bernasnews – Doa Rosario pada Rabu, 20 Mei 2026, dipanjatkan umat Katolik dalam rangka Pekan VII Paskah sekaligus Novena Roh Kudus hari ke-6, dengan merenungkan Peristiwa Mulia yang menyoroti kebangkitan dan kemuliaan Yesus Kristus serta pemuliaan Bunda Maria.
Ibadah ini menjadi bagian penting dalam kehidupan rohani umat sebagai bentuk doa, pujian, dan permohonan kepada Allah Tritunggal melalui perantaraan Santa Perawan Maria.
Doa Rosario bukan sekadar rangkaian doa lisan, tetapi juga meditasi iman yang mendalam. Melalui setiap peristiwa yang direnungkan, umat diajak menghayati karya keselamatan Allah.
Peristiwa Mulia yang didoakan setiap hari Rabu dan Minggu pada masa biasa ini menegaskan kemenangan Kristus atas maut serta harapan akan kehidupan kekal.
Selain itu, dalam suasana Novena Roh Kudus, doa Rosario menjadi sarana memohon bimbingan Roh Kudus agar umat semakin teguh dalam iman, harapan, dan kasih.
Susunan Doa Pembuka Rosario
Ibadah Rosario diawali dengan Tanda Salib sebagai pernyataan iman kepada Allah Tritunggal:
“Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Amin.”
Kemudian dilanjutkan dengan doa “Aku Percaya” sebagai pengakuan iman umat Katolik, diikuti doa Kemuliaan, doa Terpujilah, serta doa Bapa Kami.
Selanjutnya, umat mendaraskan tiga Salam Maria dengan intensi khusus:
- Salam Putri Allah Bapa
- Salam Bunda Allah Putra
- Salam Mempelai Allah Roh Kudus
Rangkaian pembuka ditutup dengan doa Kemuliaan dan Terpujilah.
Peristiwa Mulia I: Kebangkitan Yesus dari Kematian
Peristiwa pertama menegaskan iman akan kebangkitan Kristus, sebagaimana tertulis:
“Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakannya.”
Renungan ini mengajak umat untuk melanjutkan misi pewartaan Injil sebagai wujud iman yang hidup. Setiap peristiwa dilanjutkan dengan doa Bapa Kami, sepuluh Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima.
Peristiwa Mulia II: Kenaikan Yesus ke Surga
Peristiwa kedua menggambarkan kenaikan Yesus ke surga yang disaksikan para rasul:
“Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.”
Maknanya menegaskan bahwa Allah senantiasa menjadi tumpuan hidup dan harapan umat hingga akhir zaman.
Peristiwa Mulia III: Turunnya Roh Kudus
Peristiwa ketiga berfokus pada pencurahan Roh Kudus atas para rasul:
“Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk… lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.”
Renungan ini mengajak umat untuk terbuka terhadap karya Roh Kudus dalam hidup sehari-hari serta hidup dalam kebenaran dan kasih.
Peristiwa Mulia IV: Maria Diangkat ke Surga
Peristiwa keempat menegaskan iman akan pengangkatan Bunda Maria ke surga:
“Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal.”
Peristiwa ini menjadi pengingat akan janji kehidupan kekal bagi umat beriman.
Peristiwa Mulia V: Maria Dimahkotai di Surga
Peristiwa terakhir menggambarkan kemuliaan Maria sebagai Ratu Surga:
“Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang diatas kepalanya.”
Renungan ini menegaskan Maria sebagai teladan iman dan kasih bagi seluruh umat.
Melalui rangkaian Doa Rosario Peristiwa Mulia, umat diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah serta meneladani kehidupan Yesus dan Maria. Doa ini tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana memperdalam iman dan memperkuat harapan akan keselamatan.
Dengan merenungkan setiap peristiwa, umat diharapkan mampu menjalani kehidupan sehari-hari dengan semangat Injil serta dipenuhi kasih Roh Kudus. (anp)












