News  

IAEI DIY Award 2025: Merawat Tradisi Apresiasi, Menguatkan Semangat Berbagi, dan Mendorong Kemajuan Ekonomi Islam

Ketua Umum DPW IAEI DIY, Akhmad Akbar Susamto. (Foto: Istimewa)

bernasnews — Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam Daerah Istimewa Yogyakarta (DPW IAEI DIY) kembali menyelenggarakan IAEI DIY Award 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada individu dan institusi yang menunjukkan komitmen, kontribusi, dan prestasi dalam pengembangan ekonomi Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penganugerahan IAEI DIY Award 2025 diselenggarakan bertempat di Ruang Teater, Gedung Program Magister dan Doktor, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada Sabtu, 18 April 2026.

Penghargaan ini merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan DPW IAEI DIY dalam menumbuhkan budaya apresiasi, memperkuat mutu karya dan kelembagaan, serta mempererat ekosistem kolaborasi dalam pengembangan ekonomi Islam di DIY.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 2018, IAEI DIY Award telah menjadi agenda rutin yang menandai konsistensi komitmen tersebut.

Ketua Umum DPW IAEI DIY, Akhmad Akbar Susamto menegaskan, bahwa IAEI DIY Award tidak semata-mata dimaksudkan sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai ruang bersama untuk merawat budaya saling mengapresiasi di kalangan anggota dan para pegiat ekonomi Islam.

“IAEI DIY Award ini kami bangun dengan semangat dari anggota untuk anggota. Yang ingin kami rawat bukan hanya tradisi memberi penghargaan, tetapi juga budaya saling mendukung, saling mengapresiasi, dan saling berbagi di antara para anggota serta pegiat ekonomi Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta.” Katanya, dalam keterangan tertulisnya.

Akhmad Akbar Susamto menambahkan, pengembangan ekonomi Islam pada hakikatnya merupakan kerja ekosistem, yang bertumbuh melalui kontribusi banyak pihak, baik akademisi, praktisi, komunitas, maupun lembaga pendidikan. Karena itu, penghargaan ini dihadirkan bukan hanya untuk menandai capaian, melainkan juga untuk meneguhkan semangat kolektif dalam membangun kemajuan bersama.

“Kita ingin pengembangan ekonomi Islam di DIY bertumpu pada ekosistem yang sehat. Karena itu, penghargaan ini bukan hanya soal siapa yang menerima, melainkan juga tentang bagaimana kita membangun budaya saling belajar, saling menginspirasi, dan saling membuka ruang bagi kemajuan bersama.” ujarnya.

Para penerima penghargaan. (Foto: Istimewa)

Dalam penyelenggaraan tahun ini, DPW IAEI DIY juga menekankan karakter khas penilaian pada kategori institusi. Penghargaan institusi tidak diberikan kepada pihak yang dipandang terbaik secara mutlak, melainkan kepada institusi yang menunjukkan kemajuan signifikan sepanjang tahun 2025.

Dengan demikian, yang diapresiasi bukan semata-mata posisi akhir atau reputasi yang telah lama terbentuk, melainkan perkembangan nyata yang relevan, terukur, dan dapat diverifikasi dalam tahun penilaian.

“Untuk kategori institusi, kami tidak sedang mencari siapa yang paling besar, paling mapan, atau paling tinggi posisinya secara umum. Yang ingin kami apresiasi adalah institusi yang menunjukkan kemajuan signifikan selama tahun 2025. Jadi yang dihargai adalah progres yang nyata, bukan sekadar reputasi yang sudah lama terbentuk.” Ujarnya.

Selain itu, pada kategori individu, IAEI DIY Award 2025 juga menerapkan kebijakan khusus untuk menjaga iklim apresiasi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam kategori ini, diberlakukan kebijakan “masa jeda” atau embargo bagi pemenang tahun sebelumnya, sehingga penghargaan tidak didominasi oleh nama yang sama dari tahun ke tahun.

Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk membuka ruang pengakuan yang lebih luas bagi anggota lain yang juga produktif dan berkontribusi secara nyata.

“Kami juga menerapkan kebijakan “masa jeda” bagi pemenang tahun sebelumnya pada kategori individu. Kebijakan ini kami ambil agar penghargaan ini memberi ruang apresiasi yang lebih luas, sehingga tidak terjadi dominasi oleh nama yang sama setiap tahun. Dengan begitu, lebih banyak anggota yang bisa tampil, diapresiasi, dan termotivasi untuk terus berkarya,” tegas Akhmad Akbar Susamto

Melalui IAEI DIY Award 2025, DPW IAEI DIY berharap tradisi akademik, semangat berbagi, dan budaya saling menguatkan di antara anggota semakin tumbuh dan mengakar. Penghargaan ini diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat ekosistem ekonomi Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Pada akhirnya, penghargaan ini bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah tumbuhnya tradisi berkarya, tradisi saling menguatkan, dan tradisi berbagi peran dalam memajukan ekonomi Islam di Daerah Istimewa Yogyakarta.” pungkasnya. (*/ ted)