News  

Wali Kota dan DPRD Kota Yogyakarta Tinjau Langsung Proyek Bedah RTLH Warga

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardaoyo secara simbolis menurunkan genting rumah Rachmat Subagyono di wilayah Kampung Panembahan, Kraton,. (Foto: Kiriman Bandrio)

bernasnews — Pemerintah Kota Yogyakarta kembali menggandeng sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Supermarket Pamella untuk melakukan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kegiatan kali ini menyasar di dua titik lokasi, yaitu Kelurahan Pringgokusuman, Kemantren Gedongtengen dan Kelurahan Panembahan, Kemantren Kraton, pada Minggu (3/5/2026).

Sasaran pertama program ini adalah hunian milik Rochiban di wilayah Notoyudan, Pringgokusuman, yang mengalami kerusakan pada struktur atap dan akses masuk yang rendah.

Titik kedua berlokasi di rumah Rachmat Subagyono di wilayah Kampung Panembahan, Kraton, dengan kondisi dinding retak serta kerusakan pada struktur kayu dan genteng.

Kegiatan penyerahan dana CSR tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan DPRD Kota Yogyakarta serta pejabat terkait sebagai bentuk komitmen pengentasan kemiskinan di wilayah setempat.

Dalam sambutannya, Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengemukakan, bahwa program ini merupakan upaya membangun kembali semangat kebersamaan antarwarga. Menurut Hasto Wardoyo, perbaikan fisik hanyalah sarana untuk mencapai tujuan sosial yang lebih besar.

“Bedah rumah gotong royong ini membangun rekonstruksi sosial dari sisi kebersamaan. Jangan dimaknai fisiknya saja, tapi nilai non-fisiknya harus kita hikmati,” kata Hasto Wardoyo, dilansir dari Portal Berita Pemerintah Kota Yogyakarta.

Secara simbolis pemilik Supermarket Pamella, Noor Liesnani Pamella (Kanan) menyerahkan dana CSR kepada Panitua Tuwanggana (LPMK) Panembahan Hj. Sri Herawati, mewakili warga. (Foto: Kiriman Bandrio)

Ketua DPRD Kota Yogyakarta, Fx. Wisnu Sabdono Putro, yang hadir bersama Anggota Komisi B, Ipung Purwandari, dan Anggota Komisi D, Darini, menyatakan dukungan legislatif terhadap sinergi ini.

Pihaknya menekankan pentingnya pengawasan agar bantuan dari sektor swasta maupun pemerintah tetap tepat sasaran.

“Keterlibatan aktif anggota dewan merupakan bentuk pengawalan agar bantuan CSR dan program sosial mampu meningkatkan derajat hidup masyarakat bawah secara nyata,” tegas Wisnu.

Pada bagian lain, pemilik Supermarket Pamella, Noor Liesnani Pamella, mengungkapkan,  bahwa pada tahun 2026 ini pihaknya telah mengalokasikan bantuan untuk lima unit rumah. Ia pun berharap langkah ini dapat memotivasi pelaku usaha lain di Yogyakarta untuk turut berkontribusi dalam membantu warga kurang mampu.

“Saya ingin memberi manfaat kepada banyak orang dan mengajak pengusaha lain yang memiliki rezeki berlebih untuk ikut membantu keluarga miskin di Kota Yogyakarta,” harap Noor Liesnani.

Menurut data Bappeda Kota Yogyakarta, program bedah rumah ini dipastikan akan terus berlanjut secara bertahap setiap hari Minggu. Pemkot telah menjadwalkan perbaikan puluhan rumah lainnya dengan melibatkan berbagai mitra antara lain Real Estate Indonesia (REI) hingga BAZNAS Kota Yogyakarta untuk memastikan seluruh hunian di Kota Yogyakarta memenuhi standar kelayakan dan kesehatan. (*/ ted)