News  

Diskusi Buku Seri 3 Lansia Menulis “Aku Terkoneksi Maka Aku Ada” di DPRD DIY

Buku seri 3 Lansia Menulis : “Aku Terkoneksi Maka Aku Ada” akan didiskusikan di DPRD DIY, Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).

bernasnews – Buku berjudul “Aku Terkoneksi Maka Aku Ada”’ karya 24 penulis yang tinggal di beberapa kota, Yogyakarta, Jakarta, Bogor, Depok, Semarang akan didiskuiskan di Ruang Paripurma 2 lantai 2 Gedung DPRD Jalan Malioboro No.54, Suryatmajan, Gedong Tengen, Yogyakarta, Jumat (22/5/2026) pujul 13.00 – 15.00 WIB. Profesi para penulis beragam, ada guru besar, dokter pengajar, pengacara, pengusaha, pensiunan PNS, peneliti, wartawan, dan sastrawan.

Dua narasumber akan hadir dalam diskusi buku ini yakni Bambang Sigap Sumantri, Wartawan Kompas periode 1987-2019, sekaligus mewakili penulis buku dan drg. Irene Sanita Lanny, Sp.Ort, MPH, dikenal sebagai dentisgram. Bertindak sebagai moderator Sinta Herindrasti, MA, pengajar Prodi Hubungan Internasional Universitas Kristen Indonedia, Jakarta.

Buku ini merupakan seri 3 Lansia Menulis. Buku pertama berjudul ‘Kita Lansia, Terus Berkarya, Bahagia, Penuh Berkah.’, buku kedua berjudul ‘(Lansia) Indonesia Tanpa Ruang Publik. Semua penulis umurnya di atas 60 tahun, sehingga masuk kategori lansia. Paling tua berumur 80 tahun, tinggal di Jakarta.

Tema yang disidorkan ‘Lansia di di tengah era digital : Akrab atau gagap?’. Dari tema tersebut masuk 24 penulis, masing-masing penulis menyampaikan pemahaman dan pengalamannya menggunakan media sosial, aplikasi, media onlie.

Mustofa W. Hasyim, seorang wartawan, yang usianya 72 tahun menulis pengalamannya sejak korannya dalam prosesnya masih menggunakan pruf dan suara mesin ketik yang mengiringi ruang redaksi, sampai akhirnya harus menggunakan komputer, email dan akhirnya berganti ke media online. Karena korannya sudah tidak lagi terbit.

Nama-nama penulis buku ini adalah Adri Darmaji Woko, Agoes Widhartono, Ahmad Syaify, Antie Solaiman, Bambang Sigap Sumantri, Bob Trisunuwarso M, Didik Sadikin, Gunawan, Gunoto Saparie, Imam Anshori Saleh, Mustowa W. Hasyim, Nia Samsihono, Ninuk Retno Raras, Ons Untoro, Ratna Hendarsi, Sinta Herindrasti, Sulis Bambang, Sumardiyanto, Sunarto, Sutirman Eka Ardhana, Wara Kusharwanti dan Y.B. Margantoro.

Kegiataan ini diselenggarakan atas kerjasama Sastra Bulan Purnama (SBP), Tonggak Pustaka, DPRD DIY, PT. Luas Birus Utama dan (LBU) Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS). Selama tiga tahun ini, sejak 2023, masing-masing lembaga berinteraksi menyelenggarakan diskusi, dan PT. LBU mensuport penerbitan buku.

Dalam pengantar Direktur Utama PT LBU Dr. Drs Haris Susanto, M.Hum menuliskan, judul buku ‘Aku Terkoneksi, Maka Aku Ada’ mengingatkan Cogito, ergo sum, dari seorang filsuf Perancis Rene Descartes. Dari tulisan-tulisan ini, terlihat sekali, dalam usia yang tak lagi muda, para lansia tidak sepenuhnya terasing dari media digital.

“Bahkan mengakrabinya. Ada banyak jenis media digital, dan lansia tidak semua mengaskesnya. Setidaknya beberapa media digital yang diaksesnya bisa untuk berkomunikasi dengan relasinya, yang tinggal di ruang berbeda-beda,” kata dia.

Koordinator SBP Ons Untoro selaku penggagas penerbitan buku dan penyelenggara acara ini kepada bernasnews menyebutkan, para lansia yang usianya di atas 60 tahun, lebih-lebih di atas 70 tahun, perlu terus menjaga kreativitasnya di bidang menulis. Usia tua bukan hambatan, karena itu ruang ini disediakan untuk para lansia terus menulis.

“Setiap tahun, dan dilaunching di bulan Mei, akan kita ajak para lansia menulis dengan tema berbeda-beda. Dengan demikian lansia tetap terus membaca dan berkarya. Ini artinya pikirannya tidak berhenti,” kata dia. (*/mar)