bernasnews – Umat Katolik menjalankan Doa Rosario pada Kamis, 21 Mei 2026 dengan merenungkan Peristiwa Mulia sebagai bentuk syukur atas kebangkitan Yesus Kristus dan turunnya Roh Kudus.
Peristiwa Mulia menjadi bagian penting dalam tradisi doa Rosario karena menegaskan kemenangan Allah atas maut sekaligus memuliakan kesetiaan Bunda Maria dalam karya keselamatan.
Doa ini dapat dipanjatkan secara pribadi, bersama keluarga, maupun dalam persekutuan umat selama Bulan Maria Mei 2026.
Peristiwa Mulia mengajak umat untuk merenungkan kebangkitan Kristus, kenaikan-Nya ke surga, pencurahan Roh Kudus, pengangkatan Bunda Maria ke surga, hingga penobatan Maria sebagai Ratu Surga dan Bumi. Seluruh rangkaian doa Rosario juga menjadi sarana memperkuat iman, harapan, dan ketekunan dalam hidup sehari-hari.
Makna Doa Rosario Peristiwa Mulia
Doa Rosario Peristiwa Mulia menjadi ungkapan syukur atas karya keselamatan Allah melalui Yesus Kristus. Dalam permenungan ini, umat Katolik diajak memahami bahwa penderitaan dan wafat Kristus berujung pada kemenangan hidup kekal.
Selain itu, Peristiwa Mulia juga menegaskan peran Bunda Maria yang setia mendampingi perjalanan keselamatan hingga akhirnya dimuliakan bersama Allah di surga. Karena itu, doa Rosario bukan sekadar pengulangan doa, melainkan sarana permenungan iman yang mendalam.
Tata Cara Doa Rosario Hari Kamis 21 Mei 2026
Berikut urutan lengkap tata cara Doa Rosario yang dapat dipanjatkan umat Katolik pada Kamis, 21 Mei 2026 berdasarkan dokumen Tata Doa Rosario dari Katedral Purwokerto.
1. Tanda Salib
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.
2. Doa Aku Percaya
Aku percaya akan Allah,
Bapa yang Maha Kuasa,
Pencipta langit dan Bumi;
Dan akan Yesus Kristus,
Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita;
Yang dikandung dari Roh Kudus,
Dilahirkan oleh Perawan Maria;
Yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus;
Disalibkan, wafat dan dimakamkan;
Yang turun ke tempat penantian,
Pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati;
Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Maha Kuasa;
Dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan mati.
Aku percaya akan Roh Kudus,
Gereja Katolik yang Kudus,
Persekutuan para kudus,
Pengampunan dosa,
Kebangkitan badan,
Kehidupan kekal.
Amin.
3. Doa Kemuliaan
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,
Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad.
Amin.
4. Doa Terpujilah
Terpujilah nama Yesus, Maria dan Yosef, sekarang dan selama-lamanya.
Amin.
5. Doa Bapa Kami
Bapa kami yang ada di surga,
Dimuliakanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu.
Jadilah kehendak-Mu di atas Bumi seperti di dalam surga.
Berilah kami rezeki pada hari ini,
Dan ampunilah kesalahan kami,
Seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.
Dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Amin.
Rangkaian Salam Maria dan Doa Pengantar Rosario
Setelah doa pembuka, umat melanjutkan Rosario dengan:
- Salam Putri Allah Bapa
- Salam Bunda Allah Putra
- Salam Mempelai Allah Roh Kudus
- Doa Kemuliaan
- Doa Terpujilah
Setiap doa dipanjatkan sebagai penghormatan kepada Tritunggal Mahakudus dan Bunda Maria sebelum memasuki permenungan lima peristiwa Rosario.
Lima Peristiwa Mulia dalam Doa Rosario
1. Yesus Bangkit dari Antara Orang Mati
Peristiwa pertama mengingatkan umat pada kemenangan Kristus atas maut melalui kebangkitan-Nya pada hari ketiga setelah wafat di kayu salib.
2. Yesus Naik ke Surga
Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa setelah menyelesaikan karya keselamatan di dunia.
3. Roh Kudus Turun atas Para Rasul
Roh Kudus dicurahkan kepada para rasul sehingga mereka memperoleh keberanian untuk mewartakan Injil.
4. Maria Diangkat ke Surga
Bunda Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya sebagai tanda kemuliaan serta kesetiaannya kepada Allah.
5. Maria Dimahkotai di Surga
Peristiwa terakhir menggambarkan Maria dimahkotai sebagai Ratu Surga dan Bumi bersama para kudus.
Pola Doa dalam Setiap Peristiwa Rosario
Setelah masing-masing peristiwa direnungkan, umat melanjutkan doa dengan urutan berikut:
- Doa Bapa Kami
- Salam Maria sebanyak 10 kali
- Doa Kemuliaan
- Doa Terpujilah
- Doa Fatima
Doa Fatima yang didaraskan berbunyi:
“Ya Yesus yang baik, ampunilah dosa-dosa kami. Selamatkanlah kami dari api neraka, dan hantarlah jiwa-jiwa ke surga, terlebih jiwa-jiwa yang sangat membutuhkan kerahiman-Mu. Amin.”
Rangkaian ini diulang hingga lima peristiwa selesai direnungkan.
Doa Penutup Rosario
Setelah menyelesaikan lima peristiwa, umat melanjutkan dengan Doa kepada Santo Yusuf:
“Salam, Penjaga Sang Penebus,
Mempelai Santa Perawan Maria.
Kepadamu, Allah mempercayakan Putra-Nya yang Tunggal.
Di dalam dirimu, Maria menaruh kepercayaannya,
Bersamamu, Kristus menjadi manusia.
Santo Yusuf,
Kepada kami, perlihatkan dirimu sebagai seorang bapa,
Dan bimbinglah kami, di jalan kehidupan.
Perolehkan bagi kami rahmat, belas kasih, dan keberanian,
Serta lindungi kami, dari setiap kejahatan.”
Doa Rosario kemudian ditutup dengan Tanda Salib.
Bulan Mei yang dikenal sebagai Bulan Maria menjadi momentum bagi umat Katolik untuk semakin tekun mendaraskan Rosario. Melalui Peristiwa Mulia, umat diajak memperbarui pengharapan akan kehidupan kekal sekaligus meneladani kesetiaan Bunda Maria dalam menjalankan kehendak Allah.
Doa Rosario juga menjadi sarana refleksi iman di tengah berbagai tantangan kehidupan. Dengan merenungkan setiap peristiwa, umat diharapkan semakin dekat dengan Kristus dan bertumbuh dalam kasih kepada sesama. (anp)












