Lakukan 6 Amalan Bulan Dzulhijjah 2026, Pahala Berlipat dan Penuh Berkah

Ilustrasi 10 Muharram memperingati hari apa? (Pixabay.com)

bernasnews – Bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah atau tahun 2026 menjadi momentum istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh.

Bulan ini termasuk dalam empat bulan haram (suci) yang dimuliakan Allah SWT, di mana setiap kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya, sementara dosa yang dilakukan juga memiliki konsekuensi lebih berat.

Karena itu, umat Muslim dianjurkan untuk memanfaatkan Dzulhijjah dengan berbagai amalan utama seperti haji, puasa, kurban, hingga memperbanyak doa.

Keutamaan bulan Dzulhijjah sebagai salah satu bulan haram ditegaskan dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

Artinya: “Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa.”

Keutamaan Dzulhijjah sebagai Bulan Haram

Dzulhijjah memiliki kedudukan tinggi dalam Islam karena menjadi waktu pelaksanaan ibadah haji serta Hari Raya Iduladha. Selain itu, sepuluh hari pertama di bulan ini disebut sebagai waktu terbaik untuk beramal saleh.

Momentum ini menjadi peluang besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

1. Menunaikan Ibadah Haji dan Umrah

Ibadah haji merupakan amalan utama di bulan Dzulhijjah sekaligus rukun Islam kelima bagi yang mampu secara fisik dan finansial. Perintah menunaikan haji dijelaskan dalam surat Al-Hajj ayat 27:

وَأَذِّن فِى ٱلنَّاسِ بِٱلْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِن كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Latin: Wa adz-dzin fin-naasi bil-hajji ya’tuuka rijaalan wa ‘alaa kulli dhaamirin ya’tiina min kulli fajjin ‘amiiq.

Artinya: “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”

2. Puasa Sembilan Hari Pertama Dzulhijjah

Bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji, dianjurkan untuk menjalankan puasa sunnah pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, meliputi:

  • Puasa Dzulhijjah (1-7 Dzulhijjah)
  • Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)
  • Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Keutamaan puasa Arafah disebutkan dalam hadis riwayat Muslim:

سئل رسول الله ﷺ: عن صوم يوم عرفة؟ قال: “يكفر السنة الماضية والباقية”

Latin: Su’ila rasulullaahi shallallaahu ‘alaihi wa sallam: ‘an shaumi yaumi ‘arafah? Qaala: “Yukaffirus sanatal maadhiyata wal baaqiyata.

Artinya: “Rasulullah SAW ditanya tentang puasa Arafah, beliau menjawab: Puasa tersebut akan melebur dosa yang lampau maupun yang akan datang.”

3. Menyembelih Hewan Kurban saat Iduladha

Amalan penting lainnya adalah berkurban pada 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah). Ibadah ini merupakan bentuk ketakwaan dan meneladani Nabi Ibrahim AS.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Kautsar ayat 2:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ

Latin: Fa shalli lirabbika wanhar.

Artinya: “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”

Rasulullah SAW juga memberikan peringatan keras bagi yang mampu tetapi tidak berkurban:

مَنْ كَانَ للهُ سَعَة وَلمْ يَضَحْ فَلا يَقْربَنَّ مُصَلَّانَا

Latin: Man kaana lahu sa’atun wa lam yudhahhi fa laa yaqrabanna mushallaanaa.

Artinya: “Barangsiapa yang mampu berkurban tetapi tidak melakukannya, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

4. Menunaikan Salat Idul Adha Berjamaah

Salat Iduladha menjadi bagian dari syiar Islam yang dilaksanakan secara berjamaah pada 10 Dzulhijjah. Ibadah ini menandai dimulainya penyembelihan hewan kurban sekaligus momentum kebersamaan umat Muslim dalam mengagungkan Allah SWT.

5. Memperbanyak Taubat dan Doa, Khususnya di Hari Arafah

Hari Arafah (9 Dzulhijjah) dikenal sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa. Umat Islam dianjurkan memperbanyak istighfar, taubat, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Dalam riwayat Imam Tirmidzi disebutkan bahwa sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan pada Hari Arafah.

6. Memperbanyak Sedekah dan Amal Saleh

Amalan lain yang dianjurkan adalah memperbanyak sedekah dan berbagai bentuk amal saleh. Sedekah di bulan Dzulhijjah memiliki nilai pahala berlipat, baik dalam bentuk materi, makanan, maupun berbagi daging kurban.

Rasulullah SAW menegaskan bahwa amal saleh pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah merupakan amalan yang paling dicintai Allah SWT (HR. Ahmad).

Dengan berbagai keutamaan tersebut, bulan Dzulhijjah menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan. Umat Islam dianjurkan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini karena pahala yang dijanjikan berlipat ganda.

Memanfaatkan Dzulhijjah dengan optimal tidak hanya berdampak pada kehidupan spiritual, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial melalui ibadah kurban dan sedekah. (anp)