News  

DPRD Gunungkidul Soroti Aset Terbengkalai, Eri Agustin Dorong Optimalisasi untuk Dongkrak PAD

Gedung DPRD Gunungkidul/Foto: Wikipedia

bernasnews – Pemerintah daerah menghadapi tantangan serius dalam mengelola aset yang tersebar di berbagai wilayah.

Sejumlah aset milik Pemkab Gunungkidul tampak terbengkalai dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Kondisi ini mendorong DPRD Gunungkidul, khususnya Komisi C, untuk mengambil langkah tegas dengan mendorong pendataan ulang serta pemanfaatan maksimal demi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Eri Agustin, menegaskan bahwa pihaknya telah mencatat banyak aset daerah yang belum memberikan kontribusi signifikan terhadap pemasukan daerah.

Aset Terbengkalai Gunungkidul

Ia menilai pemerintah daerah perlu segera bergerak cepat agar potensi ekonomi dari aset-aset tersebut tidak terus terabaikan.

“Kami mencatat masih banyak aset milik pemerintah daerah yang terbengkalai. Padahal aset-aset itu memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Eri Agustin saat ditemui dalam kesempatan terpisah.

Ia menjelaskan bahwa Komisi C mulai merekomendasikan langkah strategis berupa pendataan menyeluruh terhadap seluruh aset daerah.

Pendataan ini menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi riil di lapangan sekaligus menentukan arah kebijakan pemanfaatannya.

Menurut Eri, pemerintah daerah harus mampu memilah aset yang masih produktif dan yang sudah tidak layak digunakan.

Ia menegaskan bahwa aset yang masih memiliki nilai ekonomis harus segera dimaksimalkan penggunaannya, baik melalui kerja sama dengan pihak ketiga maupun pengelolaan mandiri oleh pemerintah.

Sebaliknya, ia meminta pemerintah tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap aset yang sudah tidak dapat dimanfaatkan.

“Jika memang aset tersebut sudah tidak bisa digunakan, maka pemerintah daerah harus segera melakukan penghapusan atau pelelangan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Sorotan juga tertuju pada sejumlah aset strategis yang hingga kini belum tergarap optimal. Eri mencontohkan bekas pasar hewan dan kawasan GOR Suryono yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola dengan baik.

“Aset seperti bekas pasar hewan atau area GOR Siyono itu memiliki potensi besar. Pemerintah daerah semestinya bisa segera memanfaatkan, karena dari sisi umur dan lokasi sangat memungkinkan untuk dikembangkan,” jelasnya.

Usulan Pemanfaatan

Lebih jauh, Eri Agustin mendorong pemerintah daerah untuk tidak hanya mengandalkan pendekatan konvensional dalam pengelolaan aset.

Ia mengusulkan pemanfaatan sistem berbasis data dan perhitungan yang matang agar potensi aset dapat diidentifikasi secara akurat.

Ia menilai penggunaan sistem analisis yang terstruktur akan membantu pemerintah dalam memetakan potensi ekonomi dari setiap aset.

Dengan demikian, kebijakan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga berbasis perencanaan yang terukur dan berkelanjutan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kemauan politik dari pemerintah daerah dalam menggali potensi yang ada.

Tanpa komitmen yang kuat, berbagai rekomendasi yang telah disusun dikhawatirkan tidak akan berjalan efektif.

“Kuncinya ada pada kemauan pemerintah daerah untuk benar-benar menggali dan memanfaatkan aset-aset tersebut. Kalau ada keseriusan, saya yakin kontribusi terhadap PAD akan meningkat signifikan,” tambahnya.

Langkah optimalisasi aset ini menjadi salah satu strategi penting di tengah kebutuhan peningkatan pendapatan daerah yang semakin mendesak.

Dengan pengelolaan yang tepat, aset yang selama ini terbengkalai justru dapat menjadi sumber kekuatan ekonomi baru bagi Gunungkidul.

DPRD melalui Komisi C pun berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ini agar dapat berjalan sesuai rencana.

Mereka berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti rekomendasi yang telah diberikan, sehingga tidak ada lagi aset yang terabaikan dan seluruh potensi daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Upaya ini tidak hanya meningkatkan PAD, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Gunungkidul secara luas. (ef linangkung)