bernasnews – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, umat Islam dianjurkan tidak hanya fokus pada ibadah kurban, tetapi juga mempersiapkan diri dengan berbagai amalan sunnah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw.
Amalan ini dapat dilakukan sejak malam 10 Zulhijah hingga hari-hari Tasyrik, sebagai bentuk penguatan iman, peningkatan ketakwaan, serta wujud kecintaan kepada Allah Swt.
Dengan menjalankan amalan sunnah ini, umat Muslim berpeluang meraih pahala berlimpah sekaligus menghidupkan nilai spiritual Idul Adha.
Makna Idul Adha dan Keteladanan Nabi Ibrahim
Hari Raya Idul Adha tidak lepas dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as. Peristiwa tersebut menjadi simbol ketaatan total kepada Allah Swt, meskipun harus menghadapi ujian berat. Nilai keikhlasan dan kepatuhan inilah yang menjadi landasan utama ibadah di hari raya kurban.
Semangat tersebut diharapkan dapat diteladani oleh umat Islam, tidak hanya melalui penyembelihan hewan kurban, tetapi juga dengan menghidupkan berbagai amalan sunnah yang menyertai perayaan Idul Adha.
1. Mengumandangkan Takbir Sejak Malam Idul Adha
Takbir menjadi salah satu syiar utama yang dianjurkan untuk dikumandangkan sejak matahari terbenam pada 9 Zulhijah hingga 13 Zulhijah saat waktu Asar. Kumandang takbir merupakan bentuk pengagungan kepada Allah serta ajakan bagi sesama Muslim untuk memperbanyak zikir.
2. Mandi Besar Sebelum Salat Id
Mandi besar sebelum pelaksanaan salat Id termasuk sunnah yang dianjurkan. Praktik ini merujuk pada kebiasaan sahabat Nabi.
“Dari Nafi’, beliau mengatakan bahwa Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma mandi pada Hari Idulfitri sebelum berangkat ke lapangan.”
(HR Malik dan Asy-Syafi’i)
3. Mengenakan Pakaian Terbaik
Umat Islam dianjurkan memakai pakaian terbaik saat salat Idul Adha. Tidak harus baru atau mahal, tetapi yang paling layak dan bersih.
“Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya’.”
(HR Hakim)
4. Menggunakan Wewangian
Selain berpakaian rapi, menggunakan wewangian juga menjadi sunnah. Hal ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan diri dan orang lain saat beribadah.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk memakai pakaian terbaik yang kami miliki pada dua hari raya dan memakai minyak wangi.”
(HR Hakim)
5. Tidak Makan Sebelum Salat Id
Berbeda dengan Idulfitri, pada Idul Adha umat Islam dianjurkan menunda makan hingga selesai melaksanakan salat Id. Setelah itu, disunahkan untuk segera makan, terutama dari daging kurban jika tersedia.
6. Datang Lebih Awal ke Lokasi Salat
Berangkat lebih awal menuju tempat salat Id memberi kesempatan untuk memperbanyak zikir, takbir, dan doa. Selain itu, jamaah dapat mengikuti rangkaian ibadah dengan lebih khusyuk tanpa terburu-buru.
7. Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat
Jika memungkinkan, umat Islam dianjurkan berjalan kaki menuju lokasi salat Id, mengikuti kebiasaan Rasulullah Saw.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat salat Id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki.”
(HR Ibnu Majah)
8. Mengambil Rute Berbeda Saat Pergi dan Pulang
Sunnah lain yang dianjurkan adalah melewati jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang dari salat Id.
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika salat Id, beliau lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.”
(HR Al Bukhari)
Hikmahnya antara lain memperluas silaturahmi dan memungkinkan bertemu lebih banyak orang.
9. Mengajak Keluarga ke Tempat Salat
Rasulullah Saw menganjurkan agar wanita dan anak-anak turut hadir di lokasi salat Id, meskipun tidak semuanya melaksanakan salat. Mereka tetap dapat mendengarkan khutbah yang disampaikan.
10. Mempererat Silaturahmi
Usai salat Id, umat Islam dianjurkan saling berkunjung, berbagi hidangan, dan mengucapkan selamat. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam untuk menjaga hubungan sosial.
“… dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”
(QS. An-Nisa: 1)
11. Menunjukkan Kebahagiaan di Hari Raya
Idul Adha merupakan momen untuk menampakkan rasa syukur dan kebahagiaan. Umat Islam dianjurkan tampil ceria dan berbagi kegembiraan dengan orang lain.
“Sesungguhnya di setiap umat ada hari raya, dan ini (Iduladha dan Idulfitri) adalah hari raya kita.” (HR Bukhari dan Muslim)
Keceriaan ini menjadi simbol syukur atas nikmat Allah sekaligus memperkuat kebersamaan dalam masyarakat.
Dengan menjalankan 11 amalan sunnah tersebut, umat Islam dapat menyambut Idul Adha 2026 dengan lebih bermakna. Ibadah tidak hanya terbatas pada kurban, tetapi juga mencakup berbagai bentuk penghambaan yang memperkaya spiritualitas dan mempererat hubungan sosial.
Momentum ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri sebagai hamba Allah, sekaligus meneladani ajaran Rasulullah Saw dalam kehidupan sehari-hari. (anp)











