Kenapa Kenaikan Yesus Kristus Selalu Jatuh pada Hari Kamis? Ini Penjelasannya

Ilustrasi kenapa Kenaikan Yesus selalu jatuh hari Kamis? (Pixabay.com)

bernasnews – Setiap tahun, umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus sebagai bagian penting dalam rangkaian perayaan Paskah.

Peringatan ini selalu jatuh pada hari Kamis, tepatnya hari ke-40 setelah Paskah. Pada tahun 2026, misalnya, Paskah dirayakan pada Minggu, 5 April 2026, sehingga Hari Kenaikan Yesus Kristus diperingati pada Kamis, 14 Mei 2026.

Pola ini bukan kebetulan, melainkan berakar kuat dalam tradisi iman Kristen dan perhitungan liturgi gereja.

Penentuan Hari Kenaikan Berdasarkan Perhitungan Paskah

Tanggal perayaan Paskah tidak bersifat tetap setiap tahun karena mengikuti kalender liturgi yang didasarkan pada perhitungan bulan. Meski demikian, Paskah selalu dirayakan pada hari Minggu. Dari titik inilah penentuan Hari Kenaikan Yesus Kristus dimulai.

Hari Kenaikan ditetapkan tepat 40 hari setelah Paskah. Karena Paskah selalu jatuh pada hari Minggu, maka hari ke-40 setelahnya akan selalu jatuh pada hari Kamis. Inilah alasan utama mengapa peringatan Kenaikan Yesus Kristus konsisten dirayakan setiap hari Kamis.

Sebagai contoh, pada tahun 2025, Paskah dirayakan pada Minggu, 20 April 2025, sehingga Hari Kenaikan Yesus Kristus jatuh pada Kamis, 29 Mei 2025. Pola ini terus berulang setiap tahun mengikuti siklus yang sama.

Makna Teologis Kenaikan Yesus Kristus

Dalam tradisi Kristen, Kenaikan Yesus Kristus memiliki makna teologis yang sangat mendalam. Peristiwa ini diyakini sebagai momen ketika Yesus naik ke surga setelah kebangkitan-Nya, tepat pada hari ke-40 sejak Paskah sebagai hari pertama.

Peristiwa ini menandai bahwa Yesus telah menyelesaikan misi-Nya di dunia. Ia kembali kepada Bapa di surga sebagai bentuk pemuliaan setelah menjalankan tugas penyelamatan umat manusia. Kenaikan ini juga menjadi bukti keilahian Yesus sebagai Tuhan yang kudus.

Selain itu, kenaikan Yesus dipahami sebagai peristiwa masuknya kodrat manusiawi Yesus ke dalam kemuliaan Allah secara definitif. Ini menjadi simbol bahwa hubungan antara manusia dan Allah telah dipulihkan melalui karya keselamatan yang dilakukan Yesus.

Hubungan Antara Kebangkitan dan Kenaikan

Kebangkitan dan kenaikan Yesus merupakan dua peristiwa yang tidak terpisahkan dalam iman Kristen. Kebangkitan menegaskan kemenangan Yesus atas kematian, sementara kenaikan menunjukkan pemuliaan-Nya oleh Bapa di surga.

Kedua peristiwa ini mengandung pesan iman yang sama, yaitu bahwa Yesus telah menyelesaikan tugas-Nya di dunia dan kini dimuliakan dalam kemuliaan ilahi. Dengan demikian, Kenaikan Yesus bukan sekadar peristiwa penutup, melainkan kelanjutan dari misteri keselamatan yang dimulai dari kelahiran, wafat, hingga kebangkitan-Nya.

Peran Roh Kudus dalam Peringatan Kenaikan

Kenaikan Yesus Kristus juga menandai awal pentingnya peran Roh Kudus dalam kehidupan umat beriman. Setelah kenaikan, Roh Kudus diyakini hadir untuk membimbing, menguatkan, dan memampukan manusia dalam menjalankan kehidupan iman.

Melalui Roh Kudus, umat Kristiani dipanggil untuk menjadi saksi atas kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus. Hal ini menjadi dasar bagi misi gereja dalam menyebarkan ajaran kasih dan keselamatan kepada dunia.

Peringatan Kenaikan Yesus Kristus juga membawa pesan pengharapan. Umat Kristiani percaya bahwa Yesus naik ke surga untuk menyediakan tempat bagi umat-Nya. Keyakinan ini memberikan kekuatan spiritual bahwa kehidupan tidak berhenti di dunia, melainkan berlanjut dalam kemuliaan bersama Allah.

Dengan demikian, Hari Kenaikan bukan hanya peringatan sejarah iman, tetapi juga momentum refleksi bagi umat untuk memperdalam keyakinan, memperkuat harapan, dan menjalankan hidup sesuai ajaran Kristus. (anp)