News  

Harga Pertamax Dex Hari Ini 4 Mei 2026 Naik Tembus Rp27.900 per Liter, Ini Daftarnya

Ilustrasi harga BBM Pertamax Dex hari ini, 4 Mei 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi kembali mengalami penyesuaian pada Senin, 4 Mei 2026. Berdasarkan data resmi dari PT Pertamina (Persero) melalui unit usaha Pertamina Patra Niaga, sejumlah jenis BBM mengalami kenaikan harga, termasuk Pertamina Dex yang kini mencapai Rp27.900 per liter.

Kenaikan ini berlaku secara nasional dan menjadi salah satu lonjakan harga tertinggi untuk BBM jenis diesel non-subsidi dalam beberapa waktu terakhir. Penyesuaian dilakukan mengikuti dinamika harga minyak global yang terus berfluktuasi.

Pertamax Dex Naik Signifikan, Kini Rp27.900 per Liter

Jenis BBM dengan cetane number (CN) 53, yakni Pertamina Dex, mengalami kenaikan cukup tajam. Sebelumnya, harga Pertamina Dex berada di angka Rp23.900 per liter, namun kini naik menjadi Rp27.900 per liter.

Kenaikan ini menjadikan Pertamina Dex sebagai salah satu BBM dengan harga tertinggi di antara produk Pertamina lainnya. Produk ini umumnya digunakan untuk kendaraan diesel modern yang membutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi dengan pembakaran lebih efisien dan emisi lebih rendah.

Dexlite dan Pertamax Turbo Ikut Terkerek Naik

Selain Pertamina Dex, jenis BBM lainnya juga mengalami penyesuaian harga. Dexlite (CN 51) kini dibanderol Rp26.000 per liter, naik dari sebelumnya Rp23.600 per liter.

Sementara itu, Pertamax Turbo (RON 98) juga mengalami kenaikan, dari Rp19.400 per liter menjadi Rp19.900 per liter. Kenaikan ini relatif lebih moderat dibandingkan dengan Pertamina Dex dan Dexlite, namun tetap mencerminkan tren kenaikan harga BBM non-subsidi secara umum.

Harga Pertamax dan BBM Subsidi Tidak Berubah

Di tengah kenaikan beberapa jenis BBM non-subsidi, harga BBM lainnya masih bertahan. Pertamax (RON 92) tetap dijual dengan harga Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) berada di level Rp12.900 per liter.

Untuk BBM subsidi, Pertalite masih dijual dengan harga Rp10.000 per liter. Harga ini tidak mengalami perubahan dan tetap menjadi pilihan utama masyarakat luas karena lebih terjangkau.

Penyesuaian Harga Mengikuti Mekanisme Pasar Global

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menjelaskan bahwa perubahan harga BBM non-subsidi merupakan hal yang wajar dan mengikuti mekanisme pasar.

Ia menyampaikan bahwa penyesuaian ini berkaitan erat dengan pergerakan harga minyak dunia serta faktor eksternal lainnya yang memengaruhi biaya produksi dan distribusi energi.

Penyesuaian harga BBM Non Subsidi merupakan bagian dari mekanisme pasar yang mengikuti perkembangan harga global.

Kenaikan harga BBM non-subsidi berpotensi memengaruhi biaya operasional sektor transportasi dan logistik, terutama bagi pengguna kendaraan diesel dan kendaraan dengan spesifikasi bahan bakar tinggi.

Meski demikian, pemerintah melalui Pertamina tetap mempertahankan harga BBM subsidi dan beberapa jenis BBM lainnya agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Ke depan, masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan harga BBM secara berkala melalui kanal resmi Pertamina, mengingat harga dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar global. (anp)