News  

Pink Moon 1 April 2026 Terlihat Mulai Maghrib, Ini Waktu Terbaik, Cara Menonton, dan Tips Fotografinya

Ilustrasi pink moon hari ini, 1 April 2026. (Pixabay.com)

bernasnews – Fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai Pink Moon akan terjadi pada Rabu, 1 April 2026 dan dapat disaksikan dari Indonesia mulai sekitar pukul 18.00 WIB hingga menjelang matahari terbit.

Momen ini menjadi salah satu peristiwa astronomi yang dinantikan karena bulan akan tampak lebih besar dan terang saat berada dekat cakrawala. Puncak fase purnama sendiri diperkirakan terjadi pada Kamis, 2 April 2026 pukul 09.11 WIB.

Waktu Terbaik Melihat Pink Moon di Indonesia

Pink Moon 2026 dapat diamati sepanjang malam, dimulai sejak bulan terbit di ufuk timur saat matahari terbenam. Waktu terbaik untuk menyaksikan fenomena ini adalah saat awal kemunculannya di cakrawala karena efek optik membuat bulan terlihat lebih besar dan berwarna keemasan atau oranye.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan waktu pengamatan fenomena ini.

“Purnama pink tahun ini terjadi pada Rabu malam hingga Kamis, 1-2 April 2026,” kata Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin.

Ia juga menambahkan durasi pengamatan yang cukup panjang.

“Purnama dapat diamati mulai Maghrib sampai menjelang matahari terbit,” kata Thomas.

Artinya, masyarakat Indonesia memiliki waktu luas untuk menikmati keindahan bulan purnama ini tanpa harus terburu-buru.

Puncak Purnama Terjadi Pagi Hari

Secara astronomi, fase purnama mencapai puncaknya pada pagi hari. Untuk Pink Moon 2026, puncak tersebut jatuh pada 2 April 2026 pukul 09.11 WIB.

Meski demikian, kondisi terbaik untuk mengamati tetap terjadi pada malam hari. Hal ini karena langit gelap memungkinkan bulan terlihat lebih kontras dan jelas dibandingkan saat siang hari.

Banyak orang mengira Pink Moon berarti bulan akan berwarna merah muda. Namun, hal ini tidak sepenuhnya benar.

“‘Purnama pink’ adalah penamaan orang Amerika untuk purnama pada bulan April,” lanjutnya.

Nama Pink Moon berasal dari bunga liar berwarna merah muda, yaitu phlox, yang mekar saat musim semi di Amerika Utara. Selain itu, fenomena ini juga dikenal dengan berbagai sebutan lain seperti Bulan Tunas, Bulan Telur, dan Bulan Kebangkitan, yang berkaitan dengan perubahan musim dan siklus alam.

Cara Menonton Pink Moon dengan Jelas

Fenomena Pink Moon dapat dinikmati tanpa alat bantu khusus. Namun, ada beberapa cara untuk mendapatkan pengalaman terbaik saat mengamati:

  • Pilih lokasi terbuka dengan minim polusi cahaya
  • Arahkan pandangan ke timur saat bulan terbit
  • Mulai pengamatan saat matahari terbenam
  • Gunakan teropong atau teleskop untuk melihat detail kawah bulan

“Dapat diamati tanpa alat, atau menggunakan teleskop dan kamera untuk hasil lebih optimal,” tambahnya.

Kondisi langit yang cerah juga sangat memengaruhi kualitas pengamatan. Oleh karena itu, disarankan memantau prakiraan cuaca sebelum menyaksikan fenomena ini.

Tips Foto Pink Moon agar Lebih Dramatis

Bagi pecinta fotografi, Pink Moon menjadi momen yang menarik untuk diabadikan. Agar hasil foto maksimal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Gunakan tripod untuk menjaga stabilitas kamera
  • Manfaatkan lensa telephoto (zoom tinggi) untuk menangkap detail bulan
  • Atur ISO rendah (100–200) untuk menghindari noise
  • Gunakan aperture f/8 hingga f/11
  • Atur shutter speed antara 1/60 hingga 1/250 detik
  • Ambil gambar saat moonrise dan kombinasikan dengan objek foreground seperti pohon atau bangunan

Selain itu, penggunaan aplikasi astronomi seperti PhotoPills atau Stellarium dapat membantu menentukan posisi bulan secara akurat.

Secara umum, Pink Moon merupakan bulan purnama keempat di tahun 2026 yang bisa diamati hampir sepanjang malam. Bulan akan muncul di timur saat matahari terbenam, berada di titik tertinggi sekitar tengah malam, lalu terbenam di barat saat fajar.

Dengan waktu pengamatan yang panjang dan kondisi yang relatif mudah diakses tanpa alat khusus, Pink Moon menjadi kesempatan ideal bagi masyarakat untuk menikmati keindahan langit malam sekaligus belajar tentang fenomena astronomi. (anp)