bernasnews — Aktivitas pelatihan terlihat intens di Hotel 101 Urban Kelapa Gading, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026). Sejumlah karyawan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) tampak terlibat dalam diskusi dan simulasi layanan pelanggan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Pelatihan Excellent Operation for Zero Complaint dan Sertifikasi Skema Pelayanan Prima yang diselenggarakan oleh Indonesian Certification on Center (ICC) dan hari ini menjadi hari pertama pelaksanaan, yang dijadwalkan berlangsung hingga 10 April 2026.
Pelatihan yang berlangsung sejak 8 April 2026 tersebut digelar sebagai respons atas meningkatnya tuntutan kualitas layanan di sektor industri, khususnya manufaktur otomotif yang kini tidak hanya dituntut unggul dalam produksi, tetapi juga dalam pelayanan.
Di dalam ruang pelatihan, instruktur Lina Rifda Naufalin, S.Pd., M.Pd., terlihat aktif memandu jalannya sesi. Ia beberapa kali menghentikan pemaparan materi untuk menggali pengalaman peserta, lalu mengaitkannya dengan konsep pelayanan prima.
“Pelayanan yang baik tidak dimulai saat keluhan datang, tetapi dari sistem yang mampu mencegah keluhan itu terjadi,” ujarnya di hadapan peserta.
Suasana pelatihan berlangsung dinamis. Peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga menjalani simulasi penanganan keluhan pelanggan secara langsung. Dalam salah satu sesi, beberapa peserta diminta memerankan situasi pelayanan yang kompleks, sementara peserta lain memberikan evaluasi.
Materi yang disampaikan meliputi penguatan konsep service excellence, strategi operasional menuju zero complaint, serta teknik komunikasi efektif. Diskusi kerap berkembang dari studi kasus nyata yang dihadapi peserta di lapangan, mencerminkan relevansi materi dengan kebutuhan industri.
Selain pelatihan, peserta juga mengikuti sertifikasi skema pelayanan prima. Proses asesmen dilakukan secara langsung untuk mengukur kemampuan peserta dalam menerapkan standar layanan secara praktis.
Perwakilan manajemen TMMIN menilai program ini sebagai bagian dari langkah strategis perusahaan dalam menjaga daya saing.
“Penguatan kompetensi layanan menjadi krusial, karena kualitas interaksi dengan pelanggan kini menjadi salah satu faktor penentu kepercayaan,” ujar perwakilan tersebut.
Pengamat industri menilai, tren peningkatan kualitas layanan menjadi bagian dari transformasi sektor manufaktur menuju orientasi pelanggan. Perusahaan dituntut tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga responsif dan adaptif terhadap kebutuhan konsumen.
Melalui kegiatan ini, ICC menegaskan perannya dalam mendorong standarisasi kompetensi di bidang pelayanan. Program pelatihan berbasis sertifikasi dinilai menjadi salah satu pendekatan yang semakin relevan dalam menjawab kebutuhan industri nasional.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan sistem pelayanan yang lebih terstruktur dan proaktif di lingkungan kerja masing-masing.
Indonesian Certification Center (ICC) merupakan lembaga yang berfokus pada pelatihan dan sertifikasi profesional di berbagai sektor industri, khususnya di bidang teknologi. Dengan pengalaman dan sumber daya yang dimilikinya, ICC berupaya untuk memberikan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja global.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program pelatihan dan sertifikasi serupa, dapat dilihat di web resmi Indonesia Certification Center (ICC) di https://indonesiancertification.com/.
ICC merupakan lembaga yang berfokus pada pengembangan kompetensi dan sertifikasi profesional di berbagai sektor industri. (*/ ted)












