News  

ICC Gelar Diklat dan Sertifikasi Supervisi Kaizen Lean BNSP untuk PT Sinar Jernih Suksesindo

Peserta program peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui Diklat dan Sertifikasi Skema Supervisi Kaizen Lean berbasis BNSP. (Foto: Istimewa)

bernasnewsIndonesian Certification Center (ICC) kembali menyelenggarakan program peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui Diklat dan Sertifikasi Skema Supervisi Kaizen Lean berbasis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang diikuti peserta dari PT Sinar Jernih Suksesindo.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Hotel Alia Boutique Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada Selasa (19/5/2026). Sementara proses asesmen kompetensi dijadwalkan berlangsung Rabu, 20 Mei 2026.

Program ini mengacu pada SKKNI Nomor 26 Tahun 2021 tentang Lean Manufacturing pada Jabatan Kerja Kaizen Man sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi industri melalui budaya perbaikan berkelanjutan (continuous improvement).

Pelaksanaan program ini menjadi respons atas kebutuhan industri terhadap sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi pemborosan (waste), memperbaiki alur proses produksi, serta memastikan implementasi perbaikan berjalan secara konsisten.

Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pembekalan materi terkait penerapan lean manufacturing, mulai dari penyusunan Value Stream Mapping (VSM), analisis aliran proses, hingga perumusan solusi perbaikan sistem produksi.

Peserta juga dibekali kemampuan dalam merancang solusi pada sistem tarik (pull system), memperbaiki proses antar lini produksi, serta melakukan monitoring hasil implementasi solusi lean manufacturing.

Pendekatan pelatihan dirancang secara aplikatif melalui simulasi, studi kasus, dan latihan unjuk kerja agar peserta mampu mengimplementasikan kompetensi secara langsung di lingkungan kerja.

Kegiatan ini menghadirkan Arief Chaeriono sebagai instruktur, yang memberikan pembekalan teknis kepada peserta selama program berlangsung.

Dalam sesi pelatihan, Arief menekankan bahwa penerapan Kaizen Lean bukan hanya soal efisiensi kerja, tetapi juga membangun budaya perbaikan yang dilakukan secara konsisten di seluruh lini perusahaan.

Lean bukan sekadar mengurangi pemborosan, tetapi bagaimana perusahaan mampu menciptakan proses kerja yang lebih efektif, cepat, dan bernilai tambah secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan implementasi lean sangat bergantung pada keterlibatan seluruh tim dalam melakukan evaluasi dan perbaikan proses kerja.

“Perbaikan kecil yang dilakukan terus-menerus akan menghasilkan perubahan besar terhadap produktivitas perusahaan,” lanjutnya.

Setelah pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi oleh asesor LSP melalui tahapan verifikasi, ujian, dan wawancara. Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat resmi dari BNSP.

ICC menyebut program ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan SDM industri yang lebih kompeten, adaptif, dan siap bersaing di tengah tuntutan efisiensi industri modern.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan pelatihan serupa, kunjungi:
www.indonesiancertification.com (*/ ted)