News  

Upaya Peningkatan Layanan, Taman Pintar Sediakan Armada Shuttle Gratis bagi Wisatawan

Salah satu zona baru yang terdapat di Taman Pintar, Kota Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Sehubungan dengan adanya kebijakan penataan kawasan parkir, termasuk penutupan parkir bus di Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati sejak tanggal 14 Maret 2026. Pemenrintah Kota Yogyakarta menegaskan, pelayanan kepada pengunjung Taman Pintar tetap berjalan optimal.

Kepala UPT Pengelolaan Taman Budaya Kota Yogyakarta, Karmila mengemukakan, bahwa pihaknya telah melakukan berbagai penyesuaian untuk menjaga kenyamanan dan aksesibilitas pengunjung, khususnya rombongan pelajar yang berkunjung ke Taman Pintar Yogyakarta.

“Sejak adanya penataan ini, kami melakukan pengawalan secara langsung terhadap setiap rombongan yang datang, mulai dari titik kedatangan hingga kepulangan, agar tetap terlayani dengan baik,” kata Karmila, Senin (4/5/2026).

Lanjut Karmila menjelaskan, sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan, pengelola Taman Pintar menyediakan layanan antar-jemput shuttle gratis bagi rombongan yang telah melakukan reservasi. Di mana rombongan diarahkan menuju titik penurunan atau drop zone yang ditentukan.

“Kami menyediakan layanan antar-jemput gratis menggunakan armada yang kami miliki. Misal rombongan parkir di Ngabean atau Menara Kopi Kotabaru, nanti menurunkan pengunjung di Jalan Tilarso sebelah Remujung. Ketika selesai kunjungan bisa dijemput di titik tersebut atau bisa kami antar ke lokasi parkir,” ungkap Karmila, dikutip dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dikatakan, saat ini layanan tersebut didukung armada dengan kapasitas sekitar 60 penumpang dalam satu kali perjalanan. Dalam kondisi tertentu, pengelola juga melakukan koordinasi lintas perangkat daerah untuk menambah dukungan armada.

Selain itu, imbuh Karmila, bagi rombongan yang belum melakukan reservasi, pengelola tetap memberikan pendampingan di lapangan melalui petugas untuk memastikan pengunjung dapat menjangkau lokasi dengan aman.

“Ke depan, Pemkot Yogyakarta juga mendorong penataan titik penurunan yang lebih representatif dan terintegrasi untuk mendukung berbagai destinasi di kawasan pusat kota,” ujarnya.

Menurut Karmila, keberadaan titik penurunan yang aman, nyaman, dan terjangkau akan memberikan manfaat tidak hanya bagi Taman Pintar, tetapi juga destinasi lain di sekitarnya. Harapannya ke depan ada titik penurunan yang representatif dan terintegrasi, sehingga dapat mendukung akses ke berbagai destinasi wisata di kawasan ini.

“Titik yang memungkinkan ada di Sriwedani, tapi kemarin kami koordinasi masih perlu penyesuaian lantaran arenya terlalu sempit untuk manuver bus,” imbuhnya.

Pemkot Yogyakarta berkomitmen untuk terus menjaga kualitas layanan wisata edukasi, termasuk memastikan kenyamanan dan keselamatan pengunjung tetap menjadi prioritas utama.

“Kami berkomitmen memastikan anak-anak dan rombongan yang datang tetap bisa belajar dan menikmati Taman Pintar dengan nyaman,” tegas Karmila.

Perihal masukan masyarakat terkait kondisi beberapa wahana, pengelola Taman Pintar Yogyakarta memastikan bahwa upaya perawatan dan pembaruan fasilitas terus dilakukan secara bertahap.

Karmila menjelaskan, pengelola secara rutin berupa melaksanakan pemeliharaan berkala terhadap wahana, baik dari sisi fungsi alat peraga edukatif maupun aspek keselamatan pengunjung. Selain itu, evaluasi internal juga dilakukan untuk mengidentifikasi wahana yang perlu direvitalisasi.

“Kami mencermati berbagai masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi. Saat ini perawatan rutin terus berjalan, dan beberapa wahana juga kami lakukan pembaruan secara bertahap agar tetap relevan dan aman digunakan,” jelasnya.

“Melalui berbagai langkah penyesuaian layanan serta peningkatan kualitas wahana, Taman Pintar diharapkan tetap menjadi destinasi unggulan wisata edukasi sekaligus mendukung penataan kawasan pusat kota yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan,” pungkas Karmila. (*/ ted)