bernasnews – Suasana Warung Angkringan Pak Eteh di wilayah Imogiri, Bantul, mendadak berubah panik pada Kamis, 7 Mei 2026 sore setelah seorang pria berinisial BS (49) tiba-tiba lemas dan meninggal dunia saat sedang berbincang bersama rekannya.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Dusun Prenggan RT 04, Kalurahan Karangtalun, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Warga sekitar sempat berkerumun karena korban mendadak tidak merespons saat dipanggil.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengatakan korban merupakan warga Mergangsan Lor, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta yang sehari-hari bekerja sebagai wiraswasta.
Menurut keterangan polisi, korban sebelumnya datang ke angkringan bersama rekannya, Ahmad Fatkhul Huda (46), usai melaksanakan salat Ashar.
Korban Sempat Mengobrol dan Minum Teh Panas
Sebelum kejadian, kondisi warung disebut berlangsung normal seperti biasanya. Beberapa pengunjung terlihat duduk santai sambil menikmati minuman hangat dan berbincang.
Korban bersama rekannya diketahui datang dari rumah kontrakan di Dusun Manggung RT 01 Wukirsari, Imogiri. Keduanya lalu mampir ke angkringan untuk bersantai.
Mereka sempat mengobrol cukup lama sambil menikmati teh panas. Tidak ada tanda mencurigakan pada awalnya.
Namun sekitar satu jam kemudian, korban mendadak terlihat lemas. Tubuhnya perlahan menunduk dan tidak lagi memberikan respons saat diajak berbicara.
Salah satu saksi, Marjono (62), mengaku sempat memanggil korban beberapa kali. Namun korban tetap diam dan tidak bergerak.
Warga yang berada di lokasi kemudian membantu memindahkan tubuh korban ke kursi warung agar lebih mudah mendapatkan pertolongan.
Situasi sempat membuat pengunjung panik. Beberapa warga terlihat keluar dari warung untuk memanggil bantuan, sementara yang lain mencoba mengecek kondisi korban.
Polisi dan Tim Medis Datangi Lokasi
Tak lama setelah laporan diterima, petugas Polsek Imogiri langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan awal. Polisi kemudian mengamankan area sekitar warung dan meminta keterangan sejumlah saksi.
Petugas juga mendata identitas korban serta mengamankan barang-barang pribadi miliknya.
Beberapa barang yang diamankan antara lain:
- Tas warna hitam berisi identitas korban
- Telepon genggam dengan casing merah
- Topi warna hitam
Tim INAFIS Polres Bantul bersama tenaga medis dari Puskesmas Imogiri 1 kemudian melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban di lokasi.
Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda penganiayaan maupun luka akibat kekerasan pada tubuh korban.
Korban Punya Riwayat Diabetes dan Jantung
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyampaikan bahwa korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes dan gangguan jantung.
Kondisi kesehatan tersebut diduga menjadi faktor yang menyebabkan korban meninggal mendadak saat berada di warung angkringan.
“Dari hasil pemeriksaan INAFIS dan tim medis, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban diketahui memiliki riwayat sakit diabetes dan jantung,” ujar Rita.
Polisi memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sebelum jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.
Keluarga korban disebut menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan keberatan atas hasil pemeriksaan medis yang dilakukan petugas.
Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun Manggung RT 01 Wukirsari, Imogiri, untuk dimakamkan pihak keluarga.
Polres Bantul mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan jantung.
Pemeriksaan kesehatan secara rutin dinilai penting untuk mencegah risiko kejadian serupa. (Eln)












