bernasnews — MINERSOLUTION ID bekerja sama dengan Indonesian Certification Center (ICC) menggelar kegiatan Sertifikasi GIS BNSP, bertempat di Hotel Ayaartta Malioboro, Yogyakarta, pada tanggal 19 – 21 Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai perguruan tinggi dan perusahaan, di antaranya Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sumatera, PT Indonesia Morowali Industrial Park, PT Amita Vidura Technology, serta PT Rehabilitasi Lingkungan Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, MINERSOLUTION ID bersama ICC menghadirkan Dwi Sulistyo, S.Si sebagai instruktur, yang memberikan pembekalan dan pendampingan kepada peserta selama proses pelatihan dan uji kompetensi berlangsung.
Kegiatan diselenggarakan sebagai upaya peningkatan kompetensi sumber daya manusia di bidang geospasial yang saat ini semakin dibutuhkan di berbagai sektor, mulai dari industri, lingkungan, pertambangan, hingga perencanaan wilayah.
“Penguasaan GIS saat ini bukan lagi menjadi kompetensi tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan di banyak bidang pekerjaan,” ujar Dwi Sulistyo, saat membuka sesi pelatihan, Selasa (19/5/2026)
Program ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang informasi geospasial serta Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial yang menegaskan pentingnya tenaga kerja kompeten dalam pengelolaan data spasial.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan terkait pengoperasian perangkat lunak GIS, pengolahan data geospasial, analisis peta, hingga pengendalian kualitas pekerjaan GIS. Materi disusun sesuai jenjang kompetensi mulai dari Operator GIS, Analis GIS, hingga Ahli Muda/Supervisor GIS.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan kombinasi materi dan praktik langsung menggunakan perangkat lunak GIS. Peserta terlihat aktif mengikuti simulasi pengolahan data spasial serta diskusi mengenai penerapan GIS di lingkungan kerja masing-masing.
“Yang terpenting bukan hanya memahami software, tetapi bagaimana data geospasial bisa diolah menjadi informasi yang akurat dan dapat digunakan dalam pengambilan keputusan,” kata Dwi Sulistyo, di sela sesi praktik.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan uji kompetensi untuk memastikan peserta memenuhi standar kompetensi yang dipersyaratkan di bidang sistem informasi geografis.
Menurut Dwi Sulistyo, kebutuhan tenaga kerja yang memiliki kompetensi geospasial terus meningkat seiring berkembangnya penggunaan data spasial di berbagai sektor.
“GIS saat ini digunakan hampir di semua sektor. Karena itu kompetensi dan pemahaman terhadap data spasial menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh Sertifikat Kompetensi BNSP sebagai pengakuan resmi atas kemampuan di bidang sistem informasi geografis.
Melalui kolaborasi antara MINERSOLUTION ID dan ICC ini, diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang geospasial sekaligus menjawab kebutuhan industri dan dunia akademik terhadap tenaga profesional yang kompeten.
Informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan dan sertifikasi lainnya dapat diperoleh melalui Indonesian Certification Center (ICC) melalui website resmi di www.minersolution.id dan www.indonesiancertification.com (*/ ted)












