bernasnews – Menghadapi Hari Raya Idul Adha tahun 2026, Pemkab Sleman menghimbau kepada para penyelenggara penyembelihan hewan qurban agar selalu menjaga lingkungan tetap sehat, aman dan nyaman dengan tidak membuang limbah kotoran hasil penyembelihan hewan qurban disembarang tempat terutama di sungai.
Hal tersebut disampaikan Pemkab Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sleman yang dipaparkan oleh Plt.Kepala Dinas Lingkaran Hidup Sleman, Sugeng Riyanta, serta Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus kepada media pada Kamis (21/5/2026) di Aula Kantor Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan kabupaten Sleman.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman, Sugeng Riyanta, mengajak panitia qurban mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai saat pembagian daging. Pemkan Sleman mendorong masyarakat beralih menggunakan kemasan ramah lingkungan seperti besek bambu, daun, atau wadah lainnya.
“Kami ingin pelaksanaan qurban tidak hanya sehat, tetapi juga ramah lingkungan dan tidak menimbulkan pencemaran.
Kami dari DLH Kabupaten Sleman juga meminta panitia menyediakan lubang khusus untuk pembuangan limbah pemotongan, termasuk darah dan jeroan, agar tidak membuang ke sungai maupun saluran air”, ungkap Sugeng.
Menurutnya, limbah hewan qurban yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, hingga menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.
“Limbah organik seperti jeroan dan darah, sangat berpotensi mencemarin lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman memastikan daging qurban tetap aman dikonsumsi selama hewan dalam kondisi sehat dan proses pengolahan dilakukan secara benar.
Hat tersebut disampaikan oleh Kepala Tim Kerja Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, dr. Lina Nur Islamiyyah Yunus. Ia menerangkan hewan sehat umumnya terlihat aktif, tidak kurus, tidak cacat, memiliki nafsu makan baik, serta tidak menunjukkan gejala penyakit seperti mulut berbusa atau mata merah.
“Kami mengingatkan petugas penyembelihan hewan qurban, menjaga kebersihan diri dengan rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan memakai masker apabila sedang sakit.
Daging tetap aman dikonsumsi apabila dimasak hingga matang sempurna”, ujar dr. Lina.
Menurut Lina, bakteri maupun parasit seperti cacing hati dapat mati pada suhu tinggi. Oleh karena itu, masyarakat diminta memastikan daging dimasak benar – benar matang sebelum dikonsumsi.
Sebagai langkah akhir, Pemkab Sleman tengah menyiapkan Surat Edaran (SE) Bupati Kabupaten Sleman yang akan menjadi pedoman pelaksanaan qurban sehat dan ramah lingkungan pada Idul Adha 2026. (Nun)












