bernasnews – Kasus seorang pelajar SMP di Kota Yogyakarta yang hilang sempat mengundang kecemasan keluarga dan pihak sekolah.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 16 April 2026 itu akhirnya menemui titik terang setelah aparat kepolisian bergerak cepat melakukan penyelidikan intensif.
Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Ipda Anton Budi Susilo, menjelaskan bahwa jajaran Polsek Jetis yang dibackup Resmob Satreskrim Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap laporan kehilangan orang tersebut hanya dalam waktu singkat.
Peristiwa bermula saat korban berinisial NA (16), seorang pelajar SMP asal Tegalrejo, diantar oleh orang tuanya ke sekolah sekitar pukul 06.45 WIB di SMPN 12 Yogyakarta.
Namun, pihak sekolah menghubungi orang tua korban sekitar pukul 09.00 WIB.
Sekolah menginformasikan bahwa korban telah meninggalkan area sekolah pada pukul 06.57 WIB, hanya beberapa menit setelah tiba.
Rekaman dan keterangan saksi menyebutkan korban naik sebuah mobil berwarna hitam yang melaju ke arah utara.
Sejak saat itu, korban tidak kembali ke rumah dan nomor telepon miliknya tidak dapat dihubungi.
Kekhawatiran keluarga pun meningkat, hingga akhirnya laporan resmi disampaikan kepada pihak kepolisian. Mendapat laporan tersebut, Polsek Jetis langsung bergerak cepat.
Petugas mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan pemeriksaan intensif termasuk mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Saksi berinisial Andi, warga Sewon, Bantul, turut dimintai keterangan guna memperkuat penyelidikan.
Tidak hanya itu, tim kepolisian juga melakukan koordinasi lintas wilayah dengan Polresta Sleman dan jajaran Satreskrim lainnya. Langkah cepat dan terukur ini membuahkan hasil.
“Berkat kerja sama dan koordinasi yang baik, korban berhasil ditemukan dalam keadaan sehat,” jelas Ipda Anton Budi Susilo.
Setelah ditemukan, korban langsung dipertemukan kembali dengan orang tuanya.
Namun, atas pertimbangan kondisi psikologis korban, pihak Badan Perlindungan Perempuan dan Anak DIY mengambil langkah untuk memberikan pendampingan dan perlindungan lebih lanjut.
Saat ini, korban berada di bawah pengawasan lembaga tersebut guna memastikan pemulihan kondisi mental dan emosionalnya berjalan dengan baik.
Pihak terkait juga meminta semua pihak untuk menghormati privasi korban.
Sementara itu, motif di balik tindakan korban meninggalkan sekolah dan rumah masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian.
Kasus pelajar yang hilang ini menjadi pengingat penting bagi orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di lingkungan pendidikan.
Kecepatan respons aparat dalam kasus ini juga menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keamanan dan keselamatan warga, khususnya generasi muda. (ef linangkung)












