News  

Jadwal Wukuf di Arafah 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Hari Penting Haji

Ilustrasi jadwal wukuf di Arafah 2026 jatuh tanggal berapa? (Pixabay.com)

bernasnews – Wukuf di Arafah sebagai puncak ibadah haji dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026. Pelaksanaan ini bertepatan dengan 9 Zulhijah 1447 Hijriah, hari yang menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah haji.

Jemaah haji akan diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah sehari sebelumnya, yakni pada Senin, 25 Mei 2026 atau 8 Zulhijah 1447 H, sesuai rencana jadwal yang dirilis Kementerian Haji dan Umrah RI.

Wukuf di Arafah bukan sekadar rangkaian ritual, melainkan inti dari seluruh prosesi ibadah haji. Dalam buku Manasik Haji 2026 terbitan Kementerian Haji dan Umrah RI dijelaskan bahwa secara bahasa, wukuf berarti berhenti.

Sementara secara istilah, wukuf dimaknai sebagai berdiam diri di Padang Arafah dalam kondisi ihram, meskipun hanya sesaat.

Waktu pelaksanaan wukuf dimulai sejak tergelincirnya matahari pada 9 Zulhijah hingga terbit fajar pada 10 Zulhijah. Dalam rentang waktu tersebut, jemaah diwajibkan berada di Arafah untuk memastikan keabsahan hajinya.

Kedudukan wukuf sebagai rukun haji ditegaskan dalam sabda Rasulullah SAW:

الْحَقُّ عَرَفَة فَمَنْ جَاءَ لَيْلَةَ جَمْعٍ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ فَقَدْ أَدْرَكَ الْحَجَّ (رواه الترميذى)

Artinya: “Haji itu hadir di Arafah. Barangsiapa yang datang pada malam hari jam’in (10 Zulhijah sebelum terbit fajar) maka sesungguhnya ia masih mendapatkan haji.” (HR At-Tirmidzi)

Hadis tersebut menegaskan bahwa tanpa wukuf, ibadah haji tidak sah dan tidak dapat digantikan dengan denda (dam).

Jadwal Resmi Wukuf Arafah 2026 dan Keberangkatan Jemaah

Berdasarkan rencana perjalanan ibadah haji 2026, wukuf di Arafah diproyeksikan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026. Sementara itu, jemaah mulai diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah pada Senin, 25 Mei 2026.

Meski jadwal ini telah dirilis sebagai panduan awal, penetapan resmi tetap berada di tangan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Kepastian biasanya diumumkan menjelang akhir bulan Zulkaidah melalui hasil pemantauan hilal untuk menentukan awal Zulhijah.

Dengan demikian, jemaah diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi serta petugas haji terkait perubahan jadwal yang mungkin terjadi.

Rangkaian Hari Penting Haji: Dari Arafah ke Mina

Selain wukuf, terdapat sejumlah tahapan penting lain dalam puncak ibadah haji yang berlangsung pada bulan Zulhijah. Salah satunya adalah Hari Raya Idul Adha pada 10 Zulhijah 1447 H.

Setelah menyelesaikan wukuf di Arafah, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam. Di lokasi ini, jemaah dianjurkan memperbanyak doa dan ibadah, sekaligus mengumpulkan kerikil yang akan digunakan untuk melontar jumrah, minimal tujuh butir.

Selepas tengah malam, perjalanan dilanjutkan menuju Mina dengan sistem Taraddudi. Setibanya di Mina, jemaah menempati tenda masing-masing sebelum melaksanakan lempar jumrah aqabah.

Pelaksanaan lempar jumrah harus memperhatikan waktu yang diperbolehkan dan menghindari waktu larangan. Ketentuan ini sepenuhnya mengikuti aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi, termasuk mempertimbangkan faktor keselamatan dan kesehatan jemaah.

Seluruh rangkaian ibadah haji, khususnya pada puncak pelaksanaan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, sangat bergantung pada kebijakan otoritas setempat. Oleh karena itu, jemaah diharapkan mematuhi arahan petugas dan mengikuti jadwal resmi yang telah ditetapkan.

Ketepatan waktu dalam menjalankan wukuf menjadi faktor krusial, karena ibadah ini tidak dapat diganti atau diulang di waktu lain. Dengan memahami jadwal dan rangkaian haji secara menyeluruh, jemaah dapat mempersiapkan diri secara optimal untuk menjalankan ibadah dengan lancar dan sah. (anp)