUD Kota Yogyakarta. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka berat yang dialami di bagian kepala.
Saksi Melihat Detik-detik Motor Kehilangan Kendali
Dua saksi berada di sekitar lokasi ketika kecelakaan terjadi. Mereka adalah Aprilia Gina Risny (35), warga Perum Wates Asri, Kulonprogo, dan Muhammad Tegar Nur Irfan (23), warga Singosaren, Banguntapan.
Keduanya melihat sepeda motor tiba-tiba oleng ketika melintasi tikungan sebelum akhirnya menghantam pohon di sisi jalan.
Menurut warga sekitar, jalur lambat di kawasan tersebut memang cukup sering dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi, terutama saat kondisi lalu lintas sedang sepi pada pagi hingga siang hari.
Beberapa pengendara juga tampak memperlambat laju kendaraan setelah melihat proses evakuasi di lokasi kejadian.
Polisi Imbau Pengendara Lebih Waspada
Berdasarkan data kepolisian, korban merupakan pelajar kelahiran Bantul, 25 Maret 2009. Polisi menyebut korban diketahui cukup sering melintas di jalur tersebut dalam aktivitas sehari-hari.
“Korban memiliki pola aktivitas yang sering melewati jalan itu,” kata Rita.
Akibat kecelakaan tersebut, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp500 ribu.
Petugas kepolisian juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan kendaraan korban untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian karena kecelakaan tunggal di jalur perkotaan Bantul masih cukup sering terjadi, terutama di titik jalan menikung dan jalur yang terlihat lengang.
Polres Bantul mengimbau masyarakat, khususnya pengendara remaja, agar tidak memacu kendaraan secara berlebihan dan tetap fokus saat berkendara.
Penggunaan helm standar, menjaga kecepatan, serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi tikungan disebut menjadi faktor penting untuk mencegah kecelakaan fatal di jalan raya. (Eln)












