bernasnews– Warga Dusun Mangir Tengah, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, gempar dengan penemuan mayat manusia di aliran Sungai Bedog pada Senin (11/5/2026) siang.
Situasi semakin mencekam setelah petugas menemukan tengkorak manusia berlumut hanya beberapa meter dari lokasi penemuan mayat pertama.
Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar. Sebagian warga tampak berdiri di kejauhan sambil memperhatikan proses evakuasi aparat kepolisian dan tim medis.
Penemuan Mayat di Sungai Bedog
Kasi Humas Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, laporan penemuan mayat diterima Polsek Pajangan sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah menerima informasi dari warga, personel kepolisian langsung bergerak menuju lokasi kejadian di Dusun Mangir Tengah RT 004, Sendangsari, Pajangan, Bantul.
“Petugas segera mendatangi tempat kejadian perkara setelah menerima laporan dari masyarakat,” ujar Rita.
Penemuan mayat tersebut bermula ketika seorang pelajar bernama Endri Widiatmoko memancing di Sungai Bedog. Siang itu, suasana sungai terlihat normal seperti biasanya. Aliran air mengalir pelan di antara tumpukan sampah dan ranting yang terbawa arus.
Saat sedang mencari posisi memancing, Endri melihat sebuah celana berwarna gelap tersangkut di antara tumpukan sampah di pinggir sungai. Awalnya, dia mengira benda tersebut hanyalah pakaian bekas yang hanyut terbawa arus air.
Namun, rasa penasaran membuat Endri mendekati lokasi tersebut. Ketika jaraknya semakin dekat, dia justru melihat bagian tubuh manusia dalam kondisi mengenaskan. Tubuh itu sudah membusu dan sebagian besar berubah menjadi tulang belulang.
Penemuan tersebut membuat Endri panik. Dia segera meninggalkan lokasi dan pulang untuk memberitahukan kejadian itu kepada Yatiman, warga setempat yang tinggal di sekitar lokasi penemuan.
Keduanya kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Dukuh Mangir Tengah. Informasi itu lalu diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Sendangsari sebelum akhirnya dilaporkan secara resmi ke Polsek Pajangan.
Tidak lama kemudian, personel Polsek Pajangan bersama tim Inafis Polres Bantul, tenaga medis dari Puskesmas Pajangan, relawan GPRB Sendangsari, dan PMI Bantul tiba di lokasi kejadian. Petugas langsung memasang garis polisi untuk mengamankan area penemuan mayat.
Warga yang memadati lokasi perlu menjauh agar proses identifikasi dapat berjalan lancar. Sejumlah petugas kemudian turun ke area sungai untuk melakukan pemeriksaan lebih detail terhadap kondisi mayat dan lingkungan sekitar.
Penemuan Tengkorak
Saat proses identifikasi berlangsung, petugas kembali menemukan bagian tubuh manusia lain berupa tengkorak yang berada sekitar tiga meter dari lokasi penemuan mayat pertama. Kondisi tengkorak tersebut sudah penuh lumut dan tidak ada bagian tubuh lain.
Penemuan tengkorak itu membuat suasana di lokasi semakin tegang. Beberapa warga tampak mencoba menebaknebak asal-usul kedua jenazah tersebut.
Hasil pemeriksaan awal tim medis Puskesmas Pajangan menunjukkan bahwa mayat pertama diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga minggu.
Kondisi mayat sudah membusuk, menjadi tulang belulang, dan hanya menyisakan sedikit daging di bagian punggung atas dan telapak kaki. Di samping itu, tulang tangan kiri sudah tidak ada.
“Korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut,” ujarnya.
Lalu, mayat kedua kondisi tengkorak tanpa badan diperkirakan sudah meninggal berbulan-bulan dikarenakan saat ditemukan kondisinya sudah berlumut. Petugas membawa tengkorak tersebut ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut. (ef linangkung)












