bernasnews — Paguyuban Cakra Sembada adalah paguyuban yang terdiri dari anggota Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) Kabupaten Sleman, masih dalam suasana Idulfitri 1447 H tahun 2026 menyelenggarakan acara Syawalan dan Halal Bihalal dengan para Ketua BPKAL se-Kabupaten Sleman, bertempat di sebuah resto di kawasan Buk Renteng, Tempel, Sleman, Minggu (29/3/2026)
Hadir pada acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, MM; Ketua DPRD Gustam Ganda; Kepala Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Aparatur Kalurahan Dinas PMK Sleman, Al Burohmad; Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Arif Rahman.
Juga hadir Forkompim Kapanewon Tempel antara lain Panewu Tempel, Kapolsek Tempel, Danramil Tempel serta Pengurus Paguyuban Cakra Sembada Sleman dan para Ketua BPKal Kabupaten Sleman.
Dalam sambutannya, Sekda Sleman Susmiarto mewakili Bupati Sleman menyampaikan salam dan mohon maaf lahir batin dari bupati kepada seluruh anggota BPKal. Ia juga mengungkapkan, bahwa penggunaan BPJS baru 80% karena anggaran untuk BPJS di setiap akhir tahun itu kadang sudah habis atau kurang.
“Sehingga setiap tahun Pemerintah Kabupaten Sleman minta persetujuan kepada DPRD untuk menganggarkan BPJS,” ujar Susmiarto.
Sementara itu, Gustam Ganda, Ketua DPRD Sleman dalam kesempatan yang sama mengajak kepada Ketua dan Anggota BPKal untuk bisa duduk bareng bersama Lurah atau Pemerintahan Kalurahan agar hubungan antara BPKal dan Lurah ataupun Pemerintah Kalurahan bisa harmonis.
“Sebelum melaksanakan muskal, Ketua BPKal duduk bareng terlebih dahulu dengan Lurah membahas keputusan – keputusan yang akan diambil pada saat muskal. Sehingga pada saat muskal yang dihadiri oleh orang banyak, antara Lurah dan BPKal sudah sepakat dan harmonis,” ujarnya.
“Sebagai wakil masyarakat di Kalurahan, BPKal kedudukannya sama jadi harus berani ikut mengambil keputusan demi kepentingan masyarakat,” tegas Gustam Ganda.
Adapun sebagai pengisi hikmah syawalan dalam acara tersebut adalah Sutardi, Ketua BPKal Kalurahan Lumbungrejo, Tempel. Ia tentang beberapa hal yang harus dilakukan sebagai makhluk Allah, antara lain seperti mencari keselamatan dunia akherat, mencari rejeki yang halal dan toyibah.
“Juga harus menjaga kehidupan agar tidak menambah kesalahan, harus tunduk dan taat pada Allah seperti yang sudah digambarkan dan dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Harus koreksi diri setiap saat dan mohon maaf pada Allah di setiap langkah kita yang keliru atau kurang betul, berbuat baik terhadap sesama. Jangan suka menyalahkan orang tapi salahkan diri sendiri serta jadilah orang yang pemaaf,” tutur Sutardi.
Acara syawalan dan halal bihalal ini diakhiri dengan bersalaman saling minta maaf dan ramah tamah serta pembagian Kartu BPJS kepada semua anggota BPKal melalui Ketua BPKal di masing-masing Kalurahan. (nun)












