News  

Batas Akhir Puasa Syawal 2026: Ini Tanggal Resmi Versi Pemerintah dan Muhammadiyah

Ilustrasi kapan batas akhir puasa Syawal 2026? (Pixabay.com)

bernasnews – Puasa Syawal 2026 dapat dilaksanakan hingga pertengahan April, dengan batas akhir berbeda tergantung penetapan awal Syawal.

Berdasarkan kalender Hijriah, batas terakhir puasa Syawal jatuh pada 17 April 2026 versi Muhammadiyah dan 18 April 2026 versi pemerintah. Perbedaan ini terjadi karena penetapan 1 Syawal 1447 H yang tidak sama antara kedua pihak.

Pada tahun 2026, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan lebih awal, yakni Jumat, 20 Maret 2026.

Perbedaan ini berdampak langsung pada durasi bulan Syawal. Kalender Hijriah versi pemerintah menunjukkan bulan Syawal berlangsung hingga Sabtu, 18 April 2026. Sedangkan versi Muhammadiyah, bulan Syawal berakhir pada Jumat, 17 April 2026.

Dengan demikian, umat Islam memiliki rentang waktu pelaksanaan puasa Syawal yang berbeda satu hari, tergantung pada acuan yang digunakan.

Pengertian dan Keutamaan Puasa Syawal

Puasa Syawal merupakan ibadah sunah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal setelah Hari Raya Idulfitri. Ibadah ini memiliki keutamaan besar, salah satunya pahala yang setara dengan puasa selama satu tahun.

Pelaksanaan puasa ini dianjurkan dimulai sejak tanggal 2 Syawal dan dilakukan secara berurutan selama enam hari. Meski demikian, puasa Syawal tetap sah jika dilakukan tidak berurutan, selama masih berada dalam bulan Syawal.

Artinya, umat Islam memiliki fleksibilitas dalam menentukan waktu pelaksanaannya, baik di awal, pertengahan, maupun menjelang akhir bulan Syawal.

Batas Waktu Puasa Syawal 2026

Batas akhir puasa Syawal secara umum adalah sebelum masuk bulan Zulkaidah. Mengacu pada perhitungan kalender Hijriah 2026, maka:

  • Versi pemerintah: batas akhir pada 18 April 2026
  • Versi Muhammadiyah: batas akhir pada 17 April 2026

Perbedaan ini tidak memengaruhi keabsahan ibadah, karena puasa Syawal tetap dapat dilakukan sesuai keyakinan masing-masing selama masih dalam bulan Syawal.

Waktu paling utama untuk melaksanakan puasa ini tetap setelah Idulfitri, yakni mulai 2 Syawal dan dilakukan berturut-turut selama enam hari.

Bacaan Niat Puasa Syawal

Dalam pelaksanaan puasa sunah, niat memiliki kelonggaran waktu. Tidak seperti puasa wajib, niat puasa sunah boleh dilakukan sejak malam hari atau bahkan pada siang hari, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Berikut beberapa bacaan niat puasa Syawal:

1. Niat Puasa Syawal Berurutan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ للهِ تعالى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adai sittatin min syawwal lillahi ta’ala

Artinya, “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Puasa Syawal Tidak Berurutan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta’âlâ

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah ta’ala.”

3. Niat Puasa Syawal di Siang Hari

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatisy Syawwâli lillâhi ta’âlâ

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah ta’ala.”

Puasa Syawal memberikan kemudahan bagi umat Islam karena tidak harus dilakukan secara berurutan. Selama masih dalam bulan Syawal, puasa tetap sah meskipun dilakukan terpisah-pisah.

Namun demikian, pelaksanaan secara berurutan sejak awal bulan tetap menjadi yang paling utama karena mengikuti anjuran yang lebih utama dalam praktik ibadah sunah ini.

Perbedaan penentuan awal Syawal antara pemerintah dan Muhammadiyah menjadi hal yang lazim terjadi setiap tahun. Meski begitu, umat Islam tetap dapat menjalankan puasa Syawal dengan tenang sesuai pedoman yang diyakini tanpa mengurangi nilai ibadah tersebut. (anp)