News  

Lansia Manusia Penting di Era Digital

Suasana seminar kemitraan Bincang Buku “Aku Terkoneksi Maka Aku Ada” di Gedung DPRD DIY, Malioboro Yogyakarta, Jumat 22/5/2026. (Foto : Y.B. Margantoro/bernasnews)

bernasnews- Banyak profesi tereliminasi karena AI termasuk akuntan. Namun sebagaimana dikatakan oleh Yuval Noah H dalam Nexus (2024), ternyata untuk lanjut usia atau lansia hal itu tidak berlaku. AI justru memperbesar nilai pengalaman, ketajaman moral dan kedalaman refleksi yang hanya dimiliki oleh lansia.

Di sisi lain, lansia agar bijak bersosial media dan aman bertransaksi online. Lansia diharapkan untuk bertanya bila ragu, jangan klik link yang tidak pasti, hindari hi-fi umum untuk transaksi, waspada atas penipuan digital, dan melindungi data pribadi.

Hal tersebut disampaikan oleh dua narasumber, Bambang Sigap Sumantri dan drg. Irene Sanita Lanny, Sp.Ort, MPH, dalam seminar kemitraan bincang buku “Aku Terkoneksi Maka Aku Ada’ dengan moderartor Sinta Herindrastuti di ruang Badan Anggaran Lantai 2 Gedung DPRD DIY, Malioboro, Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).

Acara ini dibuka oleh MC Maria Kadarsih dan kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya. Memberikan sambutan mewakili DPRD DIY Yuni Setia Rahayu dan Koordinator Penyelenggara Ons Untoro yang juuga Koordinator Sastra Bulan Purnama (SBP). Sebelum diskusi, dilakukan pembacaan puisi oleh Sonia Prabowo dan Menik Sithik.

GAGAP, HAPPY DAN WASWAS
Wartawan Kompas periode 1987 -2019 Bambang Sigap Sumantri membaca dengan jeli karya tulis dari 24 penulis termasuk pengantar dalam buku yang dia rumuskan antara gagap, happy dan waswas. Dia membuka dengan kisah pribadinya bersama cucu saat salah ambil motor sehabis dinner di sebuah resto dekat rumahnya.

“Cucu saya mengatakan, Eyang, fokus…fokus…jangan slap ambil. Itu adalah kata-kata yang sering saya gunakan untuk menasehati cucu yang ternyata menjadi senjata makan tuan,” kata dia.

Bambang Sigap membagi delapan tema atas karya buku setebal 236 halaman dengan sampul hasil ilustrasi Vincensius Dwimawan berwarna pink itu. Kedelapan tema itu adalah Manfaat konektivitas, Nostalgia dan peralihan teknologi, Bijak bermedia dan seleksi informasi, Risiko dan tantangan era digital, Karir tanpa batas, Optimisme dan kebahagiaan, Lansia menegakkan kedaulatan di tengah gempuran AI, serta Abdi dalem super-ager, laku media “jadul” memperkuat memori.

Menurut dia, tantangannya sekarang kita hidup dalam lingkugan serba cepat, instan dan dibantu media AI, jawaban tersedia dalam hitungan detik. Terjemahan, ringkasan, bahkan argumen dapat dibuat oleh AI. Semua ini memang memudahkan hidup.

“Tetapi penelitian menunjukkan otak lebih sehat jila diberi tugas berplkir berat dengan membaca panjang dan lain-lain karena akan terjadi neurogenesis yang mencegah atrofi dan kepikunan. Kebiasaan Suhardi, abdi dalem Keraton Yogyakarta, telah mencegah kepikunan. Dia membatasi diri menggunakan alat digital dan tetap menulis tangan saat masih hidup di usia lebih dari 91 tahun,” kata Sigap.

ADAPTASI DI PUSARAN DIGITALISASI
Irene Sanita Lanny yang dikenal sebagai dentisgram memaparkan materi bertajuk “Adaptasi di Pusaran Digitalisiasi”. Dia memulai menyampaikan penggolongan generasi beserta sifatnya dengan mengisahkan suasana di keluarga sendiri bersama ayah ibu, suami dan saudara. Kemudian dia menyampaikan populasi Indonesia menurut usia. Warga usia 55-64 tahun tercatat 9,7 persen dan warga 65 tahun ke atas mencapai 7,5 persen. Tercatat, populasi lansia meningkat.

“Dalam kenyaataan saat ini, semua generasi terpapar teknologi dan berbagai macam media sosial. Dimulai generasi alpha, generasi Z, generasi milenial, generasi X, generasi baby boomer dsan generasi pre-boomer atau silent gen yang berusia di atas 75 tahun,” kata dia.

Irene juga menjelaskan tentang aplikasi handphone yang paling sering digunakan lansia di Indonesia yakni whatsApp (76 persen), youtube (54 persen), facebook (46 persen), tiktok (35 persen) dan Instagram (30 persen). Selanjutnya dia menyampaikan istilah cyber crime yang paling sering mengancam lansia, ancaman kesehatan dari sosial media, serta bijak bersosial media dan aman bertransaksi online. (mar)