News  
Penemuan Tengkorak di Sungai Bedog/Foto: Istimewa

5bernasnews– Jajaran Polres Bantul akhirnya berhasil mengungkap identitas salah satu dari jenazah atau jasad di aliran sungai Bedog Pajangan Bantul beberapa hari lalu. Salah satu jasa tersebut merupakan Warga Kecamatan Bantul.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan usai menemukan jasad tersebut pihaknya langsung mengirim ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses identifikasi.

Pihaknya juga menyebar pengumuman jika ada warga yang merasa keluarganya hilang untuk segera melapor dan melakukan tes DNA.

“Kebetulan ada yang melapor ke kami. Terus kami dalami,” ujar dia Kamis (14/5/2026)

Identitas Mayat di Sungai Bedog

Selasa (12/5/2026) Sekira pukul 11.00 WIB, Polisi melaksanakan wawancara terhadap keluarga yang melaporkan orang hilang di Dusun. Tegaldowo Dk. Grujugan Rt.02, Bantul, Bantul, Bantul.

Hasil wawancara menyebut jasad yang hilang identik dengan keluarga mereka

Dalam wawancara, keluarga menerangkan identitas keluarganya yang sudah hilang tersebut. Ia adalah Sumadi (54), buruh harian lepas yang tinggal di Dsn. Tegaldowo Dk. Grujugan Rt.02, Bantul, Bantul, Bantul

Keluarga juga menunjukkan bukti celana dalam milik keluarganya yang hilang tersebut.

“Kemudian, gigi depan atas kanan merupakan gigi palsu,” tambahnya.

Keluarga itu juga menerangkan bahwa keluarga yang hilang tersebut dalam masa kontrol dan obat dari Rs. Panembahan Senopati.

Kemudian, tim berkoordinasi dengan RS Bhayangkara dengan hasil ada kesamaan ciri gigi depan bagian atas sebelah kanan.

Kemudian, celana dalam jenazah identik dengan celana yang ditunjukkan oleh keluarga yang merasa kehilangan

“Jenazah kemudian dapat diambil okeh keluarga di RS. Bhayangkara Polda D.I.Yogyakarta,” terangnya.

Rita menegaskan jenazah yang terungkap identitasnya itu adalah jasad yang separuh masih utuh. Jasad tersebut adalah yang pertama ditemukan oleh warga sekitar.

Penemuan Mayat

Warga Dusun Mangir Tengah, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, sebelumnya gempar dengan penemuan mayat manusia di aliran Sungai Bedog pada Senin (11/5/2026) siang.

Situasi semakin mencekam setelah petugas menemukan tengkorak manusia berlumut hanya beberapa meter dari lokasi penemuan mayat pertama.

Kasi Humas Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, laporan penemuan mayat masuk ke Polsek Pajangan sekitar pukul 11.30 WIB.

Setelah menerima informasi dari warga, personel kepolisian langsung bergerak menuju lokasi kejadian di Dusun Mangir Tengah RT 004, Sendangsari, Pajangan, Bantul.

“Petugas segera mendatangi tempat kejadian perkara setelah menerima laporan dari masyarakat,” ujar Rita.

Penemuan mayat tersebut bermula ketika seorang pelajar bernama Endri Widiatmoko memancing di Sungai Bedog. Siang itu, suasana sungai terlihat normal seperti biasanya.

Aliran air mengalir pelan di antara tumpukan sampah dan ranting yang terbawa arus.

Saat sedang mencari posisi memancing, Endri melihat sebuah celana berwarna gelap tersangkut di antara tumpukan sampah di pinggir sungai.

Awalnya, dia mengira benda tersebut hanyalah pakaian bekas yang hanyut terbawa arus air. Namun, rasa penasaran membuat Endri mendekati lokasi tersebut.

Ketika jaraknya semakin dekat, dia justru melihat bagian tubuh manusia dalam kondisi mengenaskan.

Tubuh itu sudah membusuk dan sebagian besar berubah menjadi tulang belulang.

Penemuan tersebut membuat Endri panik. Dia segera meninggalkan lokasi dan pulang untuk memberitahukan kejadian itu kepada Yatiman, warga setempat yang tinggal di sekitar lokasi penemuan.

Keduanya kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Dukuh Mangir Tengah. Informasi itu lalu diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Sendangsari sebelum akhirnya dilaporkan secara resmi ke Polsek Pajangan.

Tidak lama kemudian, personel Polsek Pajangan bersama tim Inafis Polres Bantul, tenaga medis dari Puskesmas Pajangan, relawan GPRB Sendangsari, dan PMI Bantul tiba di lokasi kejadian.

Saat proses identifikasi berlangsung, petugas kembali menemukan bagian tubuh manusia lain berupa tengkorak yang berada sekitar tiga meter dari lokasi penemuan mayat pertama.

Kondisi tengkorak tersebut sudah penuh lumut dan tidak ada bagian tubuh lain. (ef linangkung)