Panduan Doa Novena Roh Kudus Hari Kedua, 15 Mei 2026: Memohon Karunia Kebijaksanaan dalam Hidup Sehari-hari

Ilustrasi doa Novena Roh Kudus hari kedua, 15 Mei 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Umat Katolik pada Jumat, 15 Mei 2026, melanjutkan rangkaian Novena Roh Kudus dengan memasuki hari kedua yang berfokus pada permohonan Karunia Kebijaksanaan.

Ibadah ini bertujuan agar umat mampu memahami nilai-nilai ilahi, mengutamakan kehendak Tuhan, serta menghadapi berbagai tantangan hidup dengan hikmat yang berasal dari Roh Kudus.

Susunan Lengkap Doa Novena Roh Kudus Hari Kedua

Rangkaian doa Novena Roh Kudus hari kedua diawali dengan Tanda Salib sebagai pembuka, dilanjutkan dengan doa tobat “Saya Mengaku”.

Setelah itu, umat dapat melanjutkan dengan doa pembuka, bacaan dari bulan katekese liturgi, serta doa Rosario apabila diadakan dalam lingkungan masing-masing.

Inti ibadah terletak pada doa novena hari kedua yang secara khusus memohon anugerah kebijaksanaan dari Roh Kudus, dilanjutkan dengan doa-doa pendukung hingga penutup.

Doa Novena Hari Kedua: Memohon Hikmat Ilahi

Dalam doa utama hari kedua, umat diajak untuk memohon kehadiran Roh Kebijaksanaan agar mampu memahami misteri surgawi serta menempatkan nilai rohani di atas kepentingan duniawi.

Berikut isi doa Novena ke-2:

“Datanglah dan terimalah kami, O Roh Kebijaksanaan, dan ungkapkanlah kepada jiwa kami misteri-misteri hal-hal surgawi, di dalam kebesaran, kekutan dan keindahannya yang luar biasa. Ajari kami untuk mencintai semua itu lebih dan di atas semua kegembiraan dan kepuasan yang ada di dalam dunia dan untuk memilih hikmat-Mu daripada apa yang disebut hikmat dalam dunia ini.

Bantulah kami untuk bertumbuh dalam kebijaksanaan-Mu terutama pada saat menghadapi godaan, cobaan, dan semua tantangan sehari-hari. Amin.”

Setelah doa ini, umat melanjutkan dengan doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan, kecuali jika sudah didoakan dalam rangkaian Rosario.

Doa Penyerahan kepada Roh Kudus

Sebagai bentuk totalitas iman, umat kemudian melanjutkan dengan doa penyerahan diri kepada Roh Kudus. Doa ini menjadi ungkapan komitmen untuk hidup dalam terang dan kehendak Allah.

Berikut isi doa penyerahan:

“Di hadapan para saksi surgawi, kami persembahkan diri kami, jiwa dan raga kami kepada-Mu, Roh Abadi Allah. Kami memuji kecemerlangan kemurnian-Mu, keadilan-Mu, dan cinta tak terbatas-Mu. Engkaulah kekuatan dan terang jiwa kami. Di dalam Engkaulah kami hidup dan menjadi diri kami.

Kami bertekad tidak akan mengecewakan-Mu dengan ketidaksetiaan, dan kami berdoa dengan segenap hati kami meminta pertolongan untuk menghindari dosa terkecil pun terhadap Engkau.

Jagalah dengan belas kasih-Mu setiap pikiran kami, dan berilah agar kami selalu mengarahkan diri pada cahaya-Mu, mendengarkan suara-Mu, dan mengikuti kehendak-Mu. Kami bergantung kepada-Mu, menyerahkan diri kami sepenuhnya kepada-Mu, dan memohon kebaikan-Mu untuk menjaga kami dalam kelemahan kami.

Kami memohon kepada-Mu, ya Roh terpuji, penolong dalam kelemahan kami, agar Engkau senantiasa menjaga kami dalam rahmat-Mu dan mengaruniakan kepada kami tekad yang kuat untuk membangun Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Berilah kami, ya Roh Kudus, Roh Allah dan Putra, agar kami dapat berkata kepada-Mu selalu dan di mana saja: “Berbicaralah Tuhan sebab hamba-Mu mendengarkan.” Amin.”

Doa Mohon Karunia Roh Kudus

Doa selanjutnya berisi permohonan tujuh karunia Roh Kudus yang menjadi fondasi kehidupan rohani umat.

Berikut isi doa:

“O Tuhan Yesus Kristus, sebelum naik ke surga, Engkau berjanji mengutus Roh Kudus untuk menyelesaikan pekerjaan-Mu di bumi.

Berikanlah Roh Kudus yang sama agar jiwa kami dikuduskan dan bertumbuh dalam kasih-Mu.

Berilah kami Roh Kebijaksanaan supaya kami membenci hal-hal yang sia-sia di dunia ini dan menginginkan hal-hal yang abadi.

Berilah kami Roh Pengertian untuk mencerahkan pikiran kami dengan cahaya kebenaran ilahi-Mu.

Berilah kami Roh Nasihat agar kami dapat selalu memilih cara yang paling pasti untuk menyenangkan Engkau dan mendapatkan surga.

Berilah kami Roh Keperkasaan agar kami dapat memikul salib kami bersama-Mu dan memiliki keberanian untuk menghadapi semua rintangan yang menghalangi keselamatan kami.

Berilah kami Roh Pengenalan agar kami dapat mengenal Allah dan mengenal diri kami sendiri serta bertumbuh dalam kekudusan.

Berilah kami Roh Kesalehan agar kami boleh menemukan bahwa pelayanan kepada Allah adalah membahagiakan.

Berilah kami Roh Takut akan Allah supaya kami dipenuhi dengan rasa hormat penuh kasih sayang terhadap Allah dan takut untuk tidak menyenangkan-Nya dengan cara apa pun.

Bantulah kami, ya Tuhan, untuk menjadi salah satu dari murid-murid sejati-Mu dan hidupkanlah Roh-Mu dalam segala hal pada diri kami. Amin.”

Tanda Salib

Rangkaian doa diakhiri dengan doa penutup dan Tanda Salib sebagai simbol iman dan peneguhan rohani. Novena hari kedua ini menegaskan pentingnya kebijaksanaan sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan, terutama dalam menghadapi godaan, cobaan, serta berbagai tantangan zaman.

Melalui doa ini, umat diharapkan semakin mampu membedakan nilai yang sejati dan yang fana, serta tetap setia pada kehendak Tuhan dalam setiap langkah kehidupan. (anp)