News  

Syawalan PWS : Pasrawungan dan Paseduluran adalah Perekat Sosial yang Produktif

Sebagian anggota PWS dalam acara syawalan PWS di Museum Sandi Yogyakarta, Sabtu 18/4/2026. (Foto : Frans B.)

bernasnews – Bertajuk “Berkawan dan Bercanda adalah Kita”, Paguyuban Wartawan Sepuh (PWS) Yogyakarta mengadakan acara syawalan di Museum Sandi, Kotabaru Yogyakarta, Sabtu (18/4). Sastrawan Mustofa W. Hasyim dalam tauziahnya mengatakan, pasrawungan dan paseduluran merupakan perekat sosial yang produktif menghasilkan kebajikan.

Sesepuh PWS Drs HM Idham Samawi dalam kesempatan ini berpesan agar kita semua terus mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sedangkan Pengurus PWS Sutirman Eka Ardhana mengajak anggota PWS tetap guyub dengan berkawan dan bercanda.

Pada bagian lain Mustofa mengatakan, manusia dapat merasa nyaman hidupnya selama dia bisa menjaga keseimbangan srawungnya. Silaturahmi atau pasrawungan dapat menjadi pagar penyelamat hidup dunia akhirat bagi manusia yang mengaktifkan saringan srawungnya. Di dalamnya memungkinkan manusia saling mengenal, saling mempercayai dan saling tolong menolong, serta saling menguatkan.

“Semua rukun Islam bisa diberi makna dan fungsi sebagai instrumen srawung. Sebagai agama srawung, Islam menyediakan konsep srawung, contoh srawung dan aplikasi srawung dengan detail.

Mulai dari shalat jama’ah, saling memberi salam, memuliakan tetangga dan tamu, mengunjungi dan mendoakan orang sakit menyalatkan jenazah, takziyah, mendatangi undangan syukuran pernikahan, berbagi kabar baik, oleh-oleh dan makanan,” kata dia.

Syawalan PWS yang rutin diadakan setiap tahun ini juga dihadiri Ketua IKWI DIY Hj. Sri Widati dan tiga puluh lima jurnalis anggota PWS. MC acara syawalan oleh Maria Kadarsih. Sebelum acara salam salaman saling memaafkan, tamu undangan menikmati sajian lagu merdu dari beberapa anggota PWS. Juga pembacaan puisi oleh Afnan Malay dan H. Nasrullah Krisnam. (mar)