bernasnews – Umat Katolik yang menjalankan doa Rosario pada Senin, 4 Mei 2026, dianjurkan untuk merenungkan Peristiwa Gembira sebagai bagian dari devosi harian.
Panduan ini memuat urutan doa secara lengkap, mulai dari pembukaan hingga penutup, termasuk lima peristiwa yang menjadi fokus permenungan.
Doa Rosario ini dapat dilakukan secara pribadi maupun bersama, sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria sekaligus memperdalam iman kepada Yesus Kristus.
Urutan Doa Rosario
Doa Rosario diawali dengan Tanda Salib sebagai simbol iman kepada Tritunggal Mahakudus, dilanjutkan dengan doa Aku Percaya yang menegaskan keyakinan dasar umat Katolik.
Setelah itu, dilanjutkan dengan doa Bapa Kami sebagai doa utama yang diajarkan oleh Yesus, kemudian tiga Salam Maria yang masing-masing memiliki makna khusus:
- Salam Putri Allah Bapa
- Salam Bunda Allah Putra
- Salam Mempelai Allah Roh Kudus
Ketiga doa Salam Maria ini diakhiri dengan doa Kemuliaan dan Terpujilah sebagai bentuk pujian kepada Allah.
Peristiwa Gembira Pertama: Kabar Sukacita kepada Maria
Peristiwa pertama mengajak umat merenungkan saat Maria menerima kabar dari Malaikat Gabriel bahwa ia akan mengandung Yesus (Luk 1:28-31). Dalam peristiwa ini, umat diajak untuk meneladani ketaatan Maria terhadap kehendak Allah.
Setelah permenungan, didaraskan:
- 1 Bapa Kami
- 10 Salam Maria
- Kemuliaan
- Terpujilah
- Doa Fatima
Peristiwa Gembira Kedua: Maria Mengunjungi Elisabet
Peristiwa kedua mengisahkan kunjungan Maria kepada Elisabet (Luk 1:42-43). Momen ini menggambarkan kerendahan hati dan kasih yang tulus.
Rangkaian doa yang sama kembali diulang sebagai bentuk meditasi dan devosi.
Peristiwa Gembira Ketiga: Kelahiran Yesus di Betlehem
Dalam peristiwa ini, umat merenungkan kelahiran Yesus di palungan sederhana (Luk 2:7). Ini menjadi simbol kerendahan hati Allah yang hadir di tengah manusia.
Doa yang didaraskan tetap mengikuti urutan yang sama, memperdalam makna inkarnasi Kristus.
Peristiwa Gembira Keempat: Yesus Dipersembahkan di Bait Allah
Peristiwa ini diambil dari kisah Simeon yang menubuatkan masa depan Yesus (Luk 2:34-35). Umat diajak untuk mempersembahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.
Rangkaian doa kembali diulang sebagai bentuk refleksi iman.
Peristiwa Gembira Kelima: Yesus Ditemukan di Bait Allah
Peristiwa terakhir menceritakan saat Yesus ditemukan di Bait Allah oleh Maria dan Yusuf (Luk 2:49-50). Ini mengajarkan pentingnya mencari dan menemukan kehendak Allah dalam hidup.
Seperti sebelumnya, doa Bapa Kami, Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilah, dan Doa Fatima kembali didaraskan.
Doa Penutup: Permohonan kepada Santo Yusuf
Setelah menyelesaikan lima peristiwa, doa dilanjutkan dengan doa kepada Santo Yusuf sebagai pelindung keluarga dan teladan iman. Doa ini memohon bimbingan, perlindungan, serta rahmat dalam kehidupan sehari-hari.
Doa Rosario kemudian ditutup dengan Tanda Salib sebagai penegasan iman.
Doa Rosario bukan sekadar rangkaian doa, tetapi juga sarana meditasi yang membantu umat Katolik merenungkan kehidupan Yesus dan peran Bunda Maria dalam karya keselamatan. Dengan mendaraskan Rosario secara rutin, umat diharapkan semakin mendalami iman, memperoleh ketenangan batin, serta memperkuat relasi dengan Tuhan.
Pelaksanaan doa Rosario pada hari Senin dengan Peristiwa Gembira menjadi kesempatan untuk merenungkan awal karya keselamatan Allah yang penuh sukacita dan harapan. (anp)












